News

Honorer Dihapus Tahun Depan, Pemerintahan Bantul Bisa Terganggu

Penulis: Ujang Hasanudin
Tanggal: 24 Januari 2022 - 16:47 WIB
Ilustrasi tenaga honorer ikut tes pegawai negeri sipil. - JIBI/Dok

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul bisa terganggu apabila penghapusan pekerja harian lepas (PHL) atau honorer pada tahun depan tak disertai dengan solusi dari Pemerintah Pusat.

Penghapusan honorer tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No.49/2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Dalam PP tersebut, pemerintah kabupaten dan kota tidak boleh lagi menerima PHL atau honorer. Sebagai gantinya, honorer yang memenuhi syarat agar mendaftar sebagai CPNS, sementara yang tidak memenuhi syarat mendaftar lewat Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

BACA JUGA: Sekolah Swasta di DIY Kesulitan Naikkan Gaji Honorer

Masa berlaku PP tersebut selama lima tahun atau sampai 2023 mendatang. Kepala Badan Pelatihan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Bantul, Isa Budi Hartomo, mengatakan wacana penghapusan PHL sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu, namun sampai saat ini belum ada instruksi atau langkah konkret yang menjadi acuan.

“Belum bisa ditindaklanjuti, kami masih menunggu langkah-langkahnya dari Pemerintah Pusat,” ujar Isa, Senin (24/2/2022).

Isa belum bisa menjelaskan langkah apa yang akan dilakukan setelah penghapusan PHL diberlakukan pada 2023 mendatang. “Kan belum ada instruksinya. Jangan-jangan nanti PHL diubah jadi PPPK,” ucap Isa.

Jika tidak ada langkah lanjutan, penghapusan honorer  akan sangat mengganggu kinerja organisasi perangkat daerah (OPD). Isa menyebut jumlah PHL di lingkungan Pemkab Bantul saat ini ada sekitar 1.700 orang. Dari jumlah tersebut paling banyak ada di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Perindustrian Perdagangan Usaha Kecil Menengah dan Koperasi. Sisanya tersebar di sejumlah OPD.

Sementara itu Sekretaris Komisi A Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Bantul yang membidangi pemerintahan, Jumakir mengatakan jika honoree dihapus sementara tidak ada solusinya, maka pemerintahan terancam kolaps.

BACA JUGA: Ratusan Guru Honorer Bantul Tak Lolos PPPK, Ini Solusi Pemkab

“Kalau PHL mau dihapus harus ada solusinya, karena jumlah PHL cukup banyak,” kata dia.

Menurut dia, keberadaan honorer selama ini cukup membantu tugas-tugas Pemkab Bantul melalui OPD karena jumlah pegawai negeri sipil (PNS) terbatas dan penerimaan CPNS juga selama ini terbatas kuotanya.

Berita Terkait

Ratusan Guru Honorer Bantul Tak Lolos PPPK, Ini Solusi Pemkab
Gaji Guru Honorer Sekolah Negeri di Kota Jogja Diklaim Sesuai UMP
Ini Daftar Gaji dan Tunjangan PPPK Guru Honorer

Berita Lainnya

  1. Heboh Kisah KKN di Rumah Kosong Klaten, Mana Lokasinya?
  2. Penyanyi Ini bakal Jadi Bintang Tamu Pernikahan Adik Jokowi di Solo
  3. Solopos Hari Ini: Listrik Bersubsidi Tak Naik
  4. Bagaimana Cara Berjualan di CFD Solo?

Berita Terbaru Lainnya

Ini Harapan Warga UGM pada Rektor Baru

Ini Harapan Warga UGM pada Rektor Baru

Jogjapolitan | 3 minutes ago
Duet Ganjar-Perkasa Dinilai Capres Paling Ideal

Duet Ganjar-Perkasa Dinilai Capres Paling Ideal

Jogjapolitan | 23 minutes ago
Akhir Pekan, Bagaimana Kondisi Cuaca Jogja?

Akhir Pekan, Bagaimana Kondisi Cuaca Jogja?

Jogjapolitan | 43 minutes ago
Resmi Pimpin UGM sampai 2027, Ini Profil Ova Emilia
REKTOR BARU UGM: Setelah 55 Tahun, UGM Kembali Dipimpin Dokter
PLN Jogja Lakukan Pekerjaan Tanpa Padam

PLN Jogja Lakukan Pekerjaan Tanpa Padam

Jogjapolitan | 9 hours ago
Pesan Sultan untuk Penjabat Wali Kota & Bupati Kulonprogo
Turun, Segini Harga Minyak Goreng Curah di Kota Jogja
Terpilih Jadi Rektor UGM, Ova: Jadi Dokter, Saya Tak Sekadar Mengobati
Sultan Minta Pengunjung Malioboro Bijak Terkait Lepas Masker