HomeNews

Pegawai KPK Bongkar Kejanggalan TWK Rezim Firli Bahuri

Oleh:Setyo Aji Harjanto
16 Mei 2021 - 15:57 WIB

Ketua KPK Firli Bahuri saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (6/12/2020) terkait penahanan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara. - Antara/Humas KPK

Harianjogja.com, JAKARTA - Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan berbagai kejanggalan dalam pelaksanaan tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status pegawai lembaga antirasuah menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Hal itu diungkapkan Benydictus Lumala, pegawai yang bertugas sebagai Fungsional Peran Serta Masyarakat KPK. Beny, sapaan karib Benydictus merupakan salah satu pegawai yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) sehingga dia tidak lolos dalam tes wawasan kebangsaan. Menurutnya, proses TWK tidak berintegritas dan tertutup.

BACA JUGA : Surat Penonaktifan 75 Pegawai Beredar, TWK Hanya Akal

"Proses TWK ini tidak berintegritas dan berbahaya bagi lembaga, karena sangat tertutup dan prosesnya penuh rahasia," kata Benydictus saat dikonfirmasi, (16/5/2021).

Kejanggalan pertama, ucap Beny, sosialisasi TWK yang dilakukan di era Ketua KPK Firli Bahuri sangat tidak maksimal. Dia mengaku baru mengetahui akan mengikuti TWK sepekan sebelum tes digelar.

Dia juga menyebut, e-mail kartu ujian yang masuk ke pegawai dari BKN tanpa sepengetahuan bagian SDM KPK.

Selanjutnya, Beny memaparkan proses wawancara di TWK pun sarat kejanggalan. Misalnya, pewawancara tidak memperkenalkan diri saat mulai mewawancara serta tidak membawa alat rekam baik itu kamera maupun perekam suara.

"Saya diwawancara dua orang, sementara yang lain satu orang," ungkap Beny.

BACA JUGA : Pukat UGM: Tes Kebangsaan Cuma Alat Cuci Tangan Firli 

Kejanggalan lainnya terdapat dari unsur pertanyaan TWK. Menurut Beny, pertanyaan yang dilontarkan penguji tidak terkait dengan wawasan kebangsaan sama sekali.

"Wawasan kebangsaan itu kan pertanyaannya seputar Pancasila, UUD 1945, UU, penegakan hukum," ucapnya.

Diketahui, sebanyak 75 pegawai KPK dinyatakan tidak memenuhi syarat alias tidak lolos dalam asesmen TWK sebagai syarat alih status pegawai KPK menjadi ASN. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menjelaskan dalam Surat Keputusan Tentang Asesmen TWK, ke-75 pegawai yang tidak lolos itu diminta untuk menyerahkan tugas dan tanggung jawabnya kepada atasan langsung, sampai dengan ada keputusan lebih lanjut.

"Ini sesuai dengan keputusan rapat pada 5 Mei 2021 yang dihadiri oleh Pimpinan, Dewan Pengawas dan Pejabat Struktural," kata Ali dalam keterangannya, Selasa (11/5/2021).

Ali beralasan penyerahan tugas ini dilakukan semata-mata untuk memastikan efektivitas pelaksanaan tugas di KPK agar tidak terkendala. Serta, lanjut Ali, untuk menghindari adanya permasalahan hukum berkenaan dengan penanganan kasus yang tengah berjalan.

Sumber: JIBI/Bisnis Indonesia Tag: kpk Editor: Sunartono

Artikel Terkait
Dewan Pengawas Akui KPK Jadi Lemah karena Revisi UU No.30/2002 1 year ago
Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi Laporkan Yasonna Laoly ke KPK 1 year ago
Begini Cara Menemukan Harun Masiku Versi Roy Suryo ... 1 year ago
Istri Harun Masiku Bantah Sembunyikan Suaminya di Rumah 1 year ago
KPK Panggil 4 Orang Saksi Kasus Wahyu Setiawan, Termasuk Kader PDIP 1 year ago

Berita Pilihan

Bantu Sambung Listrik Warga Tidak Mampu, PLN Gelar PLN Mobile Virtual Charity Run and Ride Seks untuk Suap Pejabat! Indonesia Peringkat Teratas soal Kasus Korupsi Seks Kondisi Terkini Yahukimo Papua, Polri: Aman Terkendali BIN Bantu Percepatan Vaksinasi di Gunungkidul Ribuan Santri dan Pelajar Ikut Vaksinasi Massal dari Polres Magelang
Berita Terbaru
Novel Sebut Tahu 'Orang Dalam' Azis Syamsuddin, Ini Reaksi KPK 26 minutes ago
Bareskrim Polri Bentuk Dua Tim Khusus untuk Tumpas Pinjol Ilegal di Indonesia 46 minutes ago
Gempa Bali, 4 Orang Tertimbun Material 1 hour ago
Bali Diguncang Gempa Magnitudo 4,8: Ini Foto-foto Kerusakannya 2 hours ago
Bantu Sambung Listrik Warga Tidak Mampu, PLN Gelar PLN Mobile Virtual Charity Run and Ride 2 hours ago

Terpopuler

Pemberontak Myanmar Serang Kantor Polisi dan Bunuh Belasan Anggota Keamanan Warga Magelang Jadi Tersangka Penerbangan Balon Udara Berisi Petasan KECELAKAAN LION AIR: Angkasa Pura I Selidiki Arahan ATC JT 960 5 Mapala UMY Taklukkan Gunung Elbrus Kesadaran Berasuransi Mulai Meningkat saat Pandemi
PDIP Panggil Kader yang Deklarasi Dukung Ganjar Capres 2024 3 hours ago
Lewat Youtube, Novel Baswedan Jelaskan Soal Taliban di KPK 4 hours ago
Pilpres 2024: Capres dan Cawapres yang Diusung PDIP Akan Diputuskan oleh Megawati 5 hours ago
Mahasiswa Korban Smackdown Polisi Sempat Dilarikan ke RS karena Kondisi Memburuk 5 hours ago
11 Siswa MTs di Ciamis Tewas Tenggelam Saat Susur Sungai pada Jumat Malam 9 hours ago