News

Temui Amien Rais, Ini yang Dibicarakan Jokowi soal Penembakan Laskar FPI

Penulis: Aprianus Doni Tolok
Tanggal: 09 Maret 2021 - 20:57 WIB
Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) enam anggota Laskar FPI menggelar konferensi pers di Hotel Century, Jakarta Pusat, Kamis 21 Januari 2021 / Youtube Refly Harun

Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa pihaknya sudah meminta Komnas HAM agar bekerja dengan penuh independensi terkait kasus penembakan yang menewaskan enam laskar FPI. 

Hal itu disampaikan Jokowi saat menemui Amien Rais, K.H. Abdullah Hehamahua, K.H. Muhyiddin Junaidi, Marwan Batubara, Firdaus Syam, Ahmad Wirawan Adnan, Mursalim, dan Ansufri Id Sambo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/3/2021).

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD yang mendampingi Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Komnas HAM sendiri telah memberikan rekomendasi terkait kasus tersebut kepada pemerintah untuk kemudian dapat ditindaklanjuti.

"Empat rekomendasi itu sepenuhnya sudah disampaikan kepada Presiden agar diproses secara transparan, adil, dan bisa dinilai oleh publik, yaitu bahwa temuan Komnas HAM yang terjadi di tol Cikampek km 50 adalah pelanggaran HAM biasa," ujarnya dikutip dari laman Sekretariat Presiden, Selasa (9/3/2021).

Dia juga menegaskan bahwa Presiden Jokowi dan pemerintah sama sekali tidak ikut campur dalam penyelidikan yang dilakukan oleh Komnas HAM terkait peristiwa tersebut, termasuk tidak pernah meminta agar Komnas HAM menyimpulkan hasil penyelidikannya.

"Kita hanya menyatakan, kalau pemerintah membentuk [Tim Gabungan Pencari Fakta/TGPF] lagi-lagi dituding timnya orangnya pemerintah, timnya diatur oleh orang Istana, timnya orang dekatnya si A, si B. Oleh sebab itu, kita serahkan Komnas HAM,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pemerintah juga menyatakan sikap terbuka apabila terdapat bukti-bukti lain terhadap peristiwa tersebut dan sejauh ini, kata Mahfud, penyelidikan Komnas HAM yang sesuai dengan kewenangan undang-undang, tidak menemukan adanya bukti pelanggaran HAM berat.

Berita Terkait

Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele
YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia
Pemilu 2024: Parpol Besutan Amien Rais Siap Jalani Verifikasi Faktual, Meski…
Pecah Kongsi dengan PAN, Amien Rais Ingin Partai Ummat Jadi Peserta Pemilu 2024
Kelompok Emak-emak Ini Siap Berjuang untuk Partai Ummat
Minta Dukungan Jemaah Gus Miftah, Mumtaz Rais Didoakan Gandung Supaya Tidak Stres

Video Terbaru

Advertisement

Berita Lainnya

  1. Meriah! Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat Bersarung di Festival Al Azhom Tangerang
  2. Puluhan Anggota Bermasalah, Polres Wonogiri Lakukan Pembinaan dan Motivasi
  3. Kejayaan Dangdut Koplo: Selera Lokal Tembus Pasar Nasional
  4. Kahiyang Ayu Sebut Kaesang Pangarep Belajar Gendong Bayi Jelang Nikah

Berita Terbaru Lainnya

Harga Minyak Dunia Anjlok 5,69 Persen, Apakah Harga BBM di Indonesia Bakal Turun?
Begini Cara Cek Penerima Subsidi Gaji Tahap III Lewat HP
Driver Ojol Air Asia Diklaim Akan Dapat Bayaran Rp10 Juta per Bulan, Ini Kota Pertama di Indonesia yang Buka Pendaftaran
Status Pendemi Hanya Bisa Dicabut oleh WHO
Bendungan Berkapasitas 71 Juta Meter Kubik Akan Mulai Diisi Air Bulan Depan
Tim Bayangan di Kemendikbud Berpotensi Langgar Aturan, Ini Penjelasannya
Top 7 News Harianjogja.com Minggu, 25 September 2022
Kontroversi Tim Bayangan Kemendikbud Berisi 400 Orang, Apa Tugas Mereka?
Spongebob Membantu Polisi Menangkap Perampok
Pertamax Lebih Irit Ketimbang Pertalite?