HomeNews

Aduan Pinjol Capai 19.711 Kasus, Data Pribadi Korban Diancam Disebar

Oleh:Aziz Rahardyan
15 Oktober 2021 - 22:37 WIB

Ilustrasi teknologi finansial - Flickr

Harianjogja.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aduan terhadap penyelenggaraan fintech peer-to-peer (P2P) lending resmi, maupun pinjaman online (pinjol) ilegal mencapai 19.711 kasus selama kurun waktu 2019-2021. 

Sebanyak 47,03 persen dari total kasus atau 9.270 kasus termasuk ke dalam pengaduan berat, sementara sisanya 10.441 termasuk pelanggaran ringan atau sedang. 

OJK mencatat bahwa setidaknya ada empat isu aduan berat yang paling banyak dilaporkan, yang notabene dilakukan oleh pelaku pinjol ilegal. 

Pertama, pencairan dana atau pinjaman tanpa persetujuan pemohon. Kedua, ancaman penyebaran data pribadi. Ketiga, penagihan kepada seluruh kontak HP (milik korban) dengan teror atau intimidasi. Terakhir, penagihan dengan kata kasar dan pelecehan seksual. 

"Kebutuhan masyarakat mendapatkan pinjaman dengan cepat telah dimanfaatkan oleh pelaku pinjaman online ilegal. Ciri-cirinya menetapkan suku bunga tinggi, fee besar, denda tak terbatas, dan teror atau intimidasi," tulis OJK dalam keterangannya, Jumat (15/10/2021). 

BACA JUGA: Mahasiswa Korban Smackdown Polisi Dikabarkan Memburuk

Adapun, sejak 2018 sampai 2021, OJK bersama kementerian dan lembaga yang tergabung dalam Satuan Satgas Waspada Investasi mencapai 3.516 entitas. Tepatnya, pada 2018 mencapai 404 platform, pada 2019 mencapai 1.493 platform, pada 2020 mencapai 1.026 platform, dan pada periode berjalan telah mencapai 593 platform. 

OJK mencatat setidaknya ada beberapa pendorong maraknya aktivitas pinjol ilegal. Dari sisi pelaku, yaitu berkaitan kemudahan mengunggah platform berupa aplikasi atau website kepada khalayak, serta kesulitan pemberantasan karena banyak pelaku menggunakan server dari luar negeri. 

Adapun, dari sisi korban, tingkat literasi masyarakat menjadi pekerjaan rumah terbesar, misalnya abai terhadap pengecekan legalitas dan terbatasnya pemahaman terhadap bahaya pinjol, selain itu ditambah adanya kebutuhan mendesak karena kesulitan keuangan.  

Sumber: Bisnis.com Tag: Pinjaman online Editor: Bhekti Suryani

Artikel Terkait

Berita Pilihan

Surono Ingatkan Erupsi Semeru Berbeda dengan Merapi, Hujan Jadi Faktor Penting Cegah Covid-19, TNI Bagi-bagi Masker ke Warga Papua Hasil Survei: Kepercayaan Publik ke Polri Tertinggi Sedekade Terakhir Masyarakat Diajak Lakukan 4T untuk Mencegah Stunting Tak Ada Kasus Positif saat Uji Petik Antigen, Sekolah di Klaten Diklaim Aman
Berita Terbaru
Jaksa Tuntut Hukuman Mati Heru Hidayat di Kasus Korupsi Asabri 8 minutes ago
Luhut Ungkap Pembatalan PPKM Level 3 saat Nataru 18 minutes ago
Surono Ingatkan Erupsi Semeru Berbeda dengan Merapi, Hujan Jadi Faktor Penting 28 minutes ago
Jaga Pemulihan Ekonomi, Ekonom Ungkap Strategi Jinakkan Omicron 58 minutes ago
Mengais Batu & Kerikil Semeru, Risma Dikritik Merepotkan Banyak Orang 1 hour ago

Terpopuler

Pemberontak Myanmar Serang Kantor Polisi dan Bunuh Belasan Anggota Keamanan Warga Magelang Jadi Tersangka Penerbangan Balon Udara Berisi Petasan KECELAKAAN LION AIR: Angkasa Pura I Selidiki Arahan ATC JT 960 5 Mapala UMY Taklukkan Gunung Elbrus Kesadaran Berasuransi Mulai Meningkat saat Pandemi
Soal Semeru, Mbah Rono Minta Risma Tidak Perlu Marah-Marah 1 hour ago
Dampak Omicron Bisa Bahayakan Ekonomi Indonesia 2 hours ago
Pemerintah Batal Terapkan PPKM Level 3 Seluruh Indonesia saat Nataru 3 hours ago
Mahasiswa Korban Pelecehan Seksual Dosen Unsri Bertambah Jadi 4 Orang 4 hours ago
Komisaris KSI Tantang Erick Thohir Taruhan Rp1 Miliar 4 hours ago