News

Peneliti UMY Olah Limbah Tinja Jadi Biogas yang Ramah Lingkungan

Penulis: Media Digital
Tanggal: 28 September 2021 - 06:17 WIB
Pengolah limbah tinja yang dapat menghasilkan energi biogas dan limbah ramah lingkungan. - Istimewa

Harianjogja.com, JOGJA—Peneliti Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Muhammad Heri Zulfiar, S.T., M.T., membuat inovasi pengolah limbah tinja yang dapat menghasilkan energi biogas dan limbah ramah lingkungan. Alat tersebut dibuat berbahan pipa PVC dengan instalasi berbentuk horizontal dan vertikal dengan sudut dan ukuran tertentu.

Banyak masyarakat yang menganggap proses penguraian tinja hanya berlangsung satu tahapan dengan desain yang dibuat hanya menggunakan satu ruang pengolahan yang disebut tangki septik (biasanya disebut septic tank).

“Perlu kita ketahui bahwa penguraian tinja melalui tiga proses tahapan, yaitu: proses aerobik, proses pengendapan, dan proses anaerobic. Sistem tangka septik yang menggunakan satu tahapan tidak mampu memisahkan proses aerobik serta anaerobik sehingga proses penguraian tinja tidak dapat bekerja secara optimal serta menyebabkan tinja tidak terurai dan juga konstruksi pengolah tinja sering kali menjadi penuh sebelum pada waktunya. Hal lain yang juga jarang diketahui oleh masyarakat adalah pemanfaatan kandungan metan sebagai gas yang dapat digunakan untuk sebagai sumber bahan bakar untuk kebutuhan memasak,” kata Dr. Muhammad Heri Zulfiar, S.T., M.T.

Dr. Muhammad Heri Zulfiar, S. T., M. T., yang juga dosen Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik UMY pun melakukan inovasi melalui risetnya yang menghasilkan sistem pengolahan tinja berbasis pipa yang mampu menghasilkan sumber energi bahan bakar biogas.

Berdasarkan Data Paten Nomor S00201200222 / IDS000001556  pada Pangkal Data Kekayaan Intelektual Dirjen Kekayaan Intelektual (PDKI DJKI) Kemenkumham RI, prinsip dari invensi ini adalah memanfaatkan potensi gas dari limbah tinja dalam tangki septik dengan mengoptimalkan proses tahapan serta desainnya, sehingga dapat menghasilkan gas metan secara maksimal dan mampu digunakan sebagai energi alternatif yang dapat digunakan dalam skala rumah tangga.

Konsep invensi ini adalah membuat konstruksi yang terdiri dari tiga ruangan terpisah berbasis pipa PVC, Fiber Glass, atau sejenisnya, yang disesuaikan dengan tahapan penguraian. Metode untuk menghasilkan gas metan pada invensi ini adalah dengan membuat proses an-aerob di ruang kedap (tidak bocor) yan bertujuan agar gas yang dihasilkan tidak bocor keluar.

Gambar di atas menunjukkan beberapa bagian dari invensi ini diantaranya: pipa horizontal (10), pipa kecil vertical (20), pipa besar vertical (30), dan pipa besar horizontal (40). Pipa kecil terletak dalam pipa besar, yang berfungsi sebagai proses aerobik untuk mengurai tinja yang masuk dengan air, udara yang kaya akan oksigen, serta suhu dan kelembaban tertentu.

Hal tersebut terjadi karena pemasangan pipa tambahan yang terhubung dengan udara luar. Dengan kondisi tersebut, maka laju penguraian kotoran di pipa kecil menjadi lebih baik. Proses pengendapan kotoran terjadi pada pipa besar vertical. Hal tersebut terjadi karena perubahan berat jenis kotoran akibat penguraian oleh bakteri arob serta memunculkan tekanan gaya angkat.

Proses penguraian kotoran serta munculnya gas metan terjadi pada dasar pipa besar vertical yang tertutup. Hal tersebut terjadi karena penguraian oleh bakteri anaerob yang tidak membutuhkan oksigen namun memerlukan kelembaban tertentu serta suhu yang stabil. Kotoran dan gas metan yang telah dihasilkan akan terangkat naik dan tertampung pada pipa besar horizontal. Gas metan disalurkan melalui pipa tambahan ke tempat penampungan gas untuk selanjutnya digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak.

Menurut Dr. M. Heri Zulfiar yang juga merupakan ahli manajemen konstruksi, invensi ini memiliki perbedaan yang signifikan apabila dibandingkan dengan pengolahan limbah sederhana (tangki septik) yang ada pada umumnya, yaitu bentuknya yang lebih mudah dipasang serta memanfaatkan gas (metan) sebagai sumber energi bahan bakar untuk memasak.

Hal lain yang juga menjadikan inovasi adalah pengoptimalan saluran pipa pembuangan ke resapan atau sungai yang berfungsi sebagai proses penguraian limbah, sehingga diharapkan akan mengurangi lahan pembuatan tangki septik konvensional serta beban biaya pembuatannya. Selain itu kotoran (slurry) yang dihasilkan dapat dibuang secara langsung dengan mengurangi dampak terhadap lingkungan, atau hasil pembuangan yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk (composting).  Untuk informasi lebih lanjut, bisa hubungi lri@umy.ac.id atau mengunjungi www.lri.umy.ac.id. (ADV)

 

Berita Terkait

UMY Berdayakan Petani Ikan Kolam di Mejing Kidul Gamping
Dosen UMY Beri Pelatihan Komunikasi Terapeutik dan Hibah Alat Inframerah Berbasis Android
Selalu Diburu dan Ditunggu Mahasiswa, UMY Bagikan 4.000 Box Menu Buka Puasa Setiap Hari
Abdimas UMY Latih Pengelolaan Wisata di Candi Cetho, Karanganyar

Berita Lainnya

  1. Jadwal Bioskop XXI Hari Ini (21/5/2022): Filmnya Keren-keren Hlo
  2. Lirik Lagu Lara – Difki Khalif feat Ariel Noah
  3. Dekorasi Pernikahan Adik Jokowi-Ketua MK di Solo Berkonsep Jawa Klasik
  4. 10 Berita Terpopuler : Semarang Kota Terpanas – Gibran Tambah Mumet

Berita Terbaru Lainnya

Optimalkan Tangkapan Ikan, Peneliti UMY Kembangkan Mata Kail Pancing
UMY Kembangkan Dandang Inovasi Bersirkulasi Uap, Dukung Pengembangan UMKM di Bidang Bisnis Pangan
Peduli Kesehatan Fisik dan Mental, UMY Kembangkan Alay Terapi bagi Pasien Insomnia
Dukung Produktivitas Ekspor Buah, UMY Kembangkan Sistem Pemilah Buah
Dosen Komunikasi UMY Diseminasikan Riset Komunikasi Bencana di Lombok Utara
Dosen UMY Diseminasikan Riset Komunikasi Bencana di Karangasem Bali
Bantu Lansia & Pasien, Tim Peneliti UMY Ciptakan Kupobab, Kursi Portabel Buang Air Besar
UMY Kembangkan Alat Solder Listrik untuk Lindungi Kesehatan Pekerja Patri Barang Elektronik
Dosen UMY Kembangkan Rompi Pijat Pelancar ASI
Dosen UMY Diseminasikan Hasil Penelitian Komunikasi Bencana di Pacitan