News

Dituding Sebar Hoaks di Info Cegatan Jogja, Akun Facebook Diadukan Penambang Kali Progo ke Polisi

Penulis: Hafit Yudi Suprobo
Tanggal: 12 Januari 2022 - 15:37 WIB
Penambang Pasir Kali Progo (P2KP) saat menggelar jumpa pers di Galur, Kulonprogo, Rabu (12/1/2022). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebuah akun Facebook dituding menyebarkan hoaks di Info Cegatan Jogja dan diadukan ke polisi oleh penambang pasir Kali Progo.

Paguyuban Penambang Pasir Kali Progo (P2KP) menyayangkan postingan yang yang menurut mereka tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Atas dugaan informasi bohong atau hoaks tersebut, paguyuban melayangkan pengaduan ke Ditreskrimsus Polda DIY.

BACA JUGA: Minta Penambangan Pasir Sungai Progo Disetop, Warga Nengahan Bantul Mengadu ke Kraton

Ketua Paguyuban Penambang Pasir  Kulonprogo (P2KP), Bima Heri Nugraha, mengatakan postingan seseorang berinisial AP yang diunggah di Grup Facebook Info Cegatan Jogja beberapa waktu lalu tak sesuai kenyataan.

“Kami seluruh anggota P2KP merasa disudutkan atas postingan yang di-upload di grup Facebook Info Cegatan Jogja yang diunggah oleh akun berinisial AP. Atas unggahan tersebut, kami melayangkan pengaduan ke Polda DIY pada Senin (10/1/2022),” kata Bima, Rabu (12/1/2022).

Menurut Bima, paguyuban menilai postingan Facebook tersebut sudah masuk dalam ranah pidana dan melanggat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE.

"Sementara ini baru sebatas pengaduan. Namun, tidak dipungkiri bahwa pengaduan tersebut bisa naik ke laporan polisi. Tergantung nanti update dari penyidik seperti apa. Kami mengikuti proses yang saat ini dilakukan oleh tim dari Ditreskrimsus Polda DIY," ujar Bima.

Penambang keberatan karena postingan tersebut menyebut penambangan dilakukan dengan menggunakan mesin sedot yang dilengkapi dengan mata bor.

"Pada Jumat (7/1/2022) telah ada kunjungan oleh dinas dinas terkait dan mereka menegaskan bahwa alat yang digunakan oleh sejumlah penambang bukan desain mesin bor dan mereka tidak menemukan mesin yang memiliki mata bor," tegas Bima.

Paguyuban Penambang Pasir Kali Progo (P2KP) merupakan perkumpulan dari pemilik izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP OP), pemilik IPR atau izin pertambangan rakyat, pemilik armada dump truck, pemilik depo pasir, supir truk, coker, pengompreng, dan pedagang warung.

"Kami adalah para pelaku penambangan pasir yang menggantungkan hajat hidup kami pada penambangan di Kali Progo. Anggota kami juga mayoritas tinggal di sepanjang Kali Progo. Kami tidak akan berdiam diri jika ada kegiatan yang membahayakan permukiman kami," terang Bima.

BACA JUGA: Terkejut Lihat Dampak Tambang Merapi, Sultan HB X: Ini Keserakahan

Sementara itu, DPRD Kulonprogo menaruh perhatian yang besar terhadap penambangan pasir yang diduga ilegal di Kali Progo. Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati mengatakan lembaganya bakal mengawasi penambangan pasir yang diduga ilegal.

"Pengawasan penggunaan jaminan reklamasi juga harus dilakukan secara ketat. Inspektur tambang dan pihak terkait juga harus berperan aktif dalam pengawasan penambangan pasir di sepanjang Aungai Progo," kata Akhid.

Berita Terkait

Harta Karun Miliaran Ton Emas dan Tembaga Terpendam di NTB
Peneliti UGM:  Proyek Tambang di Wadas Tidak Transparan dan Nonpartisipatif
Pakar Hukum Agraria UGM Ungkap Kejanggalan Pemaketan Bendungan Bener-Tambang Wadas
Polisi Sebut Pengepungan Warga Wadas Hoaks, Netizen: Pembuat Hoaks Terbesar Adalah Penguasa

Video Terbaru

Advertisement

Berita Lainnya

  1. Pernah Jadi Orang Terkaya di Bumi, Berapa Kekayaan Bill Gates Sekarang?
  2. Detik-Detik 1 Mobil Tertabrak KA di Prambanan Klaten
  3. Menyalakan Motor setelah Terendam Banjir, Ini yang Terjadi pada Mesin
  4. Tahun Ajaran 2021/2022 di Sukoharjo Nol Anak Putus Sekolah Jenjang SMP

Berita Terbaru Lainnya

Wamenkumham Tinjau Kesiapan Kanwil Kemenkumham DIY untuk Raih Predikat Birokrasi Bersih
WISATA JOGJA: Pembukaan Pasar Beringharjo Malam Hari Diperpanjang
Buya Syafii 3 Kali Serangan Jantung, Begini Kondisinya Sebelum Meninggal
Kisah Buya Syafii, Romo Santo: Sudah Terbaring Lemah Masih Ucapkan Selamat Natal
PPDB SMA/SMK DIY: Tempat Tinggal Radius 300 Meter dari Sekolah Otomatis Lolos
Buya Syafii Berpulang, Ganjar Langsung Datangi Masjid Gedhe Kauman Jogja
 Bukan di TMP, Buya Syafii Maarif Lebih Memilih Dimakamkan di Makam Muhammadiyah
Mari Bersama-sama Bijak dalam Mengelola Sampah
Dilema Penggunaan Gadget di Sekolah, Begini Sikap Disdikpora Kulonprogo
Buya Syafii Maarif Wafat, Sultan: Jogja Kehilangan Sosok Teladan