News

Pemkab Kulonprogo: Bandara YIA Belum Mampu Tekan Angka Kemiskinan

Penulis: Hafit Yudi Suprobo
Tanggal: 06 Januari 2022 - 19:07 WIB
Ruang tunggu Bandara YIA di Kulonprogo, Kamis (6/1/2022). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo menilai Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) belum mampu menekan angka kemiskinan di wilayah Bumi Binangun. Peningkatan ekonomi masih terkonsentrasi di area bandara, belum menyasar ke wilayah lain.

Wakil Bupati Kulonprogo, Fajar Gegana, mengatakan bandara yang berada di Kecamatan Temon belum mampu menjawab tantangan yang harus dihadapi oleh masyarakat di bandara dan di luar area bandara.

BACA JUGA: DPRD Gunungkidul Akan Bangun Gedung Baru Rp44 Miliar

“Secara keseluruhan di wilayah Temon belum ada peningkatan yang signifikan. Keberadaan bandara belum mampu untuk menjawab tantangan kami. Secara kultur, sosial, dan ekonomi masih sama saja,” kata Fajar pada Kamis (6/1/2022).

Menurut Fajar, peningkatan kualitas penduduk akan terdongkrak apabila area sekitar bandara sudah dibangun. Hotel-hotel yang sudah berdiri diharapkan mampu mendatangkan investasi ke Kulonprogo dengan kehadiran sejumlah orang dari luar daerah.

“Meski nanti gini ratio [ukuran kesenjangan] kami juga akan meningkat dengan adanya kehadiran pendatang yang masuk ke Kulonprogo," ungkap Fajar.

Pengentasan kemiskinan masih menjadi prioritas Pemkab Kulonprogo pada 2022. Pemkab Kulonprogo optimistis angka kemiskinan mampu ditekan dengan sejumlah langkah inovatif seperti evaluasi pemberi bansos dan upaya pemberdayaan UMKM.

"Kami juga akan melakukan pendataan ulang yang lebih detai lagi soal masyarakat miskin. Kami khawatir pendataan yang kurang tepat ini menjadi salah satu faktor tingginya angka kemiskinan. Faktor lainnya adalah memang mindset warga," ucap Fajar.

BACA JUGA: Cerita Keluarga Jalan-Jalan Setelah Pindahan, Kakak Beradik Meninggal Terseret Air Pasang Pantai Glagah

PTS General Manager Bandara Internasional Yogyakarta, Agus Pandu Purnama, mengatakan pandemi Covid-19 menjadi biang kerok upaya perseroan dalam mendulang keuntungan. Meskipun demikian, upaya perseroan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat juga terus dilakukan. Salah satunya dengan corporate social responsibility (CSR).

“Kami ada CSR sekitar Rp2 miliar untuk masyarakat di Kulonprogo. Kami juga concern terhadap penanganan stunting di Kulonprogo. Saya tetap berharap bandara ini punya multiplier effect tumbuhnya ekonomi di Kulonprogo. Bandara ini bisa menjadi masa depan Kulonprogo,” kata Agus Pandu.

 

Berita Terkait

Lion Air Buka Rute Pontianak-Jogja, Ini Harga Tiketnya
Rampung pada 2024, Bandara di Ibu Kota Baru Diklaim Semegah Bandara YIA
Di Luar Jasa Penumpang, Bandara YIA Bakal Andalkan Pendapatan dari Airport City
Imbas Sepi Penumpang, YIA Genjot Pendapatan Non Aero

Berita Lainnya

  1. Heboh Kisah KKN di Rumah Kosong Klaten, Mana Lokasinya?
  2. Penyanyi Ini bakal Jadi Bintang Tamu Pernikahan Adik Jokowi di Solo
  3. Solopos Hari Ini: Listrik Bersubsidi Tak Naik
  4. Bagaimana Cara Berjualan di CFD Solo?

Berita Terbaru Lainnya

Duet Ganjar-Perkasa Dinilai Capres Paling Ideal

Duet Ganjar-Perkasa Dinilai Capres Paling Ideal

Jogjapolitan | 20 minutes ago
Akhir Pekan, Bagaimana Kondisi Cuaca Jogja?

Akhir Pekan, Bagaimana Kondisi Cuaca Jogja?

Jogjapolitan | 40 minutes ago
Resmi Pimpin UGM sampai 2027, Ini Profil Ova Emilia
REKTOR BARU UGM: Setelah 55 Tahun, UGM Kembali Dipimpin Dokter
PLN Jogja Lakukan Pekerjaan Tanpa Padam

PLN Jogja Lakukan Pekerjaan Tanpa Padam

Jogjapolitan | 9 hours ago
Pesan Sultan untuk Penjabat Wali Kota & Bupati Kulonprogo
Turun, Segini Harga Minyak Goreng Curah di Kota Jogja
Terpilih Jadi Rektor UGM, Ova: Jadi Dokter, Saya Tak Sekadar Mengobati
Sultan Minta Pengunjung Malioboro Bijak Terkait Lepas Masker
Ketum Partai Ummat Temui Haedar Nashir di Kantor PP Muhammadiyah, Ini yang Dibahas