HomeNews

Pemilik Lamborghini Todong Pelajar, STNK Atas Nama Buruh Serabutan

Oleh:Newswire
26 Desember 2019 - 05:27 WIB

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib mengecek kondisi mobil mewah Lamborghini milik pelaku penodong pelajar SMA dengan senjata api yang disita dan diamankan di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Selasa 24 Desember 2019). - ANTARA/Laily Rahmawaty

Harianjogja.com, JAKARTA - STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) mobil Lamborghini yang pemiliknya terlibat kasus penodongan didaftarkan atas nama seorang buruh serabutan.

Anggota Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap dugaan tindak penipuan bermoduskan menghindari pembayaran pajak mobil mewah yang dilakukan pengemudi Lamborghini penodong pelajar SMA menggunakan senjata api.

"Ada indikasi begitu, setelah kita periksa dokumen kepemilikan atas namanya itu ternyata pemiliknya buruh kasar pekerja serabutan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Andy Sinjaya Ghalib, saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Rabu malam (25/12/2019), seperti dilaporkan Antara.

Mobil Lamborghini dengan nomor polisi B 27 AYR berwarna oranye disita Polres Metro Jakarta Selatan dari AM yang jadi tersangka penodongan pelajar SMA menggunakan senjata api.

"Supercar" tersebut diketahui memiliki dokumen lengkap seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan BPKP, tetapi bukan atas nama AM selaku pemilik.

Setelah memproses perkara utama terkait penodongan senjata, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan menelusuri kepemilikan kendaraan supercar yang digunakan pelaku saat melakukan penodongan.

"Kita melakukan penelusuran atas nama pemilik mobil siapa karena berbeda, setelah dicek dan dipanggil pemiliknya ternyata yang datang tidak sesuai dengan profilenya," ujar Andi.

Andi menjelaskan dokumen mobil Lamborghini tersebut diketahui atas nama inisal AR.

Dari hasil penelusuran tersebut terungkap AR pada tahun 2013 di Jalan Cipulir I Kelurahan Cipulir, Kecamatan Pasangrahan, Jakarta Selatan bertemu dengan teman-teman nongkrongnnya di warung dekat tempat tinggalnya.

Saat itu AR ingin meminjam uang sebesar Rp700 ribu kepada salah satu temannya yang berinisial Y untuk keperluan berobat anaknya.

Lalu Y menyanggupi permintaan AR dengan syarat meminjamkan KTP miliknya. AR sempat menanyakan kepada Y alasan meminjam KTP miliknya.

"Y menjawabnya, kan kamu butuh uang, oleh sebab itu saya minjam KTP kamu untuk keperluan yang pentingkan kamu dapat uangnya," ungkap Andi.

Sejak saat itu AR tidak pernah lagi bertemu dengan Y yang tidak diketahui alamat rumah maupun nomor teleponnya.

Dan pada Juli 2019, AR pernah menerima pemberitahuan pembayaran pajak dari Dinas Perpajakan Negara dengan keterangan belum membayar pajak satu unit mobil merk Lamborghini dengan nomor polisi B 27 AYR warna oranye keluaran tahun 2013 yang tertulis atas nama AR.

"Karena AR merasa tidak pernah memiliki kendaraan tersebut dia tidak menghiraukan surat tagihan pajak tersebut," ucap Andi.

Atas pengungkapan ini, lanjut Andi, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Samsat untuk mengetahui berapa nominal pajak progresif yang belum dibayarkan oleh tersangka AM selaku pemilik asli.

"Akan kita koordinasikan dengan Samsat. Kita cek dulu, misalnya berapa dia punya supercar, ada berapa, dan berapa pajaknya," tutur Andi.

Sumber: Antara Tag: pajak Editor: Budi Cahyana

Artikel Terkait
Kanwil DJPb DIY Gelar Diskusi Rekonsiliasi Pajak Pusat 1 year ago
Bill Gates Ajak Para Miliarder Bayar Pajak Tinggi 1 year ago
Pemkab Sleman Tegaskan Tak Ada Kenaikan NJOP secara Massal Tahun Ini 1 year ago
Tahun Ini, SPPT PBB-P2 Sleman Dibagikan Lebih Awal 1 year ago
Kemenkominfo Incar Pajak dari Netflix dan Sportify 1 year ago

Berita Pilihan

Surono Ingatkan Erupsi Semeru Berbeda dengan Merapi, Hujan Jadi Faktor Penting Cegah Covid-19, TNI Bagi-bagi Masker ke Warga Papua Hasil Survei: Kepercayaan Publik ke Polri Tertinggi Sedekade Terakhir Masyarakat Diajak Lakukan 4T untuk Mencegah Stunting Tak Ada Kasus Positif saat Uji Petik Antigen, Sekolah di Klaten Diklaim Aman
Berita Terbaru
Jaksa Tuntut Hukuman Mati Heru Hidayat di Kasus Korupsi Asabri 5 minutes ago
Luhut Ungkap Pembatalan PPKM Level 3 saat Nataru 15 minutes ago
Surono Ingatkan Erupsi Semeru Berbeda dengan Merapi, Hujan Jadi Faktor Penting 25 minutes ago
Jaga Pemulihan Ekonomi, Ekonom Ungkap Strategi Jinakkan Omicron 55 minutes ago
Mengais Batu & Kerikil Semeru, Risma Dikritik Merepotkan Banyak Orang 1 hour ago

Terpopuler

Pemberontak Myanmar Serang Kantor Polisi dan Bunuh Belasan Anggota Keamanan Warga Magelang Jadi Tersangka Penerbangan Balon Udara Berisi Petasan KECELAKAAN LION AIR: Angkasa Pura I Selidiki Arahan ATC JT 960 5 Mapala UMY Taklukkan Gunung Elbrus Kesadaran Berasuransi Mulai Meningkat saat Pandemi
Soal Semeru, Mbah Rono Minta Risma Tidak Perlu Marah-Marah 1 hour ago
Dampak Omicron Bisa Bahayakan Ekonomi Indonesia 2 hours ago
Pemerintah Batal Terapkan PPKM Level 3 Seluruh Indonesia saat Nataru 3 hours ago
Mahasiswa Korban Pelecehan Seksual Dosen Unsri Bertambah Jadi 4 Orang 4 hours ago
Komisaris KSI Tantang Erick Thohir Taruhan Rp1 Miliar 4 hours ago