HomeNews

Dewan Pengawas Akui KPK Jadi Lemah karena Revisi UU No.30/2002

Oleh:Setyo Aji Harjanto
23 Januari 2020 - 17:47 WIB

Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi korban saat simulasi penanggulangan kebakaran di gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/9). Kegiatan tersebut untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus edukasi jika terjadi kebakaran di gedung lembaga antirasuah itu. - Antara

Harianjogja.com, JAKARTA - Anggota Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Syamsuddin Haris mengakui revisi Undang-Undang (UU) No.30/2002 tentang KPK justru melemahkan lembaga antirasuah tersebut.

"Iya kita semua sudah tahu, revisi UU KPK itu cenderung lemahkan KPK. Oleh karena itu publik harus mengawasi," kata Syamsuddin di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Dia berharap jangan sampai pelemahan dengan terbitnya UU nomor 19 tahun 2019 tentang perubahan UU nomor 30 Tahun 2002 itu berujung pada hilangnya kemampuan KPK dalam memberantas korupsi.

Untuk itu, dirinya dan empat anggota Dewas lainnya bertugas untuk menahan laju pelemahan lembaga antirasuah.

"Nah melalui kewenangan dan tugas yang dimiliki Dewas itu kami berusaha menahan laju pelemahan KPK. Menahan laju pelemahan KPK," ucap Syamasuddin.

Syamsuddin memaparkan tugas Dewas tertera dalam UU nomor 19 Tahun 2019.

Pertama, melakukan pengawasan terhadap tugas dan kewenangan KPK.

Kedua, memberi izin atau tidak memberi izin untuk penyadapan, penggeledahan, dan penyitaan.

"Ketiga menyusun kode etik bagi pimpnan dan pegawai KPK. Keempat menerima pengaduan publik mengenai kode etik . Kelima, menegakkan kode etik. Keenam mengevaluasi pimpinan dan pegawai kpk," paparnya.

Sumber: JIBI/Bisnis Indonesia Tag: kpk Editor: Budi Cahyana

Artikel Terkait
Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi Laporkan Yasonna Laoly ke KPK 1 year ago
Begini Cara Menemukan Harun Masiku Versi Roy Suryo ... 1 year ago
Istri Harun Masiku Bantah Sembunyikan Suaminya di Rumah 1 year ago
KPK Panggil 4 Orang Saksi Kasus Wahyu Setiawan, Termasuk Kader PDIP 1 year ago
Pimpinan KPK & Komisi III Bertemu Bahas Status Penyidik KPK Jadi ASN 1 year ago

Berita Pilihan

Cegah Covid-19, TNI Bagi-bagi Masker ke Warga Papua Hasil Survei: Kepercayaan Publik ke Polri Tertinggi Sedekade Terakhir Masyarakat Diajak Lakukan 4T untuk Mencegah Stunting Tak Ada Kasus Positif saat Uji Petik Antigen, Sekolah di Klaten Diklaim Aman Waspada, Omicron Semakin Dekat! Singapura Sudah Catatkan 2 Orang Positif
Berita Terbaru
Dampak Omicron Bisa Bahayakan Ekonomi Indonesia 47 minutes ago
Pemerintah Batal Terapkan PPKM Level 3 Seluruh Indonesia saat Nataru 2 hours ago
Mahasiswa Korban Pelecehan Seksual Dosen Unsri Bertambah Jadi 4 Orang 2 hours ago
Komisaris KSI Tantang Erick Thohir Taruhan Rp1 Miliar 3 hours ago
Satgas Covid-19 Sebut Tingkat Kepatuhan Memakai Masker & Menjaga Jarak Membaik 4 hours ago

Terpopuler

Pemberontak Myanmar Serang Kantor Polisi dan Bunuh Belasan Anggota Keamanan Warga Magelang Jadi Tersangka Penerbangan Balon Udara Berisi Petasan KECELAKAAN LION AIR: Angkasa Pura I Selidiki Arahan ATC JT 960 5 Mapala UMY Taklukkan Gunung Elbrus Kesadaran Berasuransi Mulai Meningkat saat Pandemi
Begini Curhat Pilot Pesawat yang Terbang di Sekitar Gunung Semeru 5 hours ago
Bantuan Mulai Berdatangan, Warga Terdampak Semeru Diharapkan Segera Bangkit 6 hours ago
Milenial Dominasi Pinjaman Online, Nilainya Rp15 Triliun 9 hours ago
Ini Tren Dunia Kerja pada 2022 11 hours ago
Niryono, Bapak Randy Bagus Minta Maaf 12 hours ago