Advertisement
Banyak Dialami Masyarakat, Ini Penyebab Terjadinya Penyakit Tipes

Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Sakit tifus atau tipes merupakan sakit yang umum terjadi di Indonesia. Tipes adalah infeksi bakteri yang biasanya terjadi di daerah tropis dan disebabkan oleh bakteri yang disebut Salmonella typhi.
Konsultan Penyakit Menular Anak, Rumah Sakit Manipal Jalan Bandara Lama, Dr. Archana Mdilansir dari timesofindia mengatakan infeksi ini pada dasarnya menyebar melalui konsumsi makanan dan air yang tidak higienis.
Advertisement
Risiko ini meningkat terutama di tempat-tempat yang pasokan air bersih dan sanitasinya terancam. Kondisi seperti ini lebih banyak terjadi di daerah yang padat penduduk, terutama daerah kumuh perkotaan.
Cara penularan lainnya adalah melalui konsumsi makanan yang tidak sehat dan tidak higienis, terutama makanan yang dimasak sebelumnya, disimpan, atau didinginkan.
BACA JUGA: Tipes dan Kondisi Tubuh Drop, BPJS Kesehatan Jadi Andalan
Begini aktivitas dan kebiasaan berisiko tinggi terkena tipes:
Jajan sembarangan
Memakan jajanan pinggir jalan juga banyak terjadi pada anak-anak tersebut sehingga dapat meningkatkan risiko penularan.
Penggunaan Antasida Berlebih
Penggunaan antasida yang tidak perlu selanjutnya dapat membuat seseorang rentan terkena infeksi tipus. Antasida mengurangi kandungan asam di lambung yang merupakan faktor perlindungan alami terhadap infeksi.
Oleh karena itu, pengobatan sendiri atau penggunaan antasida yang tidak perlu harus dihindari. Kepadatan penduduk juga menjadi bahan bakar penularan, karena tipus dapat menyebar melalui benda asing. Risiko tersebut dapat dikurangi dengan menyediakan air matang untuk diminum, dan mengonsumsi makanan rumahan yang dimasak dengan baik.
Kebersihan Toilet
Jamban di rumah tangga wajib dibersihkan. Selain itu, teknik mencuci tangan juga harus diajarkan kepada semua anak di sekolah untuk mencegah penularan demam tifoid. Buang air besar sembarangan harus dilarang karena dapat meningkatkan kontaminasi makanan dan air, selama musim hujan yang juga menjadi faktor pendorong meningkatnya penyebaran penyakit tifus.
Mencuci tangan memainkan peran penting dalam mencegah cara penularan ini. Hal ini dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan pakai sabun selama 30-45 detik dan mengedukasi masyarakat dan anak di sekolah.
Demam tifoid dapat dicegah dengan vaksinasi tifoid. Vaksin ini juga dapat mengurangi keparahan infeksi.
Namun saat ini belum termasuk program imunisasi universal yang disediakan pemerintah. Oleh karena itu, masyarakat perlu diberikan edukasi mengenai ketersediaan vaksin tifoid terkonjugasi yang dapat diberikan dalam dosis tunggal mulai usia 6 bulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Istana Klaim Antisipasi Dampak Kebijakan Tarif Impor 32 Persen Trump
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Mayat Mengapung Ditemukan di Sungai Progo, Kulonprogo
- Arus Balik di Kulonprogo Mulai Meningkat, Ini Rekayasa Lalu Lintas yang Diterapkan
- Simak Jadwal KRL Jogja Solo Selama Libur Lebaran, Berlaku hingga 13 April 2025
- Rute dan Jadwal Bus Trans Jogja ke Tempat-Tempat Wisata
- Khusus Libur Lebaran hingga 13 April 2025, Berikut Jadwal KRL Solo Jogja dari Stasiun Palur Sampai Tugu Jogja
Advertisement
Advertisement