HomeNews

Bantah Rp1,5 Miliar dari Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Akui Caplok US$20 Ribu

Oleh:Newswire
08 Desember 2020 - 07:37 WIB

rnPengusaha Tommy Sumardi menjadi saksi untuk bekas Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Kakorwas) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (7/12/2020). - Antara\\r\\n

Harianjogja.com, JAKARTA -  Bekas Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Kakorwas) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo membantah menerima 100 ribu dolar AS (sekitar Rp1,5 miliar) dari Djoko Tjandra melalui rekannya, Tommy Sumardi.

"Saya hanya diberikan 20 ribu dolar AS dan tidak tahu sumber uang dari mana. Di pikiran saya saksi memberikan 20 ribu dolar AS dengan ikhlas seperti saya mentraktir teman," kata Prasetijo di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (7/12/2020) malam.

BACA JUGA : Bareskrim Perpanjang Penahanan Brigjen Prasetijo dan Anita

Prasetijo menyampaikan hal tersebut seusai mendengarkan keterangan saksi Tommy Sumardi yang menyebut Tommy memberikan uang 50 ribu dolar AS pada 27 April 2020 dan 50 ribu dolar AS lagi pada 7 Mei 2020 kepada Prasetijo.

Tujuan pemberian uang itu karena Prasetijo telah membantu proses penghapusan nama terpidana korupsi "cessie" Bank Bali Djoko dari Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dicatatkan di Direktorat Jenderal Imigrasi.

"Saksi (Tommy) ini memang orang sakti karena ketika di Propram Mabes Polri saksi berani tunjuk-tunjuk saya, padahal saksi yang sering minta tolong ke saya," ungkap Prasetijo

Prasetijo mengaku hanya menerima 20 ribu dolar AS pada 4 Mei 2020 dari Tommy. Saat itu, Prasetijo bertemu Tommy di parkiran mobil gedung NTCC Mabes Polri.

BACA JUGA : Brigjen Pol Prasetijo Jadi Tersangka Pemalsuan Surat 

Prasetijo mengaku naik mobil Alphard warna putih milik Tommy dan saat itu Tommy memperlihatkan uang 10 ikat mata uang dolar AS.

Tommy kemudian mengambil uang itu dan menyerahkan ke Prasetijo dambil mengatakan uang itu adalah uang persahabatan karena Prasetijo sudah sering membantunya.

"Penyerahan 20 ribu dolar AS itu bukan sisa karena memang jumlah sesungguhnya dan saya akui itu, dan ada bukti tanda terimanya di istri saya, beliau yang serahkan ke propam," tambah Tommy.

Tak Pernah Hubungan Dengan Napoleon

Tommy juga membantah pernah berhubungan dengan Kadivhubinter Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan hanya mengantarkan Tommy dan Napoleon.

"Dari pertemuan awal saya tidak tahu apa-apa uang apalagi surat jadi gak pernah berikan beliau. Intinya tidak ada pemberian uang 50 ribu AS pada 7 mei 2020. Beliau sudah sepuh, tapi saya heran kok sudah sepuh berani bohong, usia sepuh seharusnya mendekatkan diri ke Yang Maha Kuasa jangan mempesulit hakim karena menyampaikan keterangan yang semua tidak benar," kata Prasetijo dengan nada tinggi.

BACA JUGA : Tersangka Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo Dijamu Soto

Prasetijo juga menegaskan ia tidak pernah memberikan surat ke Tommy dan bahkan tidak pernah menyerahkan uang ke Napoleon.

"Saksi bisa saja menyebut memberikan saya Rp100 miliar tapi yang sejujur-jurjurnya di majelis hakim, di hadapan jaksa dan semua yang ada di sini demi Tuhan saya yang saya sembah Yesus Kristus 20 ribu dolar AS itu benar," ungkap Prasetijo.

Sumber: Antara Tag: korupsi Editor: Sunartono

Artikel Terkait
Kejagung Temukan Ada Aset Tersangka Kasus Jiwasraya Disimpan di Luar Negeri 1 year ago
Menkumham Yasonna H Loaly Dilaporkan ke KPK karena Menghalangi Penyidikan Kasus Suap Kader PDIP 1 year ago
Disebut di Persidangan Kasus Korupsi, Begini Jawaban Istri Wali Kota Jogja 1 year ago
SAKSI SIDANG KORUPSI: Istri Wali Kota Jogja Disebut Ikut Main Proyek 1 year ago
SIDANG KORUPSI: Saksi Sebut Kontraktor Diminta Fee Proyek 0,5% untuk Wali Kota Jogja 1 year ago

Berita Pilihan

Anak Putus Sekolah Meningkat Akibat Pandemi, yang Menikah Dini Juga Banyak Bukan Uang Pensiun, Pegawai KPK yang Dipecat Hanya Dapat Tunjangan Hari Tua Tingkatkan Minat Jalan Kaki, Menhub: Kesempatan Selamat dari Kecelakaan 90% Presiden Jokowi Minta Jajarannya Waspada Gelombang Ketiga Covid-19 Seorang Pendaki Meninggal di Gunung Lawu, Sebelumnya Jatuh dan Pingsan
Berita Terbaru
Hujan Deras dan Angin Kencang Reklame RS Hermina Depok Roboh 2 hours ago
Jasa Raharja Cairkan Santunan Rp1,16 Triliun pada Semester I/2021 4 hours ago
PDIP Ancam Beri Sanksi Kader yang Mendeklarasikan Capres, Ini Respons Ganjar 7 hours ago
Jadi Pengusaha, Kaesang Sebut Duitnya Lebih Banyak dari Jokowi dan Gibran 8 hours ago
Keluarga yang Tidur di Kolong Meja Warung Dapat Bantuan Rp 32 Juta, Begini Kisahnya 9 hours ago

Terpopuler

Pemberontak Myanmar Serang Kantor Polisi dan Bunuh Belasan Anggota Keamanan Warga Magelang Jadi Tersangka Penerbangan Balon Udara Berisi Petasan KECELAKAAN LION AIR: Angkasa Pura I Selidiki Arahan ATC JT 960 5 Mapala UMY Taklukkan Gunung Elbrus Kesadaran Berasuransi Mulai Meningkat saat Pandemi
Kaesang Beberkan Bisnis Jokowi: Saya yang Tanggung Jawab Sekarang 10 hours ago
Singapura Kucurkan Rp9,45 Triliun untuk Karyawan yang Terdampak Covid-19 12 hours ago
Jateng Klaim Berhasil Vaksinasi 1,6 Juta Orang dalam Sepekan 12 hours ago
Dibayangi Ancaman Sanksi PDIP karena Pencapresan, Ini Jawaban Ganjar 12 hours ago
Aset BLBI yang Dikuasai Negara Bertambah 15,2 Juta Hektare 13 hours ago