Lifestyle

Kerap Sakit Kepala Belakang Bisa Jadi Tanda Kolesterol Tinggi

Penulis: Ni Luh Anggela
Tanggal: 07 Desember 2021 - 01:37 WIB
Ilustrasi kolesterol - gll/getalife.com

Harianjogja.com, JAKARTA – Kolesterol tinggi adalah kondisi ketika kadar kolesterol di dalam darah melebihi batas normal. Semakin lama kondisi ini tidak diobati, semakin besar risiko yang ditimbulkannya terhadap kesehatan seseorang.

Mengapa ini bisa terjadi? Molekul lemak dapat menempel pada dinding bagian dalam arteri, sehingga menumpuk dan tersumbat seiring berjalannya waktu. Saat arteri menyempit, satu rasa sakit yang mengganggu mungkin timbul di bagian belakang kepala.

Ketika arteri menjadi semakin tersumbat, darah yang kaya akan oksigen tidak dapat mencapai organ. Ini juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami stroke dan serangan jantung.

Menurut Medical Hospitals, jika Anda sering mengalami sakit di bagian belakang kepala, ini mungkin merupakan indikasi kolesterol tinggi.

Mereka menuturkan penyumbatan pembuluh darah di area sekitar kepala menyebabkan sakit di bagian belakang kepala. Ini terjadi ketika pembuluh darah tersumbat oleh plak kolesterol. Jika dibiarkan, pembuluh darah bisa pecah dan menyebabkan stroke, demikian dilansir dari Express, Senin (6/12/2021).

Tidak hanya itu, penyumbatan juga dapat terjadi di pembuluh darah lumbal, yaitu arteri yang terletak di punggung bawah.

Sebuah studi yang menyelidiki hubungan antara nyeri punggung dan kolesterol tinggi telah menemukan bahwa rasio LDL tinggi dan HDL rendah secara signifikan terkait dengan nyeri punggung bawah.

Arteri yang menuju ke punggung bawah adalah bagian tubuh pertama yang menumpuk plak dan menunjukkan tanda-tanda penyumbatan.

Berkurangnya aliran darah ke punggung bawah dapat melemahkan cakram yang melindungi tulang belakang dan menyebabkan saraf terjepit.

Menurut penelitian, orang yang menderita sakit kronis jauh lebih mungkin mengalami penyumbatan arteri lumbal dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami sakit punggung.

Tetapi, komplikasi yang terkait dengan penyumbatan arteri paling sering terkonsentrasi di kaki dan dada. Ini karena otot-otot tungkai membutuhkan volume oksigen yang lebih tinggi sebagai akibat dari aktivitas fisik yang lebih besar.

Nah, penyumbatan yang terjadi di dada secara medis disebut sebagai angina. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit di sisi kiri dada, dan membutuhkan perhatian medis sesegera mungkin.

Lalu bagaimana cara mencegah penyumbatan pembuluh darah?

Ada banyak faktor yang terkait dengan penyakit arteri. Beberapa diantaranya tidak dapat diubah seperti, genetika dan usia.

Namun, hal-hal seperti merokok, stres dan alkohol perlu Anda hindari karena dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.

Sementara itu, mengikuti pola makan yang sehat dan rutin berolahraga merupakan kunci utama menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Berita Terkait

Penderita Hipertensi Perlu Hindari Suplemen Ini
Gigi Goyang pada Dewasa Tanda Masalah Serius pada Gusi
Jangan Diabaikan, Ini Tanda Tubuh Kekurangan Protein
Imunisasi Jadi Kunci Cegah Penyakit Anak Saat Liburan Akhir Tahun

Video Terbaru

Berita Lainnya

Berita Terbaru Lainnya

Neuralink Siap Produksi Massal Implan Otak Mulai 2026
Wolf Moon 3 Januari 2026: Supermoon Paling Terang Awal Tahun
Unik, Ini Negara yang Tak Sambut Tahun Baru Masehi
15 Menu Makanan Bakar Favorit untuk Malam Tahun Baru 2026
Amalan Doa Awal Tahun 2026, Dibaca Tiga Kali
Lengkap! Ucapan Tahun Baru 2026 Bahasa Inggris dan Artinya
Inggris Rilis Travel Warning 2026, Indonesia Masuk Daftar Beresiko
Tahun Baru 2026, Orang Tua Diminta Cegah Aktivitas Berisiko Anak
Resep Shabu-Shabu Jepang Praktis untuk Menu Tahun Baru 2026
Makanan Ini Dianggap Bawa Hoki di Tahun Baru