News

Status Tanah Sekolah Bermasalah, DPRD Minta Disdikpora Mendata Jumlah Pasti

Penulis: David Kurniawan
Tanggal: 02 Desember 2021 - 10:27 WIB
Ilustrasi gedung sekolah yang rusak - JIBI

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Anggota DPRD Gunungkidul mengendus kasus status tanah bermasalah tidak hanya terjadi di SD Negeri Mulusan di Kapanewon Paliyan. Pasalnya, permasalahan ini juga terjadi di kapanewon yang lain. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga diminta mendata ulang sekolah bermasalah dengan status lahan agar bisa diselesaikan secara bertahap.

Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S mengatakan, pendataan aset menjadi salah satu catatan yang diberikan oleh BPK. Salah satunya menyangkut aset tanah yang belum tertib.

Hal ini terlihat dari kasus di SD Negeri Mulusan di Kalurahan Mulusan, Paliyan. Meski telah berdiri puluhan tahun lalu, namun status tanahnya masih dimiliki oleh warga.

“Masalah ini harus diselesaikan dan kasus terkait status lahan tidak hanya di SD Negeri Mulusan, tapi juga terjadi di wilayah lain,” katanya, Kamis (2/12/2021).

Baca juga: Diterjang Lahar Hujan, Jaringan Air Bersih di Kali Boyong Putus

Ery meminta kepada disdikpora untuk melakukan pendataan berkaitan dengan status tanah sekolah bermasalah. Kepastian data sangat dibutuhkan untuk proses penyelesaian agar tidak menganggu proses kegiatan belajar mengajar di sekolah yang bersangkutan.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Anggota DPRD Gunungkidul dari Fraksi PDI Perjuangan, Marsubroto. Menurut dia, banyak sekolah di Gunungkidul masih bermsasalah dengan status tanah yang ditempati. Meski demikian, hingga sekarang kepastian datanya belum ada.

Ia mencontohkan di Kapanewon Gedangsari mulai sekolah dari SD, SMP hingga SMK yang belum memiliki kejelasan berkaitan dengan status tanah. Pasalnya, meski sudah digunakan, namun tanah tersebut belum dimiliki secara penuh.

“Memang jadi perkara dan proses penyelesaian masih dilakukan hingga sekarang,” katanya.

Dia pun meminta kepada disdikpora segera membuat bank data untuk mengidentifikasi dan mendata sehingga ada kepastian berkaitan dengan jumlah sekolah bermasalah dengan status tanah. “Kalau datanya tidak diketahui secara pasti, bagaimana bisa mau menyelesaikan. Makanya perlu didata dan setelah terkumpul diselesaikan satu per satu sesuai dengan kemampuan anggaran yang dimiliki,” katanya.

Pelaksana Tugas Sekretaris Disdikpora Gunungkidul, Kisworo saat dikonfirmasi kemarin membenarkan adanya sejumlah sekolah yang bermasalah dengan status kepemilikan tanah. Meski demikian, untuk jumlah detail belum memiliki data karena baru sebatas kasus per kasus.

“Misalnya ada di SD dan SMP 1 Gedangsari. Selain itu, ada juga di SMP di Girisubo. Masalahnya hampir mirip terkait dengan status tanah yang digunakan,” katanya.

Kisworo pun mengaku siap melakukan pendataaan. Meski demikian, pelaksanaannya tidak bisa sendiri karena melibatkan pihak lain seperti adan Keuangan dan Aset Daerah hingga Inspektorat Daerah. “Memang butuh duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan ini,” katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

WTP 13 Kali Berturut-turut, Pemkot Jogja Terima Penghargaan dari Kemenkeu RI
Penataan Kawasan Kumuh di Sungai Gajah Wong Dapat Apresiasi Bank Dunia
YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia
Menteri ATR: Dukung Penuh Transformasi STPN Jogja
Menteri ATR Mengklaim Jogja Bebas Mafia Tanah
8.900 Bidang Tanah Kraton dan Pakulaman Telah Disertifikasi
Pemanfaatan Tanah SG Boleh untuk Investasi, Ini Syaratnya..

Video Terbaru

Advertisement

Berita Lainnya

  1. PT Kliring Berjangka Catatkan Barang Resi Gudang Capai Rp1,04 Triliun
  2. Damkar Boyolali Buka Layanan Hotline Laporan Kebakaran, Catat Ini Nomornya!
  3. Prototipe Motor Listrik Rancangan Ridwan Kamil Dipamerkan di WJIS 2022
  4. KAI Access Punya Fitur Baru, Bisa Nonton Film Tanpa Kuota di Kereta

Berita Terbaru Lainnya

Fasilitas Penggilingan Padi di Karangmojo Mangkrak Bertahun-tahun
Respons Tragedi Kanjuruhan, Mahasiswa Gelar Aksi di Halaman Polda DIY, Ini Tuntutan Mereka
Update Stok Darah PMI DIY Hari Ini 6 Oktober 2022
Awas! Dampak Kebocoran Data Bisa Jadi Teror Muncul Sewaktu-waktu
Moncer di IATC 2022, Pemkab Gunungkidul Janjikan Penghargaan untuk Veda
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 6 Oktober 2022

Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 6 Oktober 2022

Jogjapolitan | 4 hours ago
Prakiraan Cuaca DIY: Berpotensi Hujan, Awas Angin Kencang dan Petir!
Rekrutmen P3K di Gunungkidul Menunggu Instruksi Resmi
Kenalkan Potensi Wisata Sleman Barat, Tour de Merapi 2022 Kembali Digelar
10 Stand Kuliner Ikut Meriahkan Sekati Ing Mall di Lippo Plaza