HomeJogjapolitan

Pentingnya UMKM Menguasai Teknologi Informasi

Oleh:Media Digital
16 Oktober 2021 - 08:17 WIB

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag DIY, Aris Riyanta

Harianjogja.com, JOGJA—Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan industri kecil menengah (IKM) dituntut untuk mengusai teknologi informasi (TI) untuk memasarkan produk, terlebih di masa pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Dosen Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (UII), Rininta Hanum, dalam webinar series terkait dengan Pemanfaatan TI yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Jumat (15/10).

Rininta mmengatakan berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika, baru 17% UMKM go digital karena keterbatasan kemampuan digital dan kurangnya literasi digital. Meski terlihat klise namun penguasaan TI sangat berperan penting.

“Dalam pengalaman pendampingan pelaku UMKM, yang didampingi terkadang mereka terbatas akses dan kemampuan digital. Pernah mengajar terkait medsos [media sosial] buat Instagram, Facebook memasukan email, waduh enggak punya email. Akhirnya langkah pertama buat email dan medsos. Butuh waktu dan edukasi lebih intens lagi UKM digital,” kata Rininta.

Namun saat ini beruntung banyak remaja, terutama mahasiswa yang sudah melek digital karena dilahirkan di era digital, sehingga tidak jarang kerap membantu orang tuanya mempromosikan dagangannya melalui media sosial.

Pemerintah Pusat menargetkan 30 juta UMKM go digital pada 2021. Tidak heran pendampingan UMKM untuk melek digital terus digenjot melalui kementerian dan BUMN.

Sebab UMKM merupakan penyerap tenaga kerja terbanyak. Bahkan dalam masa pandemi ini 62% UMKM tetap bertahan di saat perusahaan besar lainnya bangkrut. Terlepas dari itu semua Rininta mengatakan pelaku UMKM atau IKM perlu menguasai teknologi informasi.

Narasumber lainnya, Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Rocky Adiguna, mengatakan Teknologi Informasi (TI) sebagai pendorong model bisnis.

“TI dalam penciptaan nilai. Proses penciptaan nilai proses produksinya butuh tahu pelanggan maunya apa, kalau tradisional kayak penjahit kita tanya. Yang awalnya mungkin bisa nanya satu dua orang dengan tekonologi input-nya lebih beragam,” kata Rocky.

Kemudian TI dalam penangkapan nilai atau produk yang dihasilkan. Ia menyebut  pembayaran pembiayaan dan pencatatan keuangan, pembayaran saat ini banyak  dikenal seperti OVO, Gopay, Dana dan sebagainya. Hal tersebut bagi pelanggan mudah untuk transaksi. Karena enggak semua orang nyaman menggunakan uang fisik terlebih di tengah pandemi.   

Rocky menambahkan kemajuam UMKM di DIY yang menjadi kekuatannya adalah kebersamaan untuk maju. Beberapa rekomendasi untuk sama-sama berkembang adalah kalaborasi berbagai sektor. “Enggak cukup pelaku usaha jalan sendiri atau pemerintah jalan sendiri, ada pemerintah akademisi pelaku usaha, komunitas dan media jadi kunci. Ke depan harus lebih banyak lagi kalaborator,” ujar Rocky.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag DIY, Aris Riyanta mengatakan webinar series dengan tema pemanfaatan IT atau TI ini merupakan yang kesepuluh kalinya dari rencana 12 kali yang akan digelar selama tahun ini hingga Desember mendatang. Temanya berbeda-beda namun saling berkaitan.

Menurut Aris, perkembangan teknlogi informasi tidak bisa dihindarkan lagi sehingga pelaku IKM juga harus mengikutinya dalam memproduksi maupun memasarkan produknya. (ADV)

Tag: Dinas Perdagangan Editor: Maya Herawati

Artikel Terkait
Alat Ukur Pemilik Usaha di Sleman Wajib Ditera Ulang 2 years ago
Alat Timbang Puskesmas dan Posyandu di Bantul Ditera Ulang 2 years ago
Setelah Melatih Mengemas, Disdag Bantul Kini Latih UMKM Cara Pemasaran 2 years ago
Wah, Ada Sleman Hebat di Taman Kuliner Condongcatur 2 years ago

Berita Pilihan

Foto-foto Gagahnya Gunung Merapi pada Minggu Sore, Warganet: Mahaguru Menyapa DeJubah Hadirkan Gamis Pria dengan Kualitas Premium Vaksinasi Covid-19 Door to Door, BIN Kulonprogo Fasilitasi Warga di Perbukitan Harga Minyak Goreng di Gunungkidul Masih Tinggi Ketar-Ketir Desa wisata Sambut PPKM Level 3
Berita Terbaru
Ribut di Kaliurang, 4 Pemuda di Sleman Keroyok Korban dengan Pisua Lipat 2 hours ago
Waktu Sudah Mepet, Pemasukan Wisata di Gunungkidul Masih Kurang Rp2 Miliar 2 hours ago
Penularan Covid-19 di 4 SMA/SMK Sleman Dianggap Selesai 3 hours ago
Ini Langkah Cepat BRI Sikapi Kasus Skimming di Jogja 3 hours ago
Libur Akhir Tahun, Semua Bus Masuk Jogja Tetap Diperiksa di Terminal Giwangan 3 hours ago

Terpopuler

Hadiri Jagongan Kalurahan, Kanjeng Yudanegara Diskusi dengan Warga Girikerto Turi KAMPUS JOGJA : Prodi KPI UMY Pertahankan Akreditasi A RUMAH SAKIT JOGJA : ARSSI Wadah Bersatunya RS Swasta FACEBOOK BERUJUNG PENJARA : Pembela Nilai Tuntutan Terlalu Memaksakan Waspada, Ubur-Ubur Kembali Menepi di Pantai Gunungkidul
DamoGO Bantu Memecahkan Masalah Limbah Pangan 4 hours ago
Vaksinasi Booster Dosis Ketiga Sudah Terlaksana di Sleman 4 hours ago
Update 30 November 2021: Covid-19 DIY Tambah 20, Terbanyak Bantul 5 hours ago
Vaksin Booster di Bantul Mulai Sasar Sukarelawan 5 hours ago
Tersangka Pembunuhan Perempuan di Jakal Ternyata Anak-Anak, Korban Diperkosa Sebelum Tewas 6 hours ago