News

Pejabat Gunungkidul Terlalu Sering Dirombak, DPRD: Bisa Bikin Gaduh 

Penulis: David Kurniawan
Tanggal: 04 Januari 2022 - 21:37 WIB
ILustrasi lelang jabatan - JIBI

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyoroti proses penataan pejabat yang dilakukan bupati. Pasalnya, selain dinilai terlalu sering juga berpotensi menimbulkan kegaduhan di lingkungan pegawai sehingga berdampak terhadap kinerja.

Terlebih lagi, bupati telah berkomitmen akan melakukan evaluasi setiap tiga bulan sekali dan tidak segan-segan mengganti pegawai yang dirasa tidak sesuai. “Ya kalau setiap tiga bulan ganti, maka bisa membuat para pegawai menjadi tidak tenang. Ujung-ujungnya bisa berpengaruh terhadap kinerja,” kata Endah, Selasa (4/1/2022)

Sorotan yang disuarakan Endah pelantikan yang dilaksanakan pada Selasa (4/1/2022) tidak hanya mengisi posisi pegawai di organisasi perangkat daerah yang baru. Namun demikian, ada juga pergeseran pejabat untuk menduduki jabatan baru.

BACA JUGA: 4 Tips Ini Bisa Bikin Awet Muda dan Bahagia 

Penataan ini merupakan yang kelima kalinya, sejak Sunaryanta dilantik menjadi bupati pada akhir Februari 2020. Kocok ulang perdana dilaksanakan pada Sabtu (28/8/2021). Saat itu, ada 11 pejabat eselon II yang dirotasi guna menduduki jabatan baru. Berselang satu bulan atau tepatnya Sabtu (26/9/2012), bupati melakukan rotasi untuk pejabat eselon III dan IV dengan melibatkan sebanyak 297 pegawai.

Sedangkan penataan ketiga dilakukan pada Jumat (17/12/2021) dengan melibatkan tiga pejabat eseon II. Adapun penataan keempat dilaksanakan pada Kamis (30/12/2021) yan  122 pegawai di lingkup pemkab. Endah mengakui, penataan pejabat merupakan kewenangan yang dimiliki bupati.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa intensitas penataan yang terlalu sering, malah cenderung merugikan. Idealnya, menurut Endah penataan dilakukan setiap satu tahun anggaran sehingga diketahui secara pasti indikatornya, karena ada penyesuaian antara target dengan capaian yang diperoleh.

“Misalnya dinas pariwisata bisa dilihat dari capaian PAD di akhir tahun. Kalau tidak terpenuhi bisa diganti. Hal yang sama juga dilakukan di OPD lain sehingga ada indikator yang jelas,” katanya.

Endah menambahkan, akan meminta Komisi A untuk melakukan pencermatan tdan pengawasan terkait dengan proses penataan pejabat. “Nanti hasilnya akan kami masukan dalam fungsi pengawasan triwulan pertama dan rekomendasinya diserahkan ke bupati,” katanya.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta saat dikonfirmasi kemarin tidak menampik sering melakukan bongkar pasang di struktur pejabat di pemkab. Langkah ini diambil sebagai penyegaran serta pembinaan di lingkup kepegawaian.

“Akan kami evaluasi setiap tiga bulan sekali,” katanya.

Menurut Sunaryanta, evaluasi dan pergantian pegawai ini juga sebagai upaya mencari pejabat yang pas serta berkinerja bagus dan memiliki etos kerja yang baik. “Ya kalau tidak optimal, maka akan diganti hingga ditemukan pejabat yang pas,” katanya.

 

Berita Terkait

Eks Jubir Covid-19 Meninggal, Terawan: Achmad Yurianto Prajurit yang Gigih
H-5 Pelantikan, Sultan Belum Tahu Nama Penjabat Wali Kota Jogja & Bupati Kulonprogo
Siapa Pengganti Wali Kota Jogja & Bupati Kulonprogo? Ini Jawaban Sultan HB X
6 Nama Diajukan untuk Menjadi Penjabat Wali Kota Jogja & Penjabat Bupati Kulonprogo

Berita Lainnya

  1. Pedagang Pasar Cuplik Sukoharjo Kini Jualan di Pasar Darurat
  2. Peserta BPJS Kesehatan Jadi Syarat Jual-Beli Tanah, Ini Alasannya
  3. Fakta! Pria di Jawa Tengah Lebih Boros Daripada Wanitanya
  4. Daftar 6 SMK Terbaik di Soloraya, Paling Atas dari Wonogiri

Berita Terbaru Lainnya

Dugaan Praktik Curang Penjualan Migor di Jogja Berujung Penyelidikan
Kental Nuansa Indische, Begini Wajah Baru Pasar Beringharjo
Menghilang 2 Hari, Wisatawan Ditemukan Tak Bernyawa di Embung UII
Long Weekend di Kaliurang, Siap-Siap Ada Satus Kethek Mudun Gunung
Begini Penjelasan Dinkes terkait DIY Nol Kasus Covid-19
Peringati Hari Jadi, Bupati Gunungkidul Kunjungi Pemimpin Terdahulu
Banyak Pasokan dari Luar, Masyarakat Diimbau Selektif Pilih Hewan Kurban
DIY Sentuh Nol Kasus Covid-19, Sultan Ingatkan Pandemi Belum Berakhir
Makin Longgar, Kewajiban Pakai Masker Hanya Berlaku di Ruang Kelas
Disdikpora Kulonprogo Dorong Pengembangan Seni dan Olahraga