Jogjapolitan

Harga Minyak Goreng di Gunungkidul Masih Tinggi

Penulis: David Kurniawan
Tanggal: 26 November 2021 - 00:37 WIB
Salah seorang pedagang di Pasar Argosari sedang membungkusi minyak goreng curah untuk dijual ke konsumen. Kamis (25/11/2021) - Harian Jogja/David Kurniawan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Harga jual minyak goreng di pasar tradisional masih tinggi. Kondisi ini sudah berlangsung sekitar dua bulan dan belum ada tanda-tanda penurunan.

Salah seorang pedagang kelontong di Pasar Argosari, Eni mengatakan, stok minyak di pasaran tidak banyak dan cenderung dibatasi. Akibatnya harga jual melambung tinggi dan hingga sekarang belum turun, meski kenaikan sudah terjadi sejak dua bulan lalu.

Untuk harga minyak kemasan per liternya dijual Rp18.000-19.000 per liter tergantung dengan merek. Di waktu normal harga jual minyak ini di kisaran Rp12.000 per liternya.

Kenaikan juga terjadi pada minyak curah. Di kondisi normal harga jual hanya Rp11.000 per kilogram, sedangkan pada saat sekarang menembus Rp19.000 per kilonya.

“Memang barangnya tidak banyak dan cenderung dibatasi. Misalnya, saya ingin membeli 50 karton minyak kemasan, oleh distributor hanya diberikan 25 karton,” kata Eni, Kamis (25/11/2021).

Menurut dia, kondisi ini sangat berbeda jauh dengan saat sebelum ada kenaikan. Di waktu normal tidak ada pembatasan pembelian karena setiap permintaan dipenuhi semua. “Ya sekarang tidak bisa. Bahkan ada minyak kemasan yang harga terbaru sudah keluar, tapi barangnya di tingkat distributor tidak ada,” keluhnya.

Baca juga: Satai Klatak hingga Mi Lethek Bantul Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Eni berharap harga jual bisa berangsur-angsur kembali normal sehingga tidak ada yang dirugikan dengan adanya kenaikan ini. “Mudah-mudahan stoknya bisa kembali lancar dan harga kembali normal seperti sedia kala,” katanya.

Ditambahkan, secara umum harga jual kebutuhan pokok di pasaran masih stabil. Ia tidak menampik ada kenaikan harga tepung terigu dari Rp6.000 menjadi Rp7.000 per kilogram. “Untuk gula masih normal di kisaran Rp12.000 per kilogram,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengakui harga jual minyak goreng di pasaran masih tinggi. Menurut dia, kondisi ini tidak hanya di Gunungkidul karena permasalahan juga terjadi di tingkat nasional. “Memang masih tinggi dan ini terjadi secara nasional,” katanya.

Kelik mengungkapkan, upaya pemantauan harga di lapangan terus dilakukan. Selain untuk melihat stok, juga memantau pergerakan harga dari waktu ke waktu.

“Masih relatif stabil, meski ada bahan pokok yang harganya naik, khususnya di komoditas minyak goreng, baik kemasan atau maupun curah,” katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

Stok Beras DIY 48.115 Ton, Bulog Jamin Aman Lebaran
Jelang Lebaran 2026, Stok Bahan Pokok Sleman Dipastikan Aman
Ini Kata Bupati Bantul Soal Kenaikan Harga Bahan Pangan
33,2 Juta KPM Terima Beras dan Minyak Goreng dari Pemerintah

Video Terbaru

Berita Lainnya

  1. Panduan Lengkap Slot Online di JendelaToto
  2. Panduan Lengkap Main di Jendelatoto
  3. Main Slot Gacor Mudah Menang 2025
  4. Best Strategies for Togel Players

Berita Terbaru Lainnya

Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 11 Maret 2026, Tiket Rp8.000
Kios Pantai Sepanjang Gunungkidul Hampir Rampung, Siap Sambut Lebaran
Jalan Terong-Dlingo Bantul Licin Saat Hujan, Warga Soroti Truk Tanah
AKI Sleman 2025 Capai 9 Kasus, Dinkes Waspadai Kehamilan KTD
Talut Sungai Jogja Rusak, Pemkot Siapkan Rp2 Miliar per Tahun
DPRD Kulonprogo Sidak Dapur MBG, Soroti Kualitas Gizi Anak
Habitat Komodo Flores Perlu Diperluas, Dosen UGM Ingatkan Ancaman
Pemkab Bantul Targetkan 875 Bidang Pematokan Tanah Kalurahan 2026
Siaga Bencana Jogja Diperpanjang hingga 31 Maret, 98 Kejadian Tercatat
Ini Golongan Kendaraan yang Bisa Melewati Ruas Tol Purwomartani Jogja