HomeNews

Ini Fungsi dan Sanksi Pelanggar Garis Marka Jalur Sepeda di DKI Jakarta

Oleh:Newswire
12 Oktober 2019 - 23:57 WIB

Ruang tunggu sepeda - JIBI

Harianjogja.com, JAKARTA--Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjelaskan fungsi dan sanksi atas pelanggaran marka jalan yang menjadi penanda jalur sepeda.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Sabtu (12/10/2019) meluncurkan jalur sepeda fase dua Jakarta yang menghubungkan Jalan Fatmawati dan Bundaran Hotel Indonesia (HI) sepanjang 23 kilometer (dua arah).

Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo mengatakan ada tiga jenis marka yang dipergunakan pada jalur sepeda di Jakarta. Pertama adalah marka garis lurus solid yang tujuannya untuk menandakan jalur tersebut adalah jalur khusus sepeda.

Kedua adalah marka hijau yang ditempatkan di awal dan akhir jalur sepeda. Marka ini berfungsi untuk mengingatkan seluruh pengendara bahwa begitu melintasi jalur hijau tersebut, akan masuk jalur yang diperuntukan bagi sepeda saja.

“Sehingga mereka teringat untuk tidak melanggar jalur sepeda marka solid itu,” kata Syafrin.

Terakhir adalah marka berupa garis putih putus-putus. Marka artinya jalur tersebut bukan hanya khusus sepeda, tapi milik bersama.

“Itu adalah mix traffic, tetapi begitu marka solid, maka begitu ada pelanggaran, apakah roda empat atau dua ini langsung ditetapkan pelanggaran jalur sepeda dan dikenakan sanksi pelanggaran tindak pidana ringan,” kata Syafrin.

Untuk sanksi yang diberikan, kata Syafrin, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 284.

“Terhadap pelanggaran lalu lintas untuk jalur sepeda, ini akan dikenakan sanksi tindak pidana ringan berupa pidana dua bulan atau denda maksimal Rp500.000 sesuai pasal 284,” tutur Syafrin.

Untuk penempatan marka jalan tersebut, kata Syafrin, akan dikhususkan sesuai tempatnya, seperti marka garis solid akan ditempatkan di ruas jalan-jalan.

Kemudian untuk marka berupa garis putus-putus ditempatkan di depan jalan akses ke satu ke gedung atau di simpang perempatan dan pertigaan.

“Semuanya ditempatkan di jalan yang memiliki lebar enam meter, itu bisa ditempatkan jalur sepeda,” kata Syafrin.

Selain itu, Pemprov DKI juga menyediakan beberapa perlakuan khusus bagi pengendara sepeda. Seperti penyediaan ruang berhenti khusus sepeda yang akan ditempatkan di simpang Pramuka-Matraman menuju ke Tugu Proklamasi yang dilengkapi tombol lalu lintas.

Ketika pesepeda menekan tombol maka seluruh kaki persimpangan akan merah untuk memberikan jalan bagi pengguna sepeda untuk langsung menyerabrrang dari arah Pramuka ke Tugu Proklamasi.

DKI Jakarta menargetkan akan memiliki sekitar 500 kilometer (km( jalur sepeda (dua arah) pada 2022. Pada tahun 2019 ditargetkan ada sekitar 63 kilometer. Dari 63 kilometer, selain fase kedua sepanjang 23 kilometer antara Fatmawati Bundaran HI (dua arah) yang diluncurkan hari ini.

Jalur sepeda fase satu dimulai 20 September 2019 mulai dari Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Tugu Proklamasi, Jalan Diponegoro, Imam Bonjol, masuk ke Merdeka Selatan hingga MH Thamrin sepanjang 25 kilometer (dua arah).

Adapun untuk fase tiga, akan dibangun mulai dari Jalan Tomang Raya, Simpang Tomang kemudian belok kanan di Cideng, Cideng dan Jalan Kebon Sirih. Kemudian masuk ke Jalan MH Thamrin yang juga akan melintasi Matraman hingga Jatinegara-Kampung Melayu. Jalur ini sepanjang 15 kilometer (dua arah) akan diluncurkan November mendatang.

Sumber: Antara Tag: sepeda Editor: Sunartono

Artikel Terkait
Jogja Bakal Dibanjiri Pesepeda di Akhir Pekan Ini 1 year ago
Wali Kota Jogja dan Komunitas Pesepeda Menapaktilasi Jejak Perang Kemerdekaan 2 years ago
1.600 Pesepeda Lintasi Trek Sepanjang 145 Kilometer dalam Tour de Ambarrukmo 2 years ago
Dilepas Goweser Jogja Peduli, Relawan ACT Lanjutkan Gowes Menuju Banten 2 years ago

Berita Pilihan

47 Siswa dan Guru di Solo Terpapar Covid-19 saat PTM KPI Jadi Sorotan Lagi, Kali Ini soal Tayangan Polisi Ngotot Periksa HP Warga Demokrat Kubu AHY Benarkan Moeldoko Bagi-bagi Duit Rp25 Juta dan HP La Nina Diprediksi Terjadi Akhir Tahun, BMKG: Kita Harus Siap Kasus Positif Covid-19 di DIY Bertambah 15 Orang, Positif Rate 0,19 Persen
Berita Terbaru
Resmi! DIY Turun ke PPKM Level 2, Ini Daftar Lengkap Wilayahnya 55 minutes ago
Kemenag: Libur Digeser Tak Mengurangi Makna Maulid Nabi 1 hour ago
KPI Jadi Sorotan Lagi, Kali Ini soal Tayangan Polisi Ngotot Periksa HP Warga 2 hours ago
52 Kabupaten/Kota Mulai Terapkan PPKM Level 1 & Ada 9 Masuk di Level 1 2 hours ago
Jadi Ketua Dewan Pengarah BRIN, Megawati Dinilai Tak Punya Reputasi Ilmiah 3 hours ago

Terpopuler

Pemberontak Myanmar Serang Kantor Polisi dan Bunuh Belasan Anggota Keamanan Warga Magelang Jadi Tersangka Penerbangan Balon Udara Berisi Petasan KECELAKAAN LION AIR: Angkasa Pura I Selidiki Arahan ATC JT 960 5 Mapala UMY Taklukkan Gunung Elbrus Kesadaran Berasuransi Mulai Meningkat saat Pandemi
RI-Malaysia Kompak Jaga Stabilitas di Tengah Memanasnya Kawasan Indo Pasifik 3 hours ago
Haiti Berkecamuk, FBI Turun Mencari Penculik Belasan Misionaris 3 hours ago
Rencana Pemberian Gelar ke Ma'ruf Amin dan Erick Thohir Tuai Kritik, Ini Klarifikasi UNJ 3 hours ago
Asita: Protokol Kesehatan Telan Ongkos 15 Persen dari Paket Umrah 4 hours ago
Sandiaga Sebut Bali Masih Sepi Turis Asing 4 hours ago