News

Menkes Sebut BOR Rumah Sakit di DKI dan Jabar Turun, DIY dan Bali Naik

Penulis: Aprianus Doni Tolok
Tanggal: 26 Juli 2021 - 17:07 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas, Senin (10/05/2021), di Jakarta. - Humas Setkab/Rahmat

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) bagi pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit terus menurun selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Kapasitas rumah sakit kita seluruh Indonesia ada 430.000, sekarang sudah sekitar 92.000. Pada Minggu lalu itu sudah diisi dengan pasien Covid-19. Alhamdulillah sekarang sudah turun ke 82.000,” kata Menkes dalam konferensi pers yang ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (26/7/2021).

Menkes mengungkapkan penurunan BOR rumah sakit terjadi di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat, kendati pada saat yang sama beberapa daerah lain justru mengalami kenaikan seperti DIY dan Bali.

Menkes berpesan terhadap pihak rumah sakit agar tidak hanya melihat BOR untuk menggambarkan kapasitas tempat tidur di rumah sakit.

Dia mencontohkan, salah satu provinsi sudah panik karena BOR-nya sudah 90 persen dari kapasitas 2.000 tempat tidur untuk pasien Covid-19.

Menurutnya, provinsi tersebut tidak usah panik karena ada solusi yang bisa diambil yaitu mengkonversi tempat tidur non-Covid sehingga tingkat BOR kembali menurun.

Lebih lanjut, Menkes juga menyampaikan pesan Presiden Jokowi terkait kasus meninggal yang terus melonjak.

“Akhir-akhir ini bapak Presiden memberikan arahan bahwa banyak yang wafat dan saya sudah cek dengan banyak direktur utama rumah sakit penyebabnya telat masuk [rumah sakit],” ujarnya.

Menkes pun mengimbau kepada masyarakat untuk rutin mengecek kondisi kesehatannya yaitu minimal saturasi oksigen.

Pasalnya, berdasarkan laporan yang diterima Menkes dari rumah sakit, banyak pasien meninggal yang ketika masuk rumah sakit, saturasi oksigennya sudah sangat rendah.

“Kalau di bawah 94 persen segera ke rumah sakit, yang penting jangan tunggu dibawah 80 atau 70 persen karena merasa sehat,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Berita Terkait

Studi Terbaru Ada Virus yang Bisa Membangunkan Sel Kanker Payudara yang Tidak Aktif
Covid-9 Mulai Merebak, Dokter Paru: Perlu Ada Kejelasan Vaksinasi
15 Orang Positif Covid-19 di Jaksel
Covid-19 Merebak Lagi, Ini 7 Imbauan WHO

Video Terbaru

Berita Lainnya

  1. Panduan Lengkap Slot Online di JendelaToto
  2. Panduan Lengkap Main di Jendelatoto
  3. Main Slot Gacor Mudah Menang 2025
  4. Best Strategies for Togel Players

Berita Terbaru Lainnya

Korban WNI Tewas di Kebakaran Hong Kong Bertambah Jadi 9
Pemecatan Gus Yahya Dinilai Prematur oleh PBNU, Ini Penyebabnya
Banjir Parah Rendam 11 Kecamatan di Serdang Bedagai Sumut
Kemenhut Telusuri Sumber Kayu Banjir Sumatera
DPR Desak Status Bencana Nasional untuk Sumatera, Ini Alasannya
Terjadi Lonjakan Kasus Rabun Anak, Kemenkes Turun ke Sekolah
Kejagung Cabut Pencegahan VRH Terkait Kasus Pajak, Ini Alasannya
BPBD: 14.537 Warga Nagan Raya Aceh Terdampak Banjir Bandang
Zulhas Perintahkan Bulog Salurkan Logistik Dua Kali Lipat
Raja Thailand Donasi Rp51,9 Miliar untuk Korban Banjir Bandang