News

Eks Aktivis Kampus Menolak Disebut Pemerkosa, UMY Tegaskan Ada Perbuatan Asusila

Penulis: Newswire
Tanggal: 13 Januari 2022 - 19:37 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sudah memecat mahasiswa yang diduga melakukan pelecehan seksual. Eks mahasiswa tersebut menolak tuduhan pemerkosaan, sedangkan UMY menegaskan bekas mahasiswanya melakukan perbuatan asusila.

Eks mahasiswa yang juga sempat menjadi aktivis badan eksekutif mahasiswa (BEM) tersebut mengklaim hubungan badannya dengan tiga korban dugaan pelecehan seksual dilakukan atas dasar suka sama suka. UMY tidak mempersoalkan pembelaan eks mahasiswanya. Kampus menegaskan kejadian antara pelaku dan ketiga korbannya adalah tindakan asusila sehingga UMY memutuskan memecatnya.

BACA JUGA: Cegah Kekerasan Seksual Terulang, Kampus Diminta Segera Bentuk Satgas

“Pimpinan universitas mengeluarkan keputusan DO (drop out-red) tetap dengan tidak hormat meski pelaku dalam pernyataannya [menolak disebut memperkosa], tetapi[mengaku] memang ada perbuatan asusila,” ungkap Kepala Biro Humas dan Protokol UMY Hijriyah Oktaviani, Kamis (13/01/2022).

Menurut Hijriyah, kasus eks mahasiswa berinisial MKA tersebut sudah ditangani Komite Disiplin dan Etika Mahasiswa. Pelaku dinyatakan telah melanggar disiplin etika mahasiswa. Namun, ketiga korban belum membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

"[Langkah hukum] belum diputuskan, ini masih pendekatan [ke korban]. MKA sudah bukan mahasiwa UMY," kata dia.

BACA JUGA: Survei: Mayoritas Masyarakat Dukung Permendikbud PPKS Diterapkan di Kampus

Sebelumnya, Rektor UMY, Gunawan Budianto memberikan sanksi maksimal MKA dengan mengeluarkannya secara tidak hormat.

Pemberhentian ini didasarkan sidang Komite Disiplin dan Etik Mahasiwa sejak 2 hingga 5 Januari 2022 lalu. Kebijakan pemberhentian pelaku sesuai dengan Pasal 8 Peraturan Rektor UMU Nomor 017/PR-UMY/XI/2021 tentang Disiplin dan Etika Mahasiswa UMY. Pelaku terbukti dan mengaku telah melakukan perbuatan asusila sebagaimana tercantum dalam Pasal 24 Peraturan Rektor UMY Nomor 017/PR-UMY/XI/2021.

Investigasi itu dilakukan menyusul viralnya unggahan akun Instagram @dear_umycatcallers, yang membeberkan chat korban dengan terduga MKA. Dalam chat tersebut, korban mengaku diperkosa oleh pelaku setelah diajak ke rumah indekos. Dua korban lain pun akhirnya terbuka menyampaikan kasus serupa yang dialaminya sebelum 2018 lalu.

Berita Terkait

Rekam Wisatawan Cewek Mandi di Pantai Drini, Pria Ini Digelandang Polisi
Kiai S Terdakwa Kasus Pelecehan Seksual Santri Kulonprogo Dituntut 8 Tahun Penjara
Tak Setuju UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual, PKS Kulonprogo Dorong Judicial Review
Perempuan di Bantul Jadi Korban Pelecehan Seksual Saat Lari Pagi, Diikuti Pelaku Sampai ke Rumah

Berita Lainnya

  1. Kurs Rupiah Ditutup Menguat di Posisi Rp14.661 per Dolar AS
  2. Walhi: Banjir Rob di Jateng Akibat Masifnya Pembangunan di Pesisir
  3. Kasus Narkoba Solo Tertinggi Kedua di Jateng, Ini Pesan Selvi Ananda
  4. Pamit Beli Tepung, Seorang Pemuda Ditemukan Meninggal di Embung UII

Berita Terbaru Lainnya

Dugaan Praktik Curang Penjualan Migor di Jogja Berujung Penyelidikan
Kental Nuansa Indische, Begini Wajah Baru Pasar Beringharjo
Menghilang 2 Hari, Wisatawan Ditemukan Tak Bernyawa di Embung UII
Long Weekend di Kaliurang, Siap-Siap Ada Satus Kethek Mudun Gunung
Begini Penjelasan Dinkes terkait DIY Nol Kasus Covid-19
Peringati Hari Jadi, Bupati Gunungkidul Kunjungi Pemimpin Terdahulu
Banyak Pasokan dari Luar, Masyarakat Diimbau Selektif Pilih Hewan Kurban
DIY Sentuh Nol Kasus Covid-19, Sultan Ingatkan Pandemi Belum Berakhir
Makin Longgar, Kewajiban Pakai Masker Hanya Berlaku di Ruang Kelas
Disdikpora Kulonprogo Dorong Pengembangan Seni dan Olahraga