News

Ayah di Bantul yang Perkosa Anak Kandung Sejak SD Mengaku Kelainan

Penulis: Catur Dwi Janati
Tanggal: 05 Januari 2022 - 18:47 WIB
Jumpa pers kasus pencabulan anak di Polres Bantul pada Rabu (5/1/2022). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati

Harianjogja.com, BANTUL–Polres Bantul menetapkan N pria paruh baya asal Kapanewon Pandak sebagai tersangka kasus pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri. Tersangka terancam pidana 15 tahun penjara.

Kapolres Bantul AKBP Ihsan menjelaskan tersangka dijerat Pasal 82 Ayat (1) Jo 76E dan Ayat (2) UU. RI No.17/ 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No.1/2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No.3/2002 tentang Perlindungan Anak. "Ancaman pidana minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara," kata Ihsan pada Rabu (5/1/2021).

BACA JUGA: Survei UIN Jakarta: 39% Pelajar Percaya Pandemi Covid-19 Hukuman Tuhan

Pemerkosaan telah terjadi sejak korban masih duduk di bangku sekolah dasar, tepatnya kelas V. Saat duduk di kelas I SMP, korban juga diperkosa ayahnya. Tindakan pelaku berlanjut lagi saat korban menginjak di bangku sekolah menengah atas sederajat.

"Ini terus berulang. Kemudian karena merasa tertekan karena pelaku terus meminta kepada korban untuk melakukan hal yang sama, korban mengirim pesan Whatsapp kepada guru BK-nya," terang Ihsan.

"Dari keterangan tersangka, yang bersangkutan hiperseks. Dia juga pernah menghamili adik istrinya. Dari sini kami dapat menyimpulkan yang bersangkutan memang hiperseks, sehingga anak pun dijadikan korban pelampiasan," imbuhnya.

“Korban diancam tidak akan diberikan uang, di rumah tidak akan diberlakukan sebagai anak apabila menolak ajalan dari pelaku itu sendiri," imbuhnya..

Di hadapan awak media, N mengaku menyesal atas perbuatan yang dilakukannya. Pada saat jumpa pers, N masih meminta keluarganya untuk menjenguk saat dirinya ditahan. "Kalau bisa menjenguk," ujarnya.

Saat ditanya kenapa tega melakukan perbuatan cabul terhadap anak sendiri, N mengaku mimiliki kelainan seks. "Ya tadi, kelainan tadi," ujar NY.

BACA JUGA: Viral, Lowongan Kerja Pengasuh Boneka dengan Gaji Rp10 Juta per Bulan

Ketua Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak Dinsos Bantul Zainul Zain menegaskan korban saat ini masuk dalam pendampingan hukum dan psikologis oleh UPTD PPA Kabupaten Bantul.

Sementara, warga sekitar korban saat ini melakukan donasi untuk membantu perekonomian keluarga korban. Selain itu, biaya pendidikan korban telah ditanggung oleh dermawan di daerah sekitar tempat tinggal korban hingga sekolahnya tuntas.

Berita Terkait

Pacari dan Ajak Anak Berhubungan Badan, Pria di Jogja Dilaporkan Istrinya ke Polisi
Mahasiswa dari Jogja Gunakan Bujuk Rayu untuk Perkosa Anak
Sungguh Tega, Kakek 80 Tahun di Prambanan Perkosa Bocah 7 Tahun
12 Korban Pemerkosaan Herry Wirawan Ajukan Ganti Rugi

Video Terbaru

Advertisement

Berita Lainnya

  1. Raih Emas di SEA Games Vietnam, Atlet Takraw Asal Lumajang Diberi Rumah
  2. Berbagi Rasa Melalui Cerita di Wedangan Kapok Lombok Aston Solo Hotel
  3. Kunjungi Warga Solo, Gibran Dapati Bayi Stunting, Bergejala TBC Pula
  4. Pernah Jadi Orang Terkaya di Bumi, Berapa Kekayaan Bill Gates Sekarang?

Berita Terbaru Lainnya

Wamenkumham Tinjau Kesiapan Kanwil Kemenkumham DIY untuk Raih Predikat Birokrasi Bersih
WISATA JOGJA: Pembukaan Pasar Beringharjo Malam Hari Diperpanjang
Buya Syafii 3 Kali Serangan Jantung, Begini Kondisinya Sebelum Meninggal
Kisah Buya Syafii, Romo Santo: Sudah Terbaring Lemah Masih Ucapkan Selamat Natal
PPDB SMA/SMK DIY: Tempat Tinggal Radius 300 Meter dari Sekolah Otomatis Lolos
Buya Syafii Berpulang, Ganjar Langsung Datangi Masjid Gedhe Kauman Jogja
 Bukan di TMP, Buya Syafii Maarif Lebih Memilih Dimakamkan di Makam Muhammadiyah
Mari Bersama-sama Bijak dalam Mengelola Sampah
Dilema Penggunaan Gadget di Sekolah, Begini Sikap Disdikpora Kulonprogo
Buya Syafii Maarif Wafat, Sultan: Jogja Kehilangan Sosok Teladan