News

Kasus Covid-19 Tambah 8 Ribu Sehari, Satgas Tetap Ajak Warga Gunakan Hak Pilih Pilkada

Penulis: Newswire
Tanggal: 03 Desember 2020 - 21:47 WIB
Ilustrasi. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA- Kasus positif corona mencetak rekor tertinggi sebanyak 8.369 orang hari ini, Kamis (3/11/2020). Meski demikian, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa Pilkada Serentak 2020 masih bisa dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan proses pemungutan suara tetap bisa dilakukan jika protokol kesehatan dilakukan dengan maksimal, antisipasi juga sudah dilakukan untuk menyambut pilkada pada 9 Desember nanti oleh KPU.

"Saya benar-benar berharap masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya untuk memilih pemimpin yang bertanggung jawab. Dan memiliki kapasitas serta komitmen untuk memimpin daerah di tengah masa pandemi," kata Wiku dalam konferensi pers dari Gedung BNPB, Jakarta.

Baca juga: Kasus Covid-19 Diklaim Bisa Turun Asal 75 Persen Populasi Pakai Masker

Menurut Wiku, peran pemimpin sangat dibutuhkan pada masa pandemi ini, masyarakat diminta untuk menggunakan hak pilihnya dengan pergi ke tempat pemungutan suara atau TPS dengan protokol kesehatan.

"Poin yang tak kalah pentingnya, pilihlah pemimpin yang menaati aturan-aturan terkait protokol kesehatan saat melakukan kampanye. Karena hal ini dapat menjadi cerminan tanggung jawab pemimpin ke depannya," ujarnya.

Dia mencontohkan negara lain yang sukses menggelar Pemilu seperti Kroasia, Republik Dominika, Malawi, Makedonia Utara, Korea Selatan, dan Trinidad and Tobago dengan protokol kesehatan.

Baca juga: Begini Skenario Pemkab Sleman Hadapi Libur Akhir Tahun

Ada juga negara yang mengalami peningkatan kasus pasca Pemilu seperti Belarusia, Polandia, Serbia, dan Singapura, namun menurut Wiku hal itu bukan murni terjadi akibat penyelenggaraan Pemilu.

"Terjadi tren peningkatan kasus setelah pemilu yang juga disebabkan oleh faktor lain seperti terjadi demonstrasi lanjutan pasca pemilu di Belarusia, adanya pelanggaran aktivitas sosial ekonomi di Singapura dan Polandia, serta ada kasus yang tak dilaporkan di Serbia," pungkas Wiku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Suara.com

Berita Terkait

Pasien Melonjak dan Nakes Terinfeksi Covid-19, Gunungkidul Butuh Sukarelawan Kesehatan
Sleman Bersiap Dirikan Rumah Sakit Darurat Covid-19
Rumah Sakit di DIY Mulai Rekrut Sukarelawan Nakes
Epidemiolog Sarankan Jokowi Ambil Opsi Lockdown, Ini Alasannya

Video Terbaru

Berita Lainnya

Berita Terbaru Lainnya

Banjir dan Longsor di Jepara Rusak Akses hingga Puluhan Titik
Megawati Kecam Intervensi Militer AS ke Venezuela, Ini Alasannya
Pemerintah Kejar Pemulihan Sumatera Sebelum Ramadan
KPK Sita Aset Rp6 M dari OTT Pajak Jakarta Utara
Megawati: Banjir Sumatera Bukan Semata Peristiwa Alam
Delapan Orang Ditangkap dalam OTT Pajak Pertambangan
Kerugian Bencana di Solok Capai Rp1,9 Triliun
Gempa M 4,5 Guncang Kuta Selatan, Bermekanisme Strike Slip
Greenland Kecam Wacana Aneksasi AS, Tolak Jadi Warga Amerika
Protes Iran Tewaskan 65 Orang, Aksi Meluas ke 180 Kota