HomeNews

55 Kg Daging di Magelang Dimusnahkan, Ini Penyebabnya

Oleh:Newswire
27 Desember 2019 - 13:07 WIB

Pemusnahan daging. - Antara

Harianjogja.com, MAGELANG-- Sebanyak 55 kilogram (kg) daging tidak layak konsumsi dimusnahkan tim gabungan Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah. Daging sapi tidak layak konsumsi itu merupakan hasil operasi di sejumlah pedagang di daerah itu, guna memberikan jaminan keamanan dan kesehatan konsumen.

"Dengan pertimbangan hasil pemeriksaan, seluruh daging disita untuk dimusnahkan. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar di kantor Disperpa [Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang]," kata Kepala Seksi Peternakan Disperpa Kota Magelang Sugiyanto di Magelang, Jumat (27/12/2019).

Tim gabungan yang meliputi petugas Disperpa, Satpol Pamong Praja, Polresta Magelang Kota, Kejaksaaan Kota Magelang, dan Detasemen CPM Magelang itu, melakukan operasi penertiban penjualan daging dan hasil ternak di beberapa tempat serta pasar tradisional beberapa waktu lalu.

Tim mengambil sampel 55 kilogram daging dari seorang pedagang di Pasar Rejowinangun Kota Magelang. Hasil pemeriksaan organoleptik dan laboratorium menunjukkan derajat keasaman daging mencapai pH 6,45, sedangkan pH normal daging 5,7-6,1.

Hasil operasi di beberapa tempat lainnya, seperti di Pasar Gotong Royong, tidak ditemukan daging yang tidak layak konsumsi. Di Pasar Gotong Royong tersebut, tim melakukan pengambilan sampel daging milik dua pedagang berasal dari Boyolali yang membawa daging enam kuintal.

Ia menjelaskan setelah dilakukan pemeriksaan organoleptik dan laboratorium, daging dinyatakan sehat dan layak diedarkan.

"Kemudian di Karanggading, tim juga tidak menemukan adanya kegiatan transaksi penjualan daging sapi asal Boyolali," katanya dalam keterangan tertulis Humas Pemkot Magelang.

Kepala Disperpa Kota Magelang Eri Widyo Saptoko mengatakan operasi itu untuk memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat dalam mengonsumsi daging.

"Operasi penertiban agar masyarakat merasa aman dan nyaman, khususnya yang akan membeli daging dan bahan asal hewan di Kota Magelang," kata dia.

Ia menjelaskan operasi itu berupa pengawasan peredaran pangan asal hewan yang bersifat rutin dan dijalankan lebih intensif, terutama bertepatan dengan hari besar keagamaan, termasuk Natal dan Tahun Baru.

"Operasi penertiban, selain untuk mengedukasi para pedagang daging dan hasil ternak, juga untuk memberikan efek jera bagi para pelaku atau pedagang yang melakukan kecurangan," katanya.

Dia menjelaskan daging yang berasal dari luar daerah harus dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan dan Asal Daging, serta harus diperiksa ulang kesehatannya oleh dokter hewan atau petugas di rumah pemotongan hewan (RPH) setempat.

"Demikian halnya bila daging hendak dibawa ke luar daerah," katanya.

Terkait dengan peredaran daging, katanya, setiap orang dilarang menjual, mengedarkan, menyimpan, mengolah daging dan atau bagian lainnya yang berasal dari daging ilegal, daging gelonggongan, daging oplosan, dan daging yang diberi bahan pengawet berbahaya.

"Daging yang tidak memenuhi syarat-syarat kesehatan dan tidak layak konsumsi dilarang beredar. Jika ada yang terbukti melanggar ketentuan dapat dikenai sanksi pidana dengan pidana kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp50 juta," katanya.

Sumber: Antara Tag: makanan Editor: Nina Atmasari

Artikel Terkait
Manfaat Konsumsi Cokelat 2 weeks ago
Konsep Baru Marugame Udon Bakal Manjakan Pengunjung JCM 2 weeks ago
Ini Macam-Macam Teknik Memasak Terbaik Sampai Terburuk 2 weeks ago
Daftar Makanan Paling Banyak Dipesan Melalui Layanan Online 2 weeks ago
Cokelat Hitam Diklaim Bikin Usus Sehat 3 weeks ago

Berita Pilihan

Mulai 1 Januari 2022, Ini Kebijakan Pajak Penghasilan Terbaru Ayah Vanessa Angel Siap Polisikan Para Haters Mahfud Salah Tulis 2022 Jadi 2032 saat Ucapkan Tahun Baru, Warganet Bereaksi.. Kota Semarang Banjir saat Malam Pergantian Tahun Baru Pergantian Tahun Baru 2022 di Kota Magelang Kondusif
Berita Terbaru
Rata-rata Mati Listrik 6 Jam Per Pelanggan Per Tahun 13 hours ago
Terkait Majapahit, Jokowi Ungkap Filosofi di Balik Nama Nusantara untuk Ibu Kota Negara  14 hours ago
Reses di Solo, Puan Disambut Baliho Kepak Sayap Kebhinekaan 14 hours ago
Trending Kawasan Sekitar IKN Bernama Bonus Sambal Terong 14 hours ago
Asyik...Alfamart Jual Minyak Goreng Rp14.000 per Liter di Semua Gerai 15 hours ago

Terpopuler

Pemberontak Myanmar Serang Kantor Polisi dan Bunuh Belasan Anggota Keamanan Warga Magelang Jadi Tersangka Penerbangan Balon Udara Berisi Petasan KECELAKAAN LION AIR: Angkasa Pura I Selidiki Arahan ATC JT 960 5 Mapala UMY Taklukkan Gunung Elbrus Kesadaran Berasuransi Mulai Meningkat saat Pandemi
Jokowi: Ibu Kota Negara yang Baru di Dalam Hutan 15 hours ago
Bocoran Jokowi! Siapa yang Bakal Pindah Ke IKN pada 2024? 16 hours ago
Siapa Calon Pemimpin Ibu Kota Negara? Ini Kata Jokowi 17 hours ago
Fantastis! Kasus Korupsi Garuda Indonesia Rugikan Negara Rp3,6 Triliun 18 hours ago
Waspadai Spekulan Tanah Tol Jogja-Bawen 19 hours ago