News

Dosen UGM Sebut Pelemahan KPK sebagai Kejahatan Sempurna

Penulis: Lugas Subarkah
Tanggal: 07 Mei 2021 - 16:47 WIB
Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UGM, Zainal Arifin Mochtar, dalam diskusi virtual Pukat UGM dengan tema Akhir Kisah Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (6/5/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Harianjogja.com, SLEMAN—Publik menyoroti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pelaksanaan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) kepada pegawai KPK dianggap sebagai upaya pelemahan bahkan pembunuhan KPK. Sejumlah kalangan menengarai ada upaya kejahatan yang sempurna di balik upaya tersebut.

Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UGM, Zainal Arifin Mochtar, menuturkan pembunuhan KPK yang salah satunya dilakukan dengan TWK merupakan kejahatan yang sempurna karena melibatkan upaya yang sudah terstruktur dan politik tingkat tinggi.

BACA JUGA: Rekor Baru Dunia: 150 Kematian per Jam di India

“Pembunuhan KPK adalah perfect crime [kejahatan sempurna]. Disusun sedemikian rupa, kekuasaan tingkat tinggi, manajemen canggih, melampaui hukum, moralitas, kemampuan akal sehat, nilai budaya,” ujarnya dalam diskusi virtual Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM dengan tema Akhir Kisah Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (6/5/2021).

Dari TWK tersebut, menurutnya masih ada beberapa fakta yang perlu ditunggu. Pertama, kejelasan 75 orang yang dinyatakan tidak lolos itu siapa saja. Kedua, apa tindak lanjut dari ketidaklulusan TWK itu, apakah menjadi alat potong pegawai KPK.

“Kalau iya berarti benar ada upaya luar biasa untuk itu [pembunuhan KPK]. Kalau tidak, bukan lantas membuktikan sebaliknya, tapi bisa jadi upaya itu karena kita cium, mereka lari. Begitu TWK membunuh 75 orang baik itu, saya katakan inalilahi wainailaihi rojiun untuk KPK,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti Mahkamah Konstitusi (MK) yang menurutnya menjadi bagian dari pelemahan KPK. Hal ini dibuktikan dengan menolak permohonan uji materil RUU KPK. Dengan demikian saat ini ada dua lembaga yang mati, yakni KPK dan MK.

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asfinawati, mengatakan upaya pelemahan KPK melalui Tes Wawasan Kebangsaan bukan sesuatu yang ahistoris. KPK sudah dilemahkan mulai dari Cicak Vs Buaya 1, Cicak Vs Buaya 2 dan Cicak Vs Buaya 3, dengan berbagai upaya kriminalisasi komisioner KPK.

Cicak Vs Buaya 4 terjadi secara parallel, mulai dari revisi UU KPK, beriringan dengan pemilihan pansel [panitia seleksi] KPK yang bermasalah karena memiliki konflik kepentingan dengan pihak yang menyerang KPK. Pansel ini juga meloloskan orang bermasalah. Ini menunjnukkan indikasi demokrasi Indonesia sudah runtuh,” katanya.

Sekarang, kata dia, publik sedang melihat upaya penuntasan skenario serangan balik koruptor, yakni KPK dikuasai dari dalam dan luar. Pihak yang ingin melemahkan KPK sekarang disusupkan ke dalam, untuk menghambat supaya KPK tidak terlalu progresif. Meski wujud luar masih cicak, tapi di dalam KPK sudah menjadi buaya.

“Apa yang kita lihat sekarang sudah dimulai dari bertahun-tahun lalu, yang mungkin tidak direncanakan serumit ini, tapi dia skenario yang dieskalasi. Kalau para petinggi negeri tidak bertindak, rakyat akan simpulkan bahwa tindakan ini disetujui petinggi negeri. Ini disebut state capture corruption,” ujarnya.

Berita Terkait

WTP 13 Kali Berturut-turut, Pemkot Jogja Terima Penghargaan dari Kemenkeu RI
Penataan Kawasan Kumuh di Sungai Gajah Wong Dapat Apresiasi Bank Dunia
Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele
YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia
Masa Penahanan Haryadi Akan Habis, KPK Diminta Tuntaskan Penyidikan
Eks Penyidik KPK Jadi Penasihat Hukum Ferdy Sambo, Ini Alasannya
Lukas Enembe Mengaku Punya Tambang Emas, KPK Ingin Dapat Laporan Resmi
KPK Panggil Zumi Zola Terkait Dugaan Suap Pengesahan RAPBD Provinsi Jambi

Video Terbaru

Advertisement

Berita Lainnya

  1. Agenda Solo Hari Ini: Bakar Musik di Pucangsawit, New Kendedes di Sekaten
  2. Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini bakal Gerimis Siang hingga Malam
  3. Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini: Hati-Hati Gerimis Siang hingga Malam
  4. Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini 30 September 2022, Hujan tapi Gerah

Berita Terbaru Lainnya

Krisis Pangan Terjadi di Banyak Negara, Jokowi Bersyukur karena Masyarakat Indonesia Masih Bisa ke Restoran
Jaga Persaingan Usaha, Aptrindo Usul Truk di Atas 20 Tahun Dimusnahkan
Cek Link Lowongan Kerja Kereta Cepat Indonesia Untuk SMA, SMK, dan Sarjana
Ini Daftar Vaksin yang Wajib untuk Bayi dan Anak
Airlangga Bertemu Puan, Buka Peluang Koalisi Pilpres 2024?
Mantan Kabag Renmin DivPropam Polri Didemosi Satu Tahun
Ibu Almarhum Brigadir J Berharap Kebenaran Terungkap di Persidangan
Hong Kong Tarik Mie Sedaap, Ini Penjelasan BPOM
Bawaslu Sebut Laporan Dugaan Pelanggaran Kampanye Anies Tak Penuhi Syarat
Anak Pedangdut Almarhum Imam S Arifin Ditangkap karena Mencuri Belasan Motor