News

RUU APBN: Gerindra Sorot Defisit Keseimbangan Primer Anggaran

Penulis: Muhamad Wildan
Tanggal: 22 Agustus 2019 - 15:17 WIB
Suasana Sidang Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/10). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Harianjogja.com, JAKARTA – Fraksi Gerindra DPR RI menyorot keseimbangan primer APBN yang dari tahun ke tahun terus berada pada angka negatif. Hal ini disampaikan oleh anggota Fraksi Gerindra Bambang Haryo Soekartono dalam pembacaan pandangan umum fraksi-fraksi atas RUU APBN TA 2020.

Bambang menyampaikan bahwa defisit keseimbangan primer APBN dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa pemerintah gagal mencapai target penerimaan pajak serta membengkaknya utang.

Untuk diketahui, dari tahun ke tahun keseimbangan primer dalam APBN terus berada pada angka negatif meski cenderung menurun.

Pada 2015, defisit keseimbangan primer berada pada angka Rp142,5 triliun dan terus menurun hingga pada 2018 hanya Rp11,5 triliun.

Meski demikian, defisit keseimbangan primer diproyeksikan kembali meningkat dengan outlook mencapai Rp34,7 triliun dan kembali turun dalam RAPBN 2020 pada angka Rp12 triliun.

"Dengan defisit tersebut pemerintah harus menarik utang untuk membayar utang yang jatuh tempo," ujar Bambang, Kamis (22/8/2019).

Hal ini pun menyebabkan rasio utang Indonesia terhadap PDB terus membengkak hingga tahun ke tahun, hampir mencapai 30% dari PDB pada 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Berita Terkait

Mendagri Dorong Pemda Kejar Realisasi APBD Jelang Akhir Tahun
Belanja APBN DIY Capai Rp18,77 Triliun, TKD Nyaris Tuntas
Kinerja Belanja APBN DIY Capai Rp16,66 Triliun hingga Oktober 2025
Airlangga Sebut 66 Persen APBN 2026 untuk Program Prabowo

Video Terbaru

Berita Lainnya

Berita Terbaru Lainnya

IAGI Ungkap Dua Penyebab Dugaan Sinkhole di Limapuluh Kota
Kasus Tendangan Kungfu, Pemain Putra Jaya Dihukum Seumur Hidup
Retret Kabinet, Prabowo Singgung PKB Sambil Berseloroh
KPK Perpanjang Penahanan Bupati Bekasi 40 Hari
Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol akibat Wabah ASF
Prabowo Ungkap Alasan Retret Kabinet di Hambalang Awal 2026
Bareskrim Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan di Banjir Bandang Aceh
Kim Jong Un Klaim Uji Rudal Hipersonik Respons Situasi Global
Pakar Nilai Serangan AS ke Venezuela Bukti Lemahnya PBB
Demokrat Laporkan Sejumlah Akun di Medsos Terkait Hoaks soal SBY