Jogjapolitan

Tender Proyek TPST Piyungan Senilai Rp25 Miliar Pernah Sempat Dibatalkan, Ada Apa?

Penulis: Tim Harian Jogja
Tanggal: 19 Mei 2022 - 13:27 WIB
Puluhan truk pengangkut sampah mengantre untuk menurunkan muatan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul, Rabu (8/1/2020 - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi

Harianjogja.com, SLEMAN-Tender proyek Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan transisi senilai Rp25 miliar sebelumnya pernah sempat dibatalkan oleh pemerintah.

Pembatalan tender tercantum di laman resmi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) per Kamis (19/5/2022). Pada item pekerjaan proyek TPST Piyungan transisi senilai Rp25 miliar tahun anggaran 2022, tak ada lagi daftar nama pemenang lelang. Hanya ada keterangan daftar pendaftar lelang dan keterangan "tender batal". Informsi itu dirilis pada 14 Februari 2022. 

Namun, pada 23 Februari 2022, proyek ini diumumkan dilanjutkan dengan keterangan tender sudah selesai.LPSE juga mencantumkan pemenang tender yakni PT Harry Graha Karya. 

BACA JUGA: Bakpia Mendadak Trending, Keberadaan Varian Kukus Diributkan

Harianjogja.com mencoba mengonfirmasi mengapa tender proyek tersebut sempat dibatalkan ke Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan energi Sumber Daya Mineral DIY, namun hingga berita ini diturunkan belum direspons.

Belakangan, proyek TPST Piyungan transisi menimbulkan polemik, seusai seorang warga asal Kalasan, Sleman Andry Lesmono melaporkan proyek ini ke Ombudsman RI (ORI) DIY beberapa waktu lalu karena dianggap bermasalah.

Andry Lesmono menyebut berdasarkan informasi yang ia himpun, kontraktor pemenang tender pengerjaan TPST Transisi ini dalam penggalian batu salah satunya menggunakan peledakan yang nilainya hampir 30% dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

Menurutnya, metode peledakan harus dilakukan oleh perusahaan peledakan, bukan perusahaan konstruksi. Padahal, kontraktor tersebut tidak pernah mencantumkan perusahaan lain sebagai pendukung, yang artinya akan dikerjakan sendiri.

Persoalan lainnya, Andry mengaku telah melacak jika kontraktor tersebut juga memalsukan personel dan pengalaman kerja personel.

Namun apa yang dilaporkan Andry dibantah perwakilan dari PT Harry Graha Karya Hendardo. Ia mengklaim, perusahaan yang beralamat di Medan, Sumatra Utara itu sudah memenuhi seluruh prosedur lelang yang disyaratkan pemerintah.

Dikonfirmasi Harianjogja.com, Hendardo menyatakan pelaporan tersebut hanya persoalan sakit hati. Pasalnya, pelapor tersebut menurutnya juga merupakan salah satu peserta tender proyek TPST Piyungan transisi.

“Intinya itu persoalan sakit hati saja, dari Pak Andry [pelapor] selaku warga Kalasan yang katanya sesali terkait proses pembangunan itu. Karena beliau juga bagian dari 10 orang yang ikut tender,” ujarnya ketika dihubungi Harianjogja.com, Rabu (19/5/2022) malam.

Dalam laporan ke ORI DIY itu, disebutkan kontraktor menggunakan metode peledakan pada salah satu proses pembangunan. Ia memastikan semua proses yang telah dilakukan oleh kontraktor sudah sesuai dengan persyaratan. “Pembangunannya sudah sesuai dengan SOP [standar operasional prosedur] yang sudah ada,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan pengalokasian anggaran sebesar 30% untuk peledakan tersebut sudah bagian dari proses pengerjaan proyek. “jadi lebih ke internalnya perusahaan kami. Sedangkan SOP-nya kan sudah ada, sudah jalan,” kata dia.

Terkait tudingan adanya pemalsuan data salah satu pekerja seperti yang dilaporkan ke ORI DIY, ia mempersilakan jika pelapor atau ORI DIY hendak mengecek langsung ke lapangan. “Saya rasa kan tinggal dipastikan saja ke lapangan,” katanya.

Setelah masuknya pelaporan tersebut, sampai saat ini ia juga belum mendapat kroscek dari ORI DIY. “Sejauh ini belum ada. Sejak tanggal 14 yang katanya mau nanti dipanggil atau melibatkan semua pihak untuk mengklarifikasi ini belum ada,” ujarnya.

Ralat Berita:

Berita ini telah diralat karena ada sejumlah kekeliruan data. Berita ini sebelumnya berjudul "Tender Proyek TPST Piyungan Transisi Senilai Rp25 Miliar Dibatalkan, Ada Apa?".  Mohon maaf atas kekeliruan ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

Komisi C DPRD DIY Soroti Beban Anggaran PSN di Tengah Fiskal Melemah
Kadin Dorong Magang Nasional untuk Lulusan SMK
Progres Jalan Kelok 23 Bantul-Gunungkidul Capai 88,58 Persen
Jalan Tembus Sleman-Gunungkidul Ditarget Rampung 2027

Video Terbaru

Berita Lainnya

  1. Panduan Lengkap Slot Online di JendelaToto
  2. Panduan Lengkap Main di Jendelatoto
  3. Main Slot Gacor Mudah Menang 2025
  4. Best Strategies for Togel Players

Berita Terbaru Lainnya

Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Jadwal lengkap KRL Jogja Solo Minggu 5 April 2026, tarif Rp8.000
Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Hotel Pinggiran Jogja Diserbu Wisatawan Saat Libur Paskah
Jangan Terlewat KIP Kuliah 2026 Dibuka Ini Jadwal dan Cara Daftar
Jangan Sampai Gugur, Ini Tahapan Daftar Ulang SNBP UGM 2026
Baju Lama Bisa Tampil Baru, Ini Cara Mewarnainya Agar Awet
Bawa Tikar Sendiri di Pantai Krakal Diminta Bayar, Ini Kata Pemkab