News

Begini Nasib Pemuda Bantul yang 'Preteli' dan Jual Perabot Rumah Ibunya 

Penulis: Catur Dwi Janati
Tanggal: 05 Januari 2022 - 15:47 WIB
Ilustrasi. - Freepik

Harianjogja.com, BANTUL- Tersangka kasus pencurian dan penjualan material bangunan rumah milik ibunya sendiri di Bantul kini telah ditangguhkan penahanannya. Pelaku hanya dikenai wajib lapor sampai penyidikan dari kejaksaan dihentikan.

Pada medio November 2021, seorang pria diamankan Polres Bantul karena aksinya mencuri dan menjual perabotan milik rumah orang tuanya tanpa izin. Berbagai jenis perabot, seperti kursi, almari, rak kayu, hingga kulkas milik sang ibu dijual tersangka. Tersangka yang merupakan sang anak selanjutnya dilaporkan oleh sang ibu ke pihak berwajib.

Anak tersebut pun lantas ditahan dan disangkakan Pasal 367 pencurian dalam keluarga, maksimal ancaman hukuman paling lama lima tahun. Kasus ini masuk delik aduan. Artinya bila pelapor mencabut laporan otomatis kasusnya akan dihentikan.

Kapolres Bantul, AKBP Ihsan menyampaikan kasus pencurian dalam keluarga di Kapanewon Pundong telah masuk tahap P21 di ranah kejaksaan. "Sudah kami serahkan, tapi orang tuanya korban tahunya masih diproses polisi. Sudah kami tangguhkan tersangka. Nanti untuk penghentian penyidikannya ada di pihak kejaksaan," terangnya pada Rabu (5/1/2022).

"Sesuai komitmen kami [kasus] ini adalah delik aduan. Dan beberapa hari yang lalu, ibunya datang ke Polres untuk mencabut laporannya. Sehingga yang bersangkutan kasusnya kami tangguhkan," ujarnya.

Dijelaskan Ihsan alasan pencabutan laporan, karena murni oleh permintaan ibu pelaku. "Jadi murni perasaan ibu terhadap anaknya. Karena bagaimanapun anak kandungnya," tambahnya.

"Bagaimana pun jiwa seorang ibu, ibu itu kan pasti punya jiwa kasih sayangnya, berharap anaknya dengan ditahan selama beberapa hari bisa sadar sehingga muncul  inisiatif untuk mencabut laporan," terangnya.

Saat ini pelaku dikenai wajib lapor pasca ditangguhkan penahanannya. "Nanti Bhabinkamtibmas kami juga akan secara rutin melakukan semacam pembinaan terhadap yang bersangkutan agar tidak mengulangi perbuatannya. Tapi sementara kita kenakan wajib lapor akrena statusnya masih penangguhan," tandasnya.

Panewu Pundong, Bangun Rahina mengatakan pelapor kasus penjualan perabot telah mencabut laporannya. Lembaganya mendampingi orang tua untuk mencabut laporan pada Rabu pekan lalu.

"Kemarin kami minta, waktu sebelum itu [pencabutan] karena dia nasrani, saya minta untuk dari pihak gereja bisa mendampingi  orang tua dan anaknya. Jadi kedua-duanya itu didampingi, difasilitasi biar akur waktu itu," terang bangun pada Rabu (5/1/2022).

Bangun yang ikut mendampingi orang tua pelaku saat pencabutan laporan, telah mewanti-wanti pelaku untuk berkelakuan baik pasca kejadian ini. "Waktu saya kesana saya juga sampaikan, anak tersebut harus merubah kelakuannya," ujarnya.

"Karena nanti anak tersebut akan selalu diawasi oleh pemerintah kalurahan melalui pak dukuh atau pun dari kepolisian. Saya sampaikan itu waktu belum keluar, pas masih di Polsek belum keluar itu," imbuhnya.

BACA JUGA: 5 Asteroid Dekati Bumi Sepanjang Januari 2022, 1 Seukuran Bangunan Besar

Diceritakan Bangun saat ini kondisi rumah korban yang merupakan sang ibu telah diperbaiki. Sebelumnya sejumah daun pintu telah dijual sang anak, hingga terkahir genting rumah pun telah diturunkan karena akan dijual. 

"Rumahnya sudah diperbaiki dari Kalurahan. Gentingnya, pintu-pintunya kemarin juga saya tanya ibunya sudah dipasang itu," tambahnya.

Pasca pencabutan laporan, Bangun menyampaikan kondisi anak dan ibu terlihat akur. "Karena sebenarnya orang tuanya ada trauma itu. Anaknya kalau minta sesuatu harus dituruti, kalau tidak diuruti sering memukul waktu itu," ujarnya.

"Tapi mudah-mudahan nanti tidak. Setelah ini jadi pelajaran bagi mereka," tandasnya.

Berita Terkait

Bawa Sajam Hendak Aniaya Korban, Seorang Pemuda Diamankan Polsek Muntilan
Pria Asal Kota Jogja Ditangkap Saat Curi Hijab & Bra di Bantul
Terungkap! Ahmad Sahroni Buka-bukaan Soal Modus Pemerasan Adam Deni 
Asyik Berjudi di Pinggir Pantai Gunungkidul, Lima Wisatawan Dicokok Polisi

Video Terbaru

Advertisement

Berita Lainnya

  1. Disnaker Wonogiri Bentuk Unit Layanan Disabilitas, untuk Apa?
  2. Pra Muktamar Muhammadiyah di Solo Digelar Akhir Mei, Ini Materinya
  3. Konsumen dan Aktivis Desak McDonald’s Asia Tinggalkan Kandang Baterai
  4. Ova Emilia Resmi Jabat Rektor UGM 2022-2027, Ini Foto-Foto Sertijab

Berita Terbaru Lainnya

Buya Syafii 3 Kali Serangan Jantung, Begini Kondisinya Sebelum Meninggal
Kisah Buya Syafii, Romo Santo: Sudah Terbaring Lemah Masih Ucapkan Selamat Natal
PPDB SMA/SMK DIY: Tempat Tinggal Radius 300 Meter dari Sekolah Otomatis Lolos
Buya Syafii Berpulang, Ganjar Langsung Datangi Masjid Gedhe Kauman Jogja
 Bukan di TMP, Buya Syafii Maarif Lebih Memilih Dimakamkan di Makam Muhammadiyah
Mari Bersama-sama Bijak dalam Mengelola Sampah
Dilema Penggunaan Gadget di Sekolah, Begini Sikap Disdikpora Kulonprogo
Buya Syafii Maarif Wafat, Sultan: Jogja Kehilangan Sosok Teladan
Perempuan Pulang Mengaji Jadi Korban Begal Payudara di Jogja 
Buya Syafii Maarif Akan Dimakamkan di Permakaman Muhammadiyah Nanggulan Kulonprogo