News

Dikosongkan dari Ribuan PKL, Malioboro Akan Disulap seperti Trotoar di Singapura

Penulis: Jumali
Tanggal: 01 Desember 2021 - 19:27 WIB
Jalan Malioboro, Kota Jogja, Minggu (5/9/2021). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi

Harianjogja.com, JOGJA—Trotoar Malioboro akan dikosongkan dari ribuan pedagang kaki lima (PKL) mulai tahun depan. Malioboro bakal dipercantik layaknya jalur pedestrian di Singapura.

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menargetkan relokasi dan penataan PKL Malioboro selesai pada 2024. Kepala Dinas Koperasi UKM DIY Srie Nurkyatsiwi mengatakan kawasan Malioboro didesain sebagai kawasan pedestrian alias pejalan kaki seperti yang diterapkan di beberapa negara. Salah satu rujukan penataan Malioboro adalah jalur pedestrian di Singapura, Orchard Road.

BACA JUGA: Bentrok Suporter Klub DIY di Dekat UIN, Polisi Tangkap 2 Orang

Jalur pedestrian di Singapura dibuat lebar dan ditumbuhi bunga-bunga sehingga memanjakan pejalan kaki. Di jalur pedestrian atau trotoar, tak ada pedagang kali lima. Tak hanya itu, jalur pedestrian di negeri jiran tersebut juga bebas asap rokok. Ihwal asap rokok, Pemerintah Kota Jogja sudah menetapkan Malioboro sebagai kawasan tanpa rokok (KTR) sejak 12 November 2020 berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Jogja No.2/2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Langkah selanjutnya adalah memindah ribuan PKL yang masih memenuhi trotoar. Pemindahan ini akan dilakukan oleh Pemda DIY. Srie Nurkyatsiwi mengatakan meski Malioboro akan dirancang seperti jalur pedestrian di Singapura, budaya lokal yang ada akan tetap dikedepankan. PKL akan ditempatkan dalam lokasi terpusat.

“Malioboro nantinya akan kosong dan tidak akan ada PKL untuk memberikan kenyamanan pengunjung. Tujuan dari penataan adalah untuk menaikkan kelas wisatawan yang datang dengan perpaduan lokalitas dan manajemen modern. Harapan kami, siapa pun yang ke Malioboro akan tetap kangen dengan Jogja dan kembali datang lagi,” ujar dia, Rabu (1/12/2021).

BACA JUGA: Pemkot Jogja Klaim Area Relokasi PKL Malioboro di eks Bioskop Indra Bakal Tetap Ramai

Relokasi PKL mulai dilakukan secara bertahap mulai Januari 2022. Kelak, pedagang akan dipindah ke eks Bioskop Indra dan eks gedung Dinas Pariwisata DIY. Sementara selter di dekat Hotel Grand Ina akan digunakan untuk menampung sementara pedagang, sembari menunggu eks Bioskop Indra dan eks gedung Dinas Pariwisata DIY siap digunakan.

“Di eks gedung Bioskop Indra sudah ada slot ruang di sana. Sudah ada bloknya. Ruangnya sudah ditata,” ungkap Siwi.

Saat ini, eks gedung Bioskop Indra masih tertutup rapat dengan seng. Pintu seng yang menutupi bagian depan juga dikunci rapat. Meski demikian, dari sela- sela lubang yang menutupi eks gedung bioskop terlihat bangunan tersebut masih terawat.

 

Berita Terkait

Jangan Ketinggalan, Ribuan Bakpia Dibagikan di Teras Malioboro 1
Arti 4 Prasasti yang Tertempel di Tugu Jogja

Berita Lainnya

  1. Luhut Urusi Minyak Goreng, Anggota DPR: Berpotensi Konflik Kepentingan
  2. Begini Dampak Penutupan Kantin Sekolah di Wonogiri
  3. Cantas, Aplikasi Sistem MLFF Jalan Tol Bebas Kuota Internet
  4. Kelebihan Beban, Truk Angkut Pakan Ayam Terguling Di Jumapolo

Berita Terbaru Lainnya

Long Weekend di Kaliurang, Siap-Siap Ada Satus Kethek Mudun Gunung
Begini Penjelasan Dinkes terkait DIY Nol Kasus Covid-19
Peringati Hari Jadi, Bupati Gunungkidul Kunjungi Pemimpin Terdahulu
Banyak Pasokan dari Luar, Masyarakat Diimbau Selektif Pilih Hewan Kurban
DIY Sentuh Nol Kasus Covid-19, Sultan Ingatkan Pandemi Belum Berakhir
Makin Longgar, Kewajiban Pakai Masker Hanya Berlaku di Ruang Kelas
Disdikpora Kulonprogo Dorong Pengembangan Seni dan Olahraga
Kasus Korupsi Lurah Karangawen Gunungkidul Mulai Disidangkan
Berkat Affandi, Profesi Seniman Eksis di Indonesia
Potensi Antarkomunitas Relawan di Mlati Sleman Akan Disinergikan