Jogjapolitan

Persiapan Pembukaan Wisata di Gunungkidul, Bus Pariwisata Bakal Diperiksa di Sejumlah Lokasi

Penulis: David Kurniawan
Tanggal: 15 Oktober 2021 - 16:37 WIB
Arus lalu lintas menuju kawasan Pantai Baron, Selasa (25/12/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pemkab Gunungkidul belum bisa memastikan kapan uji coba pembukaan detinasi wisata. Meski demikian, upaya persiapan untuk menyambut pembukaan terus dilakukan.

Salah satunya menyiapkan lokasi untuk pemeriksaan awal bagi bus-bus pariwisata yang akan masuk ke destinasi wisata di Bumi Handayani. Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, pemeriksaan awal bus pariwisata dilakukan untuk mengurangi potensi antrean di Tempat Pemungutan Retribusi.

Adapun upaya yang dilakukan dengan menyiapkan tiga lokasi di luar destinasi untuk pemeriksaan. Ketiga tempat yang disiapkan berada di Terminal Semin, Terminal Selang dan Rest Area Bunder.

“Jadi kami lakukan antisipasi agar tidak terjadi kemacetan di TPR, maka bus pariwisata diimbau untuk melakukan scrining awal di kawasan tertentu yang telah disediakan,” kata Hary kepada wartawan, Jumat (15/10/2021).

Dia menjelaskan, di lokasi pemeriksaan awal ini, penumpang bus pariwisata bisa melakukan scan QR Code aplikasi PeduliLindungi di tiga kawasan tersebut. Setelah proses ini selesai, bus akan diberi tanda diperbolehkan masuk kawasan wisata pantai dan tinggal membayar tiket masuk.

BACA JUGA: Simak! Cara Aman Agar Terhindar dari Kejahatan Digital

“Jadi tinggal bayar saja karena pengecekan persyaratan untuk masuk wisata sudah dilakukan di lokasi pemeriksaan awal,” katanya.

Selain itu, sambung dia, hasil koordinasi dengan dinas perhubungan, akses bagi bus pariwisata akan dibuat satu jalur. “Jalurnya nanti bisa melalui TPR Baron atau Jalur Jalan Lintas Selatan,” katanya.

Hary menambahkan, untuk kesiapan dari sisi pengelola wisata, dinas pariwisata juga telah memberikan sejumlah pelatihan. “Upaya pendampingan dan pelatihan kepada pelaku wisata terus dilakukan agar semakin berkembang,” ungkapnya.

Pemkab Gunungkidul sendiri mengajukan 9 kawasan wisata untuk uji coba terbatas. Adapun destinasi wisatanya adalah Kawasan Pantai Baron sampai Seruni (ada 6 pantai), Gua Pindul, Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, Kawasan Pantai Wediombo (3 Kawasan Pantai), Kalisuci Cavetubing, Bejiharjo Edupark, Gunung Gentong, Gunung Ireng, dan Telaga Jonge. “Untuk pengajuan sudah dikirimkan pada 8 Oktober 2021 lalu,” kata Hary.

Sebelumnya, Bupati Gunungkidul secara khusus meminta kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno agar destinasi wisata di Bumi Handayani bisa segera dibuka. Menurut dia, berbagai persiapan sudah dilakukan, salah satunya melengkapi persyaratan berupa sertifikasi CHSE dan QR code untuk aplikasi Lindungi Peduli.

“Kami berharap bisa segera dibuka karena pembukaan juga menjadi salah satu bagian dari upaya pemulihan ekonomi,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

Ini Modus Kebocoran Tiket Wisata Gunungkidul, Pengujung Wajib Teliti
The Vibes of Paradise, Branding Baru Wisata Gunungkidul
Libur Sekolah, Pantai Gunungkidul Dipadati Wisatawan
On The Rock Drini, Resto Tebing Karst Baru di Gunungkidul

Video Terbaru

Berita Lainnya

  1. Panduan Lengkap Slot Online di JendelaToto
  2. Panduan Lengkap Main di Jendelatoto
  3. Main Slot Gacor Mudah Menang 2025
  4. Best Strategies for Togel Players

Berita Terbaru Lainnya

Pemkab Kulonprogo Bekali PPPK Paruh Waktu Soal Aturan Kepegawaian
Strategi DIY Tekan Kemiskinan Lewat UMKM dan Bansos
Strategi Gunungkidul Tekan Kemiskinan hingga 12 Persen Tahun Ini
Pemkab Bantul Genjot Penurunan Kemiskinan di 2026, Begini Strateginya
Talud Kali Gajah Wong Selesai Diperbaiki, Warga Pandeyan Jogja Lega
42 Ribu Hektare Lahan Pertanian di Gunungkidul Ditanami Padi
Pemkab Kulonprogo Targetkan Kemiskinan Turun hingga 13 Persen di 2026
Pemkot Jogja Gelontorkan Rp135 M untuk Proyek Infrastruktur
BPD DIY Serahkan Ambulans Baru untuk RSUD Prambanan
Kelurahan Gedongkiwo Jogja Optimalkan Transporter untuk Kelola Sampah