News

IMB Dihapus, Investor di Gunungkidul Diperbolehkan Membangun Terlebih Dahulu

Penulis: David Kurniawan
Tanggal: 20 Januari 2022 - 10:07 WIB
Ilustrasi proyek pembangunan. - Everypixel

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Pusat menghapus syarat izin mendirikan bangunan (IMB) dan menggantinya dengan persetujuan bangunan gedung (PBG) seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Cipta Kerja. Perubahan ini sangat memudahkan investor di Gunungkidul karena bisa membangun tanpa mengurus persetujuan terebut terlebih dahulu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Irawan Jatmiko, mengatakan Undang-Undang Cipta Kerja sangat pro investasi, meski sempat menjadi polemik hingga dikeluarkannya putusan dari Mahkama Konstitusi. Menurut dia, ada perubahan besar dalam pengurusan izin guna mendukung percepatan investasi.

BACA JUGA: Viral Parkir Rp350.000 di Jogja, Polisi: Ternyata Mark Up Kru Bus Wisata

Salah satunya penghapusan IMB dan menggantinya dengan PBG. Perubahan itu dinilai sangat mencolok karena proses tidak harus diurus terlebih dahulu. Hal ini berbeda dengan IMB yang merupakan syarat wajib yang harus diurus sebelum membangun untuk memulai usaha.

“Jadi PBG bisa diurus belakangan dan investor boleh membangun dulu,” katanya kepada wartawan, Rabu (19/1/2022).

Irawan menjelaskan sesuai dengan aturan yang berlaku, PBG bisa diurus paling lambat dua tahun setelah operasional usaha. Untuk memulai membangun, investor hanya cukup mendaftar di aplikasi Online Single Submission serta membuat surat penyataan diri kesediaan memenuhi persyaratan sesuai dengan klasifikasi usaha berbasis risiko.

“Untuk klasifikasi ada empat mulai dari risiko rendah, menengah rendah, menengah tinggi hingga tinggi,” ungkapnya.

Menurut dia, kemudahan tidak hanya terlihat pada proses pengurusan PBG. Namun demikian, juga ada ketentuan bahwa proses pengurusan harus sesuai dengan standarisasi waktunya karena apabila melebihi, maka sudah dianggap menyetujui.

“Untuk termin waktu pengurusan saya agak lupa detailnya. Contohnya apabila waktu pengurusan dua minggu, maka harus segera diproses pada saat dokumen pengurusan PBG masuk. Apabila melebihi batas dua minggu itu, maka pemkab dianggap telah memberikan persetujuan,” katanya.

BACA JUGA: Jogja Targetkan Rp97 Miliar dari Pajak PBB 2022

Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan investasi merupakan salah satu sektor yang menjadi unggulan, selain pengembangan pariwisata dan ekonomi kerakyatan. Meski demikian, ia menganggap pandemic corona menghambat masuknya investasi di Gunungkidul.

“Memang ada dampaknya dan sekarang harus merintis lagi investasi yang akan masuk ke Gunungkidul,” katanya.

Sunaryanta optimistis apabila keadaan pandemi bisa terkendal maka investor banyak yang akan masuk untuk menanamkan modalnya. “Sebenarnya sudah banyak yang mau datang, tapi karena pandemic semua menjadi terganggu,” katanya.

Berita Terkait

Investasi di Gunungkidul Terus Menggeliat
Tujuh Investor Lirik Benih Lobster Gunungkidul
Perbukitan Gunungkidul Dinilai Cocok untuk Pengembangan Industri
Tarik Minat Investor, Kawasan Industri Semin Bakal Diperluas

Berita Lainnya

  1. Viral karena Ucapan Tak Senonoh, Yeremia Rambitan Akhirnya Meminta Maaf
  2. Mengenal Tembakau Srintil dari Temanggung yang Terkenal Istimewa
  3. Kurs Rupiah Ditutup Menguat Rp14.617,5 per Dolar AS, Rabu (25/5/2022)
  4. Subsidi Minyak Goreng Dicabut, Inflasi Mengintai

Berita Terbaru Lainnya

Pandemi Covid-19 Mereda, Ardhian Luncurkan Tiga Produk Umrah Unggulan
Terdeteksi di DIY, Bayi 1 Tahun Diduga Kasus Hepatitis Akut
Pengecatan Fasad Pasar Beringharjo Habiskan 335 Liter Cat
Gapensi Kota Jogja Minta Aturan agar Lelang Proyek Tidak Jor-joran
Bangjo Unik di Jogja, Cuma Boleh Jalan Lurus. Sering Lewat?
DIY Kejar Penerbitan Lisensi Arsitek untuk Perizinan Bangunan Gedung
Mau ke Solo dari Stasiun Maguwo? Cek Jadwal KRL Hari Ini
Syukurlah! Penghuni Selter di Kota Jogja Nol, Vaksin Booster Capai 80 Persen
Awas! Gelombang Laut Selatan Diprediksi Sangat Tinggi Hari Ini
Siap-Siap! DIY Serentak Memasuki Kemarau Mulai Juni