HomeNews

Tingkatkan Minat Jalan Kaki, Menhub: Kesempatan Selamat dari Kecelakaan 90%

Oleh:Rahmi Yati
21 September 2021 - 12:37 WIB

Ilustrasi pejalan kaki di trotoar Oxford Street, pusat Kota London - Bloomberg / Simon Dawson

Harianjogja.com, JAKARTA – Pejalan kaki memiliki kesempatan selamat lebih besar bila terjadi suatu tabrakan atau kecelakaan lalu lintas. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. 

Oleh karenanya, saat ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tidak hanya fokus pada peningkatan kesadaran dalam penggunaan transportasi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan minat berjalan kaki.

“Berdasarkan kajian, jalan kaki punya kesempatan untuk selamat dalam sebuah crash sejumlah 90 persen jika kecelakaan itu tidak melampaui 30 kilometer per jam,” kata Budi dalam sambutannya saat membuka webinar Indonesia Youth Road Safety Warriors, Selasa (21/9/2021).

Budi menuturkan, data yang ada menunjukkan bahwa usia 15–29 paling rentan menjadi korban meninggal terbesar akibat kecelakaan lalu lintas yang didominasi oleh kendaraan roda dua.

Menurutnya, sepeda motor saat ini memang menjadi pilihan moda transportasi favorit bagi mereka yang berada di usia tersebut. Kondisi mereka yang secara emosional sangat bergelora membutuhkan upaya besar untuk mengurangi tingkat kecelakaan.

Baca juga: Masih Ada Wali Tak Izinkan Anaknya Bersekolah

“Mereka memerlukan upaya pengendalian diri dan harus diimbangi dengan skill berkendara dan rasa empati yang tinggi terhadap pengguna jalan yang lain,” ujar Budi.

Terpisah, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menyebut bahwa berjalan kaki juga termasuk salah satu moda transportasi yang ramah lingkungan.

Jalan kaki dilakukan bukan karena tidak punya kendaraan, melainkan juga karena hak dan kewajiban untuk mewujudkan transportasi yang aman, sehat, dan selamat.

Oleh karenanya, Budi meminta Pemerintah Daerah (Pemda) agar senantiasa menyiapkan fasilitas yang baik, seperti memperbaiki trotoar bagi pejalan kaki.

“Saya melihat ke depan transportasi yang harus kita dorong dan bangun betul adalah transportasi yang berbasis angkutan umum/massal dan green transportation. Contohnya, penggunaan sepeda, sepeda listrik, dan pejalan kaki,” ucapnya.

Selain itu, Budi menuturkan, saat ini polusi di Indonesia semakin parah. Maka dari itu, Kemenhub ingin mendorong penggunaan sepeda dan jalan kaki yang lebih ramah emisi dibandingkan dengan kendaraan bermotor.

Trotoar Diperbaiki

Di tahun ini, sambungnya, pemerintah sudah memperbaiki kualitas pedestrian trotoar di beberapa kota besar, salah satunya di Pekanbaru. Hal itu dilakukan untuk mendorong kesadaran masyarakat terkait masalah polusi udara.

Dia juga berharap, transportasi umum yang sudah dibangun di 10 kota besar saat ini bisa menjadi pilihan utama untuk pergerakan masyarakat di perkotaan. Namun, untuk menyimbangkan hal itu dibutuhkan penggunaan sepeda dan trotoar bagi pejalan kaki.

“Kemarin saya lihat di kota-kota besar memperbaiki beberapa kualitas untuk pejalan kaki di trotoar. Saya kira komunitas pejalan kaki bersama dengan kami mencoba bikin kegiatan yang intinya adalah mendorong kepada masyarakat semakin sadar menyangkut masalah polusi udara,” tuturnya.

Sumber: bisnis.com Tag: transportasi Editor: Bernadheta Dian Saraswati

Artikel Terkait
BLUe Jadi Syarat Uji Berkala Motor 1 year ago
Tak Menghilangkan Nuansa Tradisional, Becak Listrik di Jogja Bakal Semakin Canggih 1 year ago
Presiden Jokowi Ingin Transportasi di Ibu Kota Baru Tak Memakai Kendali Manusia 1 year ago
5 Bus Sumber Selamat Jogja-Surabaya & Surabaya-Semarang Jadi Sasaran Pelemparan Batu 1 year ago
Trans Jogja Kembangkan Aplikasi Online untuk Pantau Keberadaan Bus 1 year ago

Berita Pilihan

650 Hari Buron, ICW: KPK Tidak Niat Tuntaskan Kasus Harun Masiku 47 Siswa dan Guru di Solo Terpapar Covid-19 saat PTM KPI Jadi Sorotan Lagi, Kali Ini soal Tayangan Polisi Ngotot Periksa HP Warga Demokrat Kubu AHY Benarkan Moeldoko Bagi-bagi Duit Rp25 Juta dan HP La Nina Diprediksi Terjadi Akhir Tahun, BMKG: Kita Harus Siap
Berita Terbaru
650 Hari Buron, ICW: KPK Tidak Niat Tuntaskan Kasus Harun Masiku 13 minutes ago
47 Siswa dan Guru di Solo Terpapar Covid-19 saat PTM 23 minutes ago
Resmi! DIY Turun ke PPKM Level 2, Ini Daftar Lengkap Wilayahnya 1 hour ago
Kemenag: Libur Digeser Tak Mengurangi Makna Maulid Nabi 2 hours ago
KPI Jadi Sorotan Lagi, Kali Ini soal Tayangan Polisi Ngotot Periksa HP Warga 2 hours ago

Terpopuler

Pemberontak Myanmar Serang Kantor Polisi dan Bunuh Belasan Anggota Keamanan Warga Magelang Jadi Tersangka Penerbangan Balon Udara Berisi Petasan KECELAKAAN LION AIR: Angkasa Pura I Selidiki Arahan ATC JT 960 5 Mapala UMY Taklukkan Gunung Elbrus Kesadaran Berasuransi Mulai Meningkat saat Pandemi
52 Kabupaten/Kota Mulai Terapkan PPKM Level 1 & Ada 9 Masuk di Level 1 3 hours ago
Jadi Ketua Dewan Pengarah BRIN, Megawati Dinilai Tak Punya Reputasi Ilmiah 3 hours ago
RI-Malaysia Kompak Jaga Stabilitas di Tengah Memanasnya Kawasan Indo Pasifik 3 hours ago
Haiti Berkecamuk, FBI Turun Mencari Penculik Belasan Misionaris 4 hours ago
Rencana Pemberian Gelar ke Ma'ruf Amin dan Erick Thohir Tuai Kritik, Ini Klarifikasi UNJ 4 hours ago