HomeJogjapolitan

Setahun Terjadi 1.309 Kasus Kekerasan dalam Pacaran

Oleh:Budi Cahyana
24 Januari 2022 - 23:37 WIB

Foto ilustrasi. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA-Komnas Perempuan mencatat selama 2020 terjadi 1.309 kasus Kekerasan Dalam Pacaran (KDP). Kasus itu merupakan jumlah yang tidak sedikit dan bisa jadi sangat banyak yang tidak terungkap karena berbagai alasan.
Hal itu terungkat dalam webinar ''Sadarkan Diri Selamatkan Diri'' yang digelar Magister Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Tampil sebagai narasumber dalam acara tersebut yakni Koordinator Mitra Muda UNICEF Indonesia Bayu Satria, dan Piskolog dari Clinical Psychologist Sejiwa Psikologi, Silviani.
Koordinator Mitra Muda UNICEF Indonesia, Bayu Satria, menjelaskan menambahkani kekerasan dalam rumah tangga dan pacaran cukup tinggi. Ia menyampaikan ada 3.221 kekerasan terhadap istri, 1.309 KDP, 954 kekerasan terhadap anak perempuan, 127 kekerasan yang dilakukan mantan suami, 401 kekerasan yang dilakukan mantan pacar, 11 kekerasan terhadap pekerja rumah tangga dan 457 kekerasan personal lainnya.
Silviani menambahkan ada beberapa jenis KDP, yakni kekerasan fisik, seksual dan psikologi. Kekerasan fisik berupa serangan fisik yang dapat menimbulkan potensi lerugian atau bahaya aktual.
Kekerasan seksual segala upaya yang dilakukan dengan cara memaksa, mengancam dan menekan pasangan untuk terlibat dalam aktivitas seksual yang tidak dikehendaki. Bentuk kekerasan seksual antara lain mencium, memeluk, menyentuh, hingga memperkosa.
''Kekerasan psikologi lain lagi yakni kekerasan non-fisik yang sengaja dilakukan untuk melukai dan mengontrol secara emosional atau psikologis. Bentuk-bentuk kekerasan psikologi seperti mengejek. merendahkan, mempermalukan, mengancam akan merusak nama baik, menyebar gosip, memanipulasi, menjauhkan pasangan dari lingkungan sosialnya,'' kata Silviani.
Menurutnya, banyak penyintas yang tidak melaporkan kejadian KDP karena beberapa alasan. Mereka kurang memahami dan menyadari bahkan menganggap KDP sebagai bentuk perhatian atau cinta. Ada pula yang terisolasi dan kesulitan meminta bantuan, takut stigma dan revictimisasi serta takut rahasia tidak terjaga.
Silviani memberi beberapa langkah guna menghindari terjadinya KDP. Ia menyarankan pasangan untuk memperhatikan perilaku pacar, saling menghargai diri masing-masing, membuat batasan jelas dan menghabiskan waktu pribadi. ''Bagi yang telah mengalami KDP, ada sejumlah cara untuk melakukan pelaporan seperti ke lembaga bantuan hukum, lembaga perlindungan korban, konselingg profesional dan berbicara dengan orang yang benar-benar bisa dipercaya,'' katanya.
Ia menambahkan bertahan dalam hubungan yang berkekerasan bukanlah cinta sebenarnya. Itu merupakan cinta yang semu. Cinta yang sehat membantu pasangan menjadi individu yang lebih baik bukan tersiksa dan tidak bahagia. Setiap orang mempunyai hak untuk bahagia.

Tag: kekerasan Editor: Sugeng Pranyoto

Artikel Terkait
Pernah Divonis 6 Bulan, Remaja 15 Tahun Ini Kembali Ditangkap Polisi karena Kekerasan Jalanan 1 week ago
Tawuran Antarkelompok, 2 Pria Tewas Ditusuk 1 week ago
Perang Sarung, Dua Anak Jadi Korban Luka 2 weeks ago
Habis Bukber di JJLS, Pelajar Diserang di Jalan Samas 2 weeks ago
Polisi Tangkap Pembakar Mahasiswa Jogja 3 weeks ago

Berita Pilihan

Cakupan Jaminan Kesehatan di Sleman Tembus 95,79%, Lampaui Nasional Pedagang Daging di Kulonprogo Jualannya Turun, Imbas PMK? DPC PDIP Kota Jogja: Ibu Mega Inspiratif & Membanggakan Rakyat Indonesia Kota Jogja Kelola Sampah dengan Sambal Pedas Terasi Kompetisi Digital Bisa Percepat Penerapan Sekolah Pintar
Berita Terbaru
UNY Latih Alumni Siswa Calon Ayah-Ibu Mahir Arsip Keluarga 2 minutes ago
Mengenal Pangan Lokal untuk Kesehatan 12 minutes ago
Merapi Muntahkan Lagi Awan Panas Sejauh 2,5 Kilometer 51 minutes ago
200.000 Anak Muda Diajak Belajar Teknologi Digital Secara Gratis 1 hour ago
Cek Jadwal KRL Jogja-Solo, Termalam 20.22 WIB dari Lempuyangan 2 hours ago

Terpopuler

12.232 Peserta Ikuti UTBK UGM Presiden Izinkan Lepas Masker, tapi Begini Kebijakan DIY ... Rumah Warga Gunungkidul Disewa Rp17 Juta untuk Syuting KKN Desa Penari Bus Rombongan Takziah Terguling di Gamping, Satu Meninggal Bus Sekolah di Gunungkidul Penuh, Ada Siswa Menangis Tak Kebagian
Menguatkan Ruang dan Kesempatan Kelompok Difabel dalam Pesta Demokrasi 3 hours ago
Tidak Ada Klithih Apabila Remaja Berteater 4 hours ago
Panitia Muswil VII Buka Pendaftaran Calon Ketua MPW Pemuda Pancasila DIY 5 hours ago
Dinas Kominfo DIY dan KPID Siapkan Masyarakat Beralih ke Siaran TV Digital 6 hours ago
Wali Kota Jogja: Jangan Euforia Pelonggaran Masker 13 hours ago