News

TNI AL Tambah 3 Kapal Selam dari Korea

Penulis: Newswire
Tanggal: 27 April 2018 - 17:17 WIB
Kapal selam kelas Changbogo, Nagapasa 403 termasuk tipe U-209/1.400. Nagapasa 403 merupakan kapal selam multi guna yang mampu melakukan perang anti kapal permukaan, anti kapal selam, dan mendukung misi pasukan khusus. Untuk medukung misinya Nagapasa 403 dilengkapi dengan delapan tabung untuk meluncurkan torpedo 533, rudal, dan ranjau. - Antara/Zabur Karuru

Harianjogja.com, JAKARTA- Kapuspen TNI Mayjen TNI M Sabrar Fadhilah menyebutkan bertambahnya satu unit kapal selam kelas DSME-209 buatan Korea Selatan ke jajaran TNI AL diharapkan mampu mendukung terciptanya stabilitas keamanan kawasan dan mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

"Masuknya KRI Ardadedali-404 ke jajaran TNI AL sesuai dengan rencana 'minimum essential force' TNI yang telah ditetapkan dari tiga kapal selam yang dipesan Pemerintah Indonesia dari Pemerintah Korea," kata Kapuspen TNI dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (27/4/2018).

Kapal selam KRI Ardadedali-404 resmi memperkuat TNI Angkatan Laut (AL). Alat utama sistem persenjataan (alutsista) itu sudah diserahterimakan Mabes TNI kepada matra laut di Galangan Kapal Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), Okpo, Korea Selatan.

Menurut Fadhilah, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu telah meresmikan KRI Ardadedali-404 pada 25 April 2018. Selanjutnya kapal selam diesel electric dengan Komandan Kapal Letkol Laut (P) Widya Poerwandanu akan menuju Indonesia.

Sementara itu, penggunaan Ardadedali sebagai nama diambil dari salah satu panah milik Arjuna, tokoh protagonis dalam Wiracarita Mahabharata. Bentuk ujung dari senjata ini seperti burung dan memiliki jiwa.

Pemberian nama itu dengan harapan kapal selam itu mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebaik mungkin. Alutsista ini harus menjadi senjata andalan yang tidak pernah terkalahkan di setiap peperangan.

Proses pembangunan kapal selam bermula dari penandatanganan kontrak pada 20 Desember 2011. Kontrak mencakup pembelian dua kapal selam yang dibangun di Galangan DSME Korea Selatan dan satu unit di galangan PT PAL Surabaya sebagai wujud kerja sama "transfer of technology" (ToT).

Kapal selam pertama KRI Nagapasa-403 telah diresmikan secara langsung oleh Ryamizard pada 2 Agustus 2017. Saat ini, kapal selam itu telah memperkuat kemampuan jajaran armada RI.

Sementara itu, pembangunan kapal selam kedua dengan kode nomor lambung H 7713 diawali dengan "steel cutting" pada 30 Maret 2014, "keel laying" pada 21 Oktober 2015 serta peluncuran pada 24 Oktober 2016. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan awak serta "sea trial" selama satu tahun.

Kapal selam dengan bobot 1.400 ton memiliki panjang 61,3 meter dan lebar 7,6 meter yang mampu melaju dengan kecepatan kurang lebih 21 knot di bawah air. Kapal selam diawaki 40 anak buah kapal (ABK).

Pengiriman calon pengawak ke Korea Selatan dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada 7 Januari 2017, kedua pada 8 April 2017 dan ketiga pada 4 Juli 2017.

Sementara pembuatan kapal selam ketiga akan dilakukan di galangan kapal PT PAL, Surabaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Berita Terkait

Pangkalan Nuklir AS di Belgia Diserang Drone
Kebocoran Dokumen Rostec Ungkap Rencana Ekspor Senjata Rahasia Rusia
KSAU Cek Infrastruktur Markas Jet Tempur Rafale di Pekanbaru
TNI Angkatan Darat Pamerkan Alutsista Modern di Monas

Video Terbaru

Berita Lainnya

  1. Panduan Lengkap Slot Online di JendelaToto
  2. Panduan Lengkap Main di Jendelatoto
  3. Main Slot Gacor Mudah Menang 2025
  4. Best Strategies for Togel Players

Berita Terbaru Lainnya

IDF Bantah Terlibat Serangan yang Tewaskan 3 Prajurit TNI di Lebanon
Pemerintah Pastikan Tarif Listrik PLN Triwulan II 2026 Tak Naik
Kasus Video Profil Desa Karo, Majelis Hakim Bebaskan Amsal Sitepu
Polandia Tolak Permintaan AS Pindahkan Rudal Patriot ke Timur Tengah
BPS Wanti-wanti Produksi Beras Turun Awal 2026, Ini Peyebabnya
Uni Eropa Kutuk Serangan ke Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon
Gempa M5,0 Guncang Jepang Timur, Shinkansen Sempat Berhenti
Harga Gas Uni Eropa Melonjak 70 Persen Imbas Konflik di Timur Tengah
Iran Tolak Gencatan Senjata, Minta Perang Dihentikan Total
KPK Periksa Pengusaha Rokok Asal Pasuruan Terkait Kasus Bea Cukai