News

Viral Parkir Rp350.000 di Jogja, Polisi: Ternyata Mark Up Kru Bus Wisata

Penulis: Yosef Leon
Tanggal: 19 Januari 2022 - 20:22 WIB
Aparat kepolisian saat memeriksa petugas parkir yang diduga melakukan tarif nuthuk di Jalan Margo Utomo, Jogja, Rabu (19/1/2022). - Istimewa

Harianjogja.com, JOGJA—Polisi menjelaskan persoalan parkir bus wisata Rp350.000 di dekat Malioboro, Jogja, yang kemudian viral di medsos. Aparat kepolisian mengklaim tarif parkir nuthuk alias di luar batas kewajaran itu adalah mark up atau penggelembungan atas permintaan kru bus.

Dari jumlah tarif parkir Rp350.000, pengelola parkir mengaku hanya mengantongi Rp150.000.  Kepala Seksi Humas Polresta Jogja, AKP Timbul Sasana Raharja, mengatakan petugas telah menyelidiki insiden tarif parkir nuthuk di Jalan Margo Utomo, utara Malioboro beberapa waktu lalu. Dalam pemeriksaan aparat, pengelolaan itu dilakukan oleh tempat parkir bus wisata Jaman Edan.

BACA JUGA: Parkir Bus Nuthuk Rp350.000 di Jogja, Dishub Tak Berdaya

“Benar, aparat sudah melaksanakan pemeriksaan tadi sore ke lokasi, tepatnya di lokasi parkir Angkringan Jaman Edan Jl. Margo Utomo Jetis,” katanya Rabu (19/1/2022).

Timbul menjelaskan dalam insiden parkir itu polisi memeriksa koordinator parkir yang bernama Ahmad Fauzi, warga Belendung, Kecamatan Benda, Tangerang. Ahmad juga mengakui saat itu dirinya yang menerima dan memarkirkan bus wisata pada 15 Januari lalu itu.

Dalam pemeriksaan, Ahmad menyebut biasanya tarif parkir bus wisata sebesar Rp150.000. Jumlah itu termasuk fasilitas gratis toilet dan juga layanan cuci kendaraan.

"Mengenai tarif parkir yang viral di medsos senilai Rp350.000, itu atas dasar permintaan dari kru bus tersebut, sedangkan petugas parkir mengaku hanya menerima uang sebesar Rp150.000," ujar Timbul.

BACA JUGA: Viral Parkir Bus Rp350.000, Simak Tarif Parkir Resmi di Jogja

Menurut Timbul, penggelembungan (mark up) tarif parkir oleh kru bus wisata itu ditengarai dan diklaim kerap terjadi dan dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mendapat untung dari para wisatawan itu.

"Mark up tarif parkir tersebut adalah permintaan dari kru bus wisata. Menurut informasi dari petugas parkir, itu sering dilakukan dengan tujuan mengambil keuntungan lebih dari tarif parkir," ujarnya.

Berita Terkait

Polres Gunungkidul Selidiki Dugaan Pungli di Pantai Siung
Polisi Tilang Mobil Parkir di Bahu Jalan Malioboro
Ingin ke Malioboro saat Lebaran? Ini Lokasi Parkir yang Disiapkan
 kantong Parkir di Jogja Tak Akan Ditambah Meski Lebaran

Berita Lainnya

  1. Solopos Media Group Gelar Baksos di Panti Asuhan Wonogiri
  2. Diduga Terjangkit Hepatitis Akut, Bayi asal Jateng Dirawat di DIY
  3. Subsidi Minyak Goreng Dicabut, Ini Yang Jadi Acuan Ekspor
  4. Ini Kunci Sukses Tim SMAN 2 Solo Juarai Turnamen Mobile Legends

Berita Terbaru Lainnya

Ketua Komisi Yudisial Profesor Mukti Fajar Dikukuhkan Jadi Guru Besar UMY
Pandemi Covid-19 Mereda, Ardhian Luncurkan Tiga Produk Umrah Unggulan
Terdeteksi di DIY, Bayi 1 Tahun Diduga Kasus Hepatitis Akut
Pengecatan Fasad Pasar Beringharjo Habiskan 335 Liter Cat
Gapensi Kota Jogja Minta Aturan agar Lelang Proyek Tidak Jor-joran
Bangjo Unik di Jogja, Cuma Boleh Jalan Lurus. Sering Lewat?
DIY Kejar Penerbitan Lisensi Arsitek untuk Perizinan Bangunan Gedung
Mau ke Solo dari Stasiun Maguwo? Cek Jadwal KRL Hari Ini
Syukurlah! Penghuni Selter di Kota Jogja Nol, Vaksin Booster Capai 80 Persen
Awas! Gelombang Laut Selatan Diprediksi Sangat Tinggi Hari Ini