HomeNews

Kapolda Papua Sebut Ada Enam KKB Aktif di 3 Kabupaten

Oleh:Newswire
03 Mei 2021 - 03:17 WIB

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri - Antara/Evarianus Supar

Harianjogja.com, JAKARTA - Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri mengatakan pihaknya telah memetakan enam kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang selama ini aktif melakukan gangguan keamanan di wilayah pegunungan Bumi Cenderawasih.

Dia memerinci bahwa enam KKB itu berada di tiga kabupaten yakni Puncak, Intan Jaya, dan Nduga.

"Kelompok ini sebetulnya kelompok besar, namun yang aktif selama ini ada enam kelompok. Mereka melakukan aktivitas di daerah Ilaga dan Beoga Kabupaten Puncak, Sugapa Kabupaten Intan Jaya dan di daerah Nduga," jelas Irjen Fakhiri.

Pimpinan KKB yang aktif di wilayah pegunungan Papua itu sudah lama masuk dalam Daftar Pencarian Orang/DPO kepolisian seperti Lekagak Telenggen, Militer Murib, Sabinus Waker, Egianus Kogoya dan lainnya.

"Sempalan dari kelompok Lekagak Telenggen di Kabupaten Puncak itu sekarang terbagi dalam dua kelompok," ujar Irjen Fakhiri.

Pascaterjadinya kasus pembunuhan dua guru yang bertugas di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak pada 8 dan 9 April 2021, aparat TNI dan Polri dikirim ke Beoga untuk melakukan pemulihan keamanan sekaligus melakukan penegakan hukum terhadap pelaku penembakan dua guru tersebut.

Selain ke Beoga, pasukan gabungan TNI dan Polri juga dikirim ke Ilaga untuk menyekat ibu kota Kabupaten Puncak itu dari gangguan KKB.

"Memang sedikit agak terlambat sehingga ada kejadian beruntun di Ilaga. Kami akan terus menempatkan perkuatan pengamanan pada dua titik itu sekaligus melakukan penindakan kepada mereka karena tidak boleh lagi ada yang melakukan kekerasan bersenjata maupun kejahatan lainnya yang membuat masyarakat menjadi trauma, takut, dan merasa terintimidasi. Karena itu upaya penegakan hukum akan terus kami lakukan secara tegas dan terukur," jelas orang nomor satu di lingkungan Polda Papua itu.

Dengan kekuatan personel gabungan TNI dan Polri yang ada saat ini di Papua, katanya, aparat akan berupaya maksimal untuk secepatnya menangkap para gembong KKB yang selama ini menjadi aktor utama dibalik serangkaian aksi kekerasan bersenjata di wilayah pegunungan Papua.

"Tentu kami dari kepolisian berusaha maksimal untuk menangkap mereka hidup-hidup agar jaringannya terungkap. Tapi kalau mereka melawan, kami akan lumpuhkan. Sampai sekarang kami masih terus bekerja," kata Irjen Fakhiri.

Dalam rangka itu pula, Polda Papua bersama unsur TNI setempat terus melakukan penggalangan ke semua elemen masyarakat dan pemerintah daerah agar mereka tidak takut dan segera memisahkan diri dari kelompok bersenjata yang sekarang telah ditetapkan sebagai kelompok teroris itu.

"Kami harus memastikan bahwa tindakan penegakan hukum dilakukan terhadap mereka-mereka yang selama ini menjadi bagian dari kelompok yang melakukan gangguan keamanan di Kabupaten Puncak, Intan Jaya dan Nduga. Mungkin saja nanti ada sempalan-sempalan mereka yang datang dari Kabupaten Puncak Jaya dan Paniai," jelas Irjen Fakhiri.

Sumber: Antara Tag: Polisi Editor: Sunartono

Artikel Terkait
Lutfi Mengaku Disetrum saat Pemeriksaan, Polri Turunkan Tim Pengusut 1 year ago
Wow, Jogja Jadi Tuan Rumah Konferensi Polisi Wanita se-Dunia 1 year ago
Dede 'Pembawa Bendera' saat Demo Mengaku Disetrum Polisi 1 year ago
Kisah Tragis Briptu Gugur Ditabrak Mobil yang Ditilang 1 year ago
Sanksi Tegas Siap Menimpa Anggota Polisi jika Terlibat Jual Beli Amunisi 1 year ago

Berita Pilihan

Sri Mulyani Curhat Pernah Rangkap Jabatan Menteri, Gajinya Satu Badai Matahari Diprediksi Hari Ini, Begini Dampaknya ke Bumi Bandara Kualanamu Dijual, Ini Profil Investor Asingnya Jelang Nataru, Menteri Muhadjir Beri Pesan untuk Umat Kristiani Musik Kondangan Terlalu Keras, Puluhan Ayam Mati Mendadak
Berita Terbaru
Viral Video Habib Menolak Dicium Tanggannya oleh Santri, Ternyata Ini Alasannya 7 minutes ago
Omicron Merebak, Luhut: Booster Vaksin Mulai Januari 2022 47 minutes ago
KSAD Minta Peserta Reuni 212 Bubar 57 minutes ago
Sri Mulyani Curhat Pernah Rangkap Jabatan Menteri, Gajinya Satu 1 hour ago
Peserta Reuni 212 Terancam Pasal Berlapis, Pengacara Rizieq Pilih Bungkam 2 hours ago

Terpopuler

Pemberontak Myanmar Serang Kantor Polisi dan Bunuh Belasan Anggota Keamanan Warga Magelang Jadi Tersangka Penerbangan Balon Udara Berisi Petasan KECELAKAAN LION AIR: Angkasa Pura I Selidiki Arahan ATC JT 960 5 Mapala UMY Taklukkan Gunung Elbrus Kesadaran Berasuransi Mulai Meningkat saat Pandemi
Kemenhub Siapkan Rp442,7 Miliar untuk Pengembangan 5 Destinasi Wisata 2 hours ago
Masih Berduka, Keluarga Almarhum Ustaz Arifin Tolak Reuni Akbar 212 2 hours ago
Jokowi Sudah Perintahkan Jajarannya untuk Siaga terhadap Omicron 2 hours ago
Polda Sebut Tidak Ada Pengamanan Khusus untuk Reuni 212 3 hours ago
Kerumunan Reuni 212 Dibubarkan 4 hours ago