HomeJogjapolitan

Garebeg Mulud 2021 dan Arak-Arakan Gunungan Ditiadakan

Oleh:Sirojul Khafid
19 Oktober 2021 - 10:07 WIB

Warga dan wisatawan berebut beragam sesaiji yang terdapat pada gunungan dalam upacara tradisi Garebeg Sawaltahun Dal 1951 di halaman Masjid Gedhe Kauman, Keraton Ngayogyakarta, Jogja, Jumat (15/062/2018). - Harian Jogja/Desi Suryanto

Harianjogja.com, JOGJA– Pada Perayaan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW tahun 2021, Kraton Jogja kembali meniadakan Garebeg Mulud dan arak-arakan gunungan dan prajurit. Tahun ini perayaan dilakukan dengan membagi-bagikan ubarampe rengginang di Bangsal Srimanganti, Kraton Jogja, Selasa (19/10/2021) atau 12 Mulud Alip 1955.

Ada 2.700 buah rengginang yang dibagikan untuk tiga peruntukan, seperti halnya pelaksanaan Garebeg pada umumnya. Pembagian kepada Abdi Dalem Kraton Jogja, Pura Pakualaman, dan Kompleks Kepatihan. Selain ubarampe rengginang, kraton juga akan membagikan uang logam dan beras sebagai simbol dari udhik-udhik yang biasanya dibagikan saat pelaksanaan rangkaian perayaan Mulud.

Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Kraton Jogja, GKR Condrokirono mengatakan pelaksanaan Hajad Dalem peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW kali ini masih mengedepankan protokol kesehatan. “Hal ini dilakukan untuk menaati anjuran pemerintah sekaligus meminimalisir penyebaran Covid-19 di DIY. Oleh karenanya, pelaksanaan prosesi Garebeg disederhanakan dengan pembagian ubarampe saja. Hal ini sudah dilakukan sejak pelaksanaan Garebeg Sawal tahun 2020 lalu atau masa-masa awal pandemi Covid-19,” kata GKR Condrokirono, Senin malam (18/10/2021).

Sementara untuk Gamelan Sekati yang biasanya dikeluarkan dari kraton dan ditempatkan di Pagongan Masjid Gedhe untuk dibunyikan selama satu minggu, saat ini juga tidak dilakukan. “Miyos Gangsa [keluarnya Gamelan Sekati dari kraton ke pagongan] dan Kondur Gangsa [kembalinya Gamelan Sekati dari pagongan ke kraton] termasuk udhik-udhik, tidak dilakukan, sama seperti tahun lalu,” kata putri kedua Sri Sultan HB X ini.

Baca juga: Pemkab Usulkan 3 Titik Exit Tol di Kulonprogo, Ini Lokasinya

Meski arak-arakan gunungan dan prajurit ditiadakan, esensi dari pelaksanaan Garebeg tidaklah hilang. Garebeg merupakan perwujudan rasa syukur dari raja atas melimpahnya hasil bumi yang dibagikan kepada rakyatnya. Hal ini adalah bentuk konsistensi kraton dalam melestarikan budaya dalam berbagai situasi.

Selain itu, segala kegiatan pementasan paket wisata di Kraton Jogja juga masih diliburkan hingga waktu yang belum ditentukan. Meski demikian, pada masa pandemi ini Kraton Jogja menghadirkan konten seputar kraton melalui media sosial dan YouTube Kraton Jogja, yang dikelola Tepas Tandha Yekti.

Walaupun prosesi Miyos Gangsa dan Kondur Gangsa ditiadakan, Kraton Jogja tetap berupaya untuk melakukan edukasi budaya dengan meluncurkan 11 video tutorial Macapat pada Selasa (12/10/2021), tanggal yang seharusnya digelar prosesi Miyos Gangsa. Kesebelas tembang ini narasinya diambil dari teks Sapa Aruh yang disampaikan Sri Sultan HB X selama periode Februari hingga Juli 2021.

Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Kridhomardowo, KPH Notonegoro mengatakan peluncuran video tutorial Macapat volume 2 ini merupakan respons atas tingginya minat masyarakat pada video tutorial Macapat volume 1 yang telah diluncurkan pada 2020 lalu. “Kami mengapresiasi antusias masyarakat atas tanggapan dan respons yang baik pada peluncuran video tutorial Macapat tahun 2020 lalu,” kata KPH Notonegoro.

Selain bertujuan untuk sarana edukasi virtual mengenai kraton, konten tersebut juga diharapkan menjadi referensi kegiatan dan sajian budaya yang dapat dinikmati dan dipraktikkan masyarakat sembari tetap berada di rumah. Seluruh tutorial Macapat tersebut dapat disaksikan melalui kanal YouTube Kraton Jogja.

Tag: Kebudayaan Editor: Bernadheta Dian Saraswati

Artikel Terkait
OPINI: Kampung Budaya Ruh Keistimewaan Jogja 1 year ago
Soal Agenda Budaya 2020, Disbud DIY: Jumlahnya Tak Hanya 414 Kegiatan, Masih Bisa Terus Bertambah 1 year ago
Agenda Budaya 2020 Diluncurkan, Segini Jumlah Kegiatan Seni Budaya Sepanjang Tahun Ini 1 year ago
OPINI: Habitus Kebudayaan 1 year ago
Jaring Sineas Muda, Disbud Gelar Festival Film Gunungkidul 2019 2 years ago

Berita Pilihan

Foto-foto Gagahnya Gunung Merapi pada Minggu Sore, Warganet: Mahaguru Menyapa DeJubah Hadirkan Gamis Pria dengan Kualitas Premium Vaksinasi Covid-19 Door to Door, BIN Kulonprogo Fasilitasi Warga di Perbukitan Harga Minyak Goreng di Gunungkidul Masih Tinggi Ketar-Ketir Desa wisata Sambut PPKM Level 3
Berita Terbaru
Ribut di Kaliurang, 4 Pemuda di Sleman Keroyok Korban dengan Pisua Lipat 1 hour ago
Waktu Sudah Mepet, Pemasukan Wisata di Gunungkidul Masih Kurang Rp2 Miliar 1 hour ago
Penularan Covid-19 di 4 SMA/SMK Sleman Dianggap Selesai 2 hours ago
Ini Langkah Cepat BRI Sikapi Kasus Skimming di Jogja 2 hours ago
Libur Akhir Tahun, Semua Bus Masuk Jogja Tetap Diperiksa di Terminal Giwangan 2 hours ago

Terpopuler

Hadiri Jagongan Kalurahan, Kanjeng Yudanegara Diskusi dengan Warga Girikerto Turi KAMPUS JOGJA : Prodi KPI UMY Pertahankan Akreditasi A RUMAH SAKIT JOGJA : ARSSI Wadah Bersatunya RS Swasta FACEBOOK BERUJUNG PENJARA : Pembela Nilai Tuntutan Terlalu Memaksakan Waspada, Ubur-Ubur Kembali Menepi di Pantai Gunungkidul
DamoGO Bantu Memecahkan Masalah Limbah Pangan 3 hours ago
Vaksinasi Booster Dosis Ketiga Sudah Terlaksana di Sleman 3 hours ago
Update 30 November 2021: Covid-19 DIY Tambah 20, Terbanyak Bantul 4 hours ago
Vaksin Booster di Bantul Mulai Sasar Sukarelawan 4 hours ago
Tersangka Pembunuhan Perempuan di Jakal Ternyata Anak-Anak, Korban Diperkosa Sebelum Tewas 5 hours ago