HomeNews

Presiden Jokowi Minta Jajarannya Waspada Gelombang Ketiga Covid-19

Oleh:Fitri Sartina Dewi
20 September 2021 - 22:57 WIB

Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan terkait perkembangan PPKM di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin (23/8/2021) - BPMI Setpres

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Invetasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan telah menerima arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) ahar jajarannya mewaspadai kemungkinan terjadinya gelombang ketiga Covid-19. 

"Sesuai arahan Presiden, kami di kabinet juga sudah diminta mengantisipasi kemungkinan terjadi gelombang baru ke depan," kata Luhut dalam keterangan pers, Senin (20/9/2021).

Luhut menyebut berdasarkan salah satu studi di scientific report berjudul “Multiwave pandemic dynamics explained: how to tame the next wave of infectious diseases”, kunci menahan gelombang baru adalah mengendalikan jumlah kasus pada masa strolling (ketika kasus sedang rendah).

Baca juga: Jubir Presiden Balas Ajakan Coldplay kepada Jokowi untuk Gabung Koalisi Advokasi Iklim

Dalam studi tersebut, jumlah kasus disarankan ditahan pada tingkat 10 kasus per juta penduduk per hari atau dalam kasus Indonesia di sekitar 2700 atau 3000an kasus.

"Saya yakin kita bisa mengendalikan kasus pada angka tersebut dan kuncinya adalah 3T, 3M, serta Penggunaan PeduliLindungi," ujarnya.

Lebih lanjut, Luhut juga menyatakan bahwa pemerintah telah melakukan sejumlah persiapan untuk mengantisipasi terjadinya gelombang ketiga Covid-19.

"Kami sudah melakukan sejumlah persiapan sejak ada terpaan varian Delta pada pertengahan Juli lalu," jelasnya.

Baca juga: Semua Sekolah Muhammadiyah di Jogja Belum Pembelajaran Tatap Muka

Adapun, untuk mengantisipasi masuknya varian baru Covid-19, Luhut menegaskan bahwa pemerintah akan membatasi pintu masuk perjalanan internasional ke Indonesia dan memperketat proses karantina bagi warga negara asing maupun Indonesia yang datang dari luar negeri.

Khusus untuk pintu masuk udara, imbuhnya, hanya dibuka di Jakarta dan Manado. Adapun, untuk laut hanya di Batam dan Tanjung Pinang, sedangkan untuk jalur darat hanya dapat dibuka di Aruk, Entikong, Nunukan dan Motaain

"Proses karantina juga dijalankan dengan ketat tanpa terkecuali dengan waktu karantina 8 hari dan melakukan PCR sebanyak 3 kali," paparnya.

Selain itu Pemerintah juga meningkatkan kapasitas karantina dan testing, terutama di pintu masuk darat. TNI dan Polri juga akan ditugaskan untuk melakukan peningkatan pengawasan di jalur-jalur tikus, baik di darat maupun laut.

Sumber: Bisnis.com Tag: Virus Corona Editor: Nina Atmasari

Artikel Terkait

Berita Pilihan

650 Hari Buron, ICW: KPK Tidak Niat Tuntaskan Kasus Harun Masiku 47 Siswa dan Guru di Solo Terpapar Covid-19 saat PTM KPI Jadi Sorotan Lagi, Kali Ini soal Tayangan Polisi Ngotot Periksa HP Warga Demokrat Kubu AHY Benarkan Moeldoko Bagi-bagi Duit Rp25 Juta dan HP La Nina Diprediksi Terjadi Akhir Tahun, BMKG: Kita Harus Siap
Berita Terbaru
650 Hari Buron, ICW: KPK Tidak Niat Tuntaskan Kasus Harun Masiku 23 minutes ago
47 Siswa dan Guru di Solo Terpapar Covid-19 saat PTM 33 minutes ago
Resmi! DIY Turun ke PPKM Level 2, Ini Daftar Lengkap Wilayahnya 1 hour ago
Kemenag: Libur Digeser Tak Mengurangi Makna Maulid Nabi 2 hours ago
KPI Jadi Sorotan Lagi, Kali Ini soal Tayangan Polisi Ngotot Periksa HP Warga 3 hours ago

Terpopuler

Pemberontak Myanmar Serang Kantor Polisi dan Bunuh Belasan Anggota Keamanan Warga Magelang Jadi Tersangka Penerbangan Balon Udara Berisi Petasan KECELAKAAN LION AIR: Angkasa Pura I Selidiki Arahan ATC JT 960 5 Mapala UMY Taklukkan Gunung Elbrus Kesadaran Berasuransi Mulai Meningkat saat Pandemi
52 Kabupaten/Kota Mulai Terapkan PPKM Level 1 & Ada 9 Masuk di Level 1 3 hours ago
Jadi Ketua Dewan Pengarah BRIN, Megawati Dinilai Tak Punya Reputasi Ilmiah 3 hours ago
RI-Malaysia Kompak Jaga Stabilitas di Tengah Memanasnya Kawasan Indo Pasifik 4 hours ago
Haiti Berkecamuk, FBI Turun Mencari Penculik Belasan Misionaris 4 hours ago
Rencana Pemberian Gelar ke Ma'ruf Amin dan Erick Thohir Tuai Kritik, Ini Klarifikasi UNJ 4 hours ago