News

Lari Bisa Menjaga Kesehatan Mental, Kok Bisa?

Penulis: Abdul Hamied Razak
Tanggal: 21 Januari 2022 - 13:07 WIB
Ilustrasi olahraga lari - Reuters

Harianjogja.com, SLEMAN-Isu kesehatan mental semakin mencuat di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Tidak sedikit yang membutuhkan pertolongan pakar seperti psikolog dan psikiater. Padahal ada cara lain untuk meningkatkan kesehatan mental, yakni dengan lari.

Lari merupakan salah satu olahraga yang terbilang mudah untuk dilakukan karena tidak membutuhkan banyak peralatan. Olahraga ini juga dapat menyehatkan tubuh, bukan hanya secara fisik tetapi juga pada mental seseorang.

Peneliti psikologi, dosen sekaligus pendiri HatiPlong, Farah Djalal menjelaskan ada banyak isu kesehatan mental yang sering dialami kaum muda. Mulai dari kecemasan, depresi dan stress, serta belum lagi stigma dan diskriminasi terhadap mereka yang sedang mengalaminya.

Ketika orang mengalami stres, katanya, penyaluran emosi dapat dilakukan secara fisik dengan berolahraga dan secara mental dengan 'curhat'. "Nah, berlari merupakan salah satu olahraga yang terbukti oleh penelitian mampu memproduksi hormon endorphins pemicu perasaan positif serta produksi hormon Leptin yang meningkatkan energi dan motivasi seseorang," katanya melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Kamis (20/1/2022).

Menurut Farah, berlari bisa memberikan manfaat untuk kesehatan mental. Keseimbangan antara fisik dan mental, kata Farah merupakan salah satu kunci untuk memiliki well-being yang berkualitas. "Terkadang jika kita merasa sakit fisik, itu berpengaruh terhadap kesehatan mental. Mental kita juga lagi enggak benar, itu berpengaruh terhadap kesehatan fisik," katanya.

Baca juga: Gaji Harus Anda Prioritaskan untuk Hal Ini

Itulah sebabnya dibuat kampanye Movement Kolektif 'Pelarian' yang diinisiasi Creative Tribe. Kampanye ini dibuat bagi masyarakat Indonesia yang butuh pelarian dari gangguan kesehatan mental seperti anxiety (gangguan kecemasan), depresi, dan stres, dengan cara berlari.

Strategic Planner Creative Tribe, Iman Sadeqh, mengatakan awal mula kampanye ini terinspirasi dari seorang teman yang bisa berlari hingga puluhan kilometer saat diterjang penat pekerjaan dan aktivitas sehari-hari bersama keluarga.

Lewat berlari, rekan Iman mampu rehat sejenak dari aktivitas keluarga dan pekerjaan, sehingga ia bisa kembali mulai bekerja dan bertemu dengan keluarga. "#pelarian adalah sebuah kegiatan untuk menjauhkan diri dari berbagai isu kesehatan mental seperti anxiety, depresi, stres, dan lainnya, yang dalam kesempatan ini ini dilaksanakan dalam bentuk aktivitas berlari bersama," terang Iman.

Adapun ajang lari bersama ini digelar pada Minggu pagi, 13 Februari 2022, seraya mengenakan kaus putih, tanda turut serta dalam kampanye ini. Tidak ada pertemuan dan tempat khusus untuk pelaksaan kampanye ini. "Siapapun, usia berapapun, bahkan disabilitas sekalipun bisa meramaikan kampanye dengan berlari di mana saja, sejauh yang disanggup lalu mempostingnya di media sosial, dengan hastag #pelarian dan #endxiety," kata Iman. *

Berita Terkait

Kenaikan Sabuk Karateka Bagian Pembentukan Karakter Anak
Indonesia Peringkat 3 Sea Games 2021 Vietnam, Kantongi 242 Medali
Cetak Sejarah! Timnas Basket Indonesia Rebut Emas Pertama di Sea Games 2021
Selamat! Tim Bola Voli Pantai Indonesia Rebut Medali Emas dan Perak Sea Games 2021

Berita Lainnya

  1. Mengenal Tembakau Srintil dari Temanggung yang Terkenal Istimewa
  2. Kurs Rupiah Ditutup Menguat Rp14.617,5 per Dolar AS, Rabu (25/5/2022)
  3. Subsidi Minyak Goreng Dicabut, Inflasi Mengintai
  4. Ini 9 Lokasi Parkir Tamu Pernikahan Adik Jokowi dengan Ketua MK

Berita Terbaru Lainnya

Lepas Masker Sudah Boleh sih, tapi Perhatikan 3 Hal Penting Ini Dulu!
Yuk! Manfaatkan Diskon Tanggal Muda pada Long Weekend Pekan Ini
Prakerja Gelombang 30 Dibuka! Ini Caranya Biar Lolos
Perusahaan Terapkan WFA? Ini Yang Harus Anda Siapkan
Jangan Anggap Remeh! Kenali Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Asam Urat
4 Kesalahan Aquarius dalam Menjalin Hubungan
Bubur Sumsum, Kuliner Jogja saat Pembubaran Panitia Hajatan. Resepnya?
Dimulai pada Usia 9-12 Tahun, Ini Tanda-tanda Menstruasi yang Sehat
Suara Berubah, Bisa Jadi Tanda-Tanda Kanker Tiroid
Mudah dan Hemat, Begini Cara Ubah Tampilan Rumah