HomeNews

Dede 'Pembawa Bendera' saat Demo Mengaku Disetrum Polisi

Oleh:Newswire
22 Januari 2020 - 11:27 WIB

Ilustrasi. - Reuters

Harianjogja.com, JAKARTA - Lutfi Alfiandi alias Dede diduga terlibat dalam kerusuhan saat demonstrasi 30 September 2019. Ia disebut polisi turut serta melakukan kericuhan saat demo berlangsung.

Lutfi juga sempat viral dan menjadi perbincangan netizen di media sosial karena fotonya viral saat demo berlangsung. Saat itu, dia terlihat menggenggam bendera Merah Putih sambil menutup mukanya yang terkena gas air mata.

Ia mengaku dipukul dan disetrum agar mengakui perbuatannya melempar batu ke polisi. Hal tersebut disampaikan Lutfi dalam persidangan pada Senin (20/1/2020) kemarin. Lutfi menyampaikan hal itu dalam sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

"Iya dipukul dan disetrum dan itu sama dengan tahanan lain," kata pengacara Lutfi, Sutra Dewi, kepada wartawan, Selasa (21/1/2020).

Kasat Reskrim Polres Jakbar AKBP Teuku Arsya Khadafi membantah kesaksian Lutfi. Dia menyebut pihak Kepolisian bersikap humanis.

"Tidak ada, tidak benar itu. Kan [ditangkap] ramai-ramai, kita kan humanis. Nggak zamannya lagi begitu-begitu," jelas AKBP Arsya Khadafi saat dihubungi detikcom, Selasa (21/1/2020).

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyarankan pengakuan Lutfi itu dibuktikan di pengadilan. "Jika memang hal tersebut terjadi, bisa dibuktikan pada persidangan, serta hakim meyakininya. Saya sangat berharap ada perintah pengadilan untuk penyidikan permasalahan tersebut. Kalau memang ada pemaksaan pengakuan, saya berharap pengacaranya bisa turut bantu terdakwa untuk buktikan dalil-dalilnya," kata anggota Kompolnas, Andrea Pulungan saat dihubungi, Selasa (21/1/2020) malam.

Andrea menyebut Kompolnas tak bisa turun tangan menindaklanjuti pengakuan itu. Meski begitu, Kompolnas akan menerima laporan jika didukung alat bukti.

"Kompolnas tidak punya kewenangan di pengadilan, jadi hanya bisa menunggu kecuali, jika ada bukti bukti sesuai alat bukti dalam KUHAP yang diajukan sebagai bagian dari keluhan masyarakat ke Kompolnas dan sebaiknya sebelum putusan pengadilan," ujarnya.

Dia menyebut polisi bisa saja mengusut pengakuan Lutfi tersebut. Pengusutan itu juga harus dibekali dengan putusan pengadilan atau bukti lain.

"Bisa saja, tapi tetap harus ada bukti permulaan, baik dari putusan pengadilan atau mungkin juga ada alat bukti lain seperti saksi, petunjuk rekaman video atau foto," ucap dia.

Sumber: detik.com Tag: Polisi, kekerasan Editor: Bernadheta Dian Saraswati

Artikel Terkait
Lutfi Mengaku Disetrum saat Pemeriksaan, Polri Turunkan Tim Pengusut 1 year ago
Pria Penendang Nenek Miskin di Pasar Sleman Menyesali Perbuatannya 1 year ago
Nenek Miskin yang Ditendang di Pasar Sleman Hidup Sebatang Kara Tanpa Listrik 1 year ago
Begini Pengakuan Ngadirin, Lelaki yang Menendang Nenek Rubingah di Pasar Gendeng 1 year ago
Diusut Polisi, Ini Kronologi Penganiayaan terhadap Mbah Rubingah di Pasar Gendeng Prambanan 1 year ago

Berita Pilihan

Sri Mulyani Curhat Pernah Rangkap Jabatan Menteri, Gajinya Satu Badai Matahari Diprediksi Hari Ini, Begini Dampaknya ke Bumi Bandara Kualanamu Dijual, Ini Profil Investor Asingnya Jelang Nataru, Menteri Muhadjir Beri Pesan untuk Umat Kristiani Musik Kondangan Terlalu Keras, Puluhan Ayam Mati Mendadak
Berita Terbaru
Sri Mulyani Curhat Pernah Rangkap Jabatan Menteri, Gajinya Satu 47 minutes ago
Peserta Reuni 212 Terancam Pasal Berlapis, Pengacara Rizieq Pilih Bungkam 1 hour ago
Kemenhub Siapkan Rp442,7 Miliar untuk Pengembangan 5 Destinasi Wisata 1 hour ago
Masih Berduka, Keluarga Almarhum Ustaz Arifin Tolak Reuni Akbar 212 1 hour ago
Jokowi Sudah Perintahkan Jajarannya untuk Siaga terhadap Omicron 1 hour ago

Terpopuler

Pemberontak Myanmar Serang Kantor Polisi dan Bunuh Belasan Anggota Keamanan Warga Magelang Jadi Tersangka Penerbangan Balon Udara Berisi Petasan KECELAKAAN LION AIR: Angkasa Pura I Selidiki Arahan ATC JT 960 5 Mapala UMY Taklukkan Gunung Elbrus Kesadaran Berasuransi Mulai Meningkat saat Pandemi
Polda Sebut Tidak Ada Pengamanan Khusus untuk Reuni 212 1 hour ago
Kerumunan Reuni 212 Dibubarkan 3 hours ago
Perayaan Natal di 68 Gereja Keuskupan Agung Jakarta Secara Digital 3 hours ago
JPU Dakwa Munarman dengan 3 Pasal UU Terorisme 3 hours ago
Prakiraan BMKG: Sejumlah Wilayah di Indonesia Waspada Banjir 3 hours ago