News

Jokowi Tekankan Pengembangan Ekonomi Digital di KTT D-8

Penulis: Nindya Aldila
Tanggal: 09 April 2021 - 10:17 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan terkait polemik impor beras melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden - Youtube

Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggarisbawahi pentingnya pengembangan ekonomi digital untuk pemulihan ekonomi di antara-anggota negara Developing-8 (D-8).

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai mendampingi Presiden Jokowi dalam Konferensi Tingkat Tinggi ke-10 D-8 secara virtual di Istana Negara pada Kamis (8/4/2021).

Menurut Presiden, D-8 harus dapat mengembangkan digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), computing power, big data, dan data analytics karena dianggap sebagai ekonomi masa depan.

Hal tersebut juga didukung dengan jumlah generasi muda di negara D8- yang sekitar 323 juta orang atau sekitar 27,3 persen, jauh lebih tinggi dibanding penduduk muda negara G7 yang hanya 135 juta orang atau sekitar 17,3 persen dari total populasi.

BACA JUGA : Pajak Digital Gagal Disepekati di KTT G20 Tahun Ini

“Investasi kepada kaum muda adalah investasi untuk masa depan. Oleh karena itu, Presiden Republik Indonesia menggarisbawahi agar inovasi dapat terus ditumbuhkan,” ungkap Menlu Retno.

Keunggulan D-8 sebagai negara mayoritas muslim harus dimanfaatkan dengan mengembangkan industri startup berbasis syariah.

D-8 merupakan organisasi yang terdiri dari delapan negara berkembang yang mayoritas berpenduduk muslim, yaitu Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Mesir, Pakistan, Turki, dan Nigeria.

D-8 bertujuan meningkatkan perdagangan antar-negara anggotanya dan untuk meningkatkan posisi tawar di dalam kancah perekonomian dunia.

Selain ekonomi digital, Presiden juga mengungkapkan pentingnya kelancaran perdagangan intra negara anggota D-8. Dengan potensi perdagangan antar negara anggota yang melebihi US$1,5 triliun, D8 dapat berkontribusi besar dalam pemulihan ekonomi global.

BACA JUGA : Indonesia Akan Jadi Tuan Rumah KTT G20 pada 2022

D-8 juga harus berkontribusi terhadap produksi vaksin dan terus mendorong akses adil terhadap vaksin Covid-19 untuk keluar dari krisis ini. Untuk itu, negara anggota harus membuka kerja sama pengembangan dan produksi vaksin ke depan.

Apalagi, beberapa dari negara D8 termasuk Indonesia saat ini tengah mengembangkan produksi vaksin mandiri.

“D-8 dapat berperan dalam menawarkan kapasitas produksi yang dimilikinya untuk meningkatkan produksi, mendorong akses yang terhadap vaksin, dan mendorong transfer teknologi,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Berita Terkait

Jusuf Kalla Bantah Tuduhan Biayai Polemik Ijazah Jokowi
Jokowi Bahas Diplomasi dan Perdamaian Dunia Bersama Dubes Iran di Solo
Dubes Iran Temui Jokowi di Solo dan Kecam Keras Serangan di Lebanon
Tim Hukum Jokowi Tantang Penyandang Dana Kasus Ijazah Palsu

Video Terbaru

Berita Lainnya

  1. Panduan Lengkap Slot Online di JendelaToto
  2. Panduan Lengkap Main di Jendelatoto
  3. Main Slot Gacor Mudah Menang 2025
  4. Best Strategies for Togel Players

Berita Terbaru Lainnya

Negosiasi AS-Iran Buntu, AS Klaim Iran Paling Dirugikan
20 Tahun Beroperasi, Pembuat Senpi Ilegal Ditangkap
Sepatu Mewah Ikut Ditagihkan ke OPD, Praktik Bupati Terkuak
KPK Sebut Kepala Dinas Resah Akibat Pemerasan Bupati Tulungagung
Selat Hormuz Memanas Kapal Perang Terancam Diserang
Nama Riza Chalid Kembali Mencuat, Desakan Pulang Menguat
Negosiasi Iran dan AS Berlanjut, Islamabad Jadi Penentu
Abu Marapi Mengarah Tenggara, Status Waspada Bertahan
Kasus Pemerasan: Catatan Utang OPD Jadi Alat Tekan Bupati Tulungagung
Hujan Lebat dan Petir Mengintai Sejumlah Wilayah Hari Ini