HomeNews

Jokowi Diingatkan untuk Tepati Janji Revisi UU ITE

Oleh:Aprianus Doni Tolok
15 Oktober 2021 - 23:17 WIB

Ilsutrasi - Freepik

Hariajogja.com, JAKARTA - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengingatkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk menunaikan janjinya merevisi UU ITE.

“Keseriusan pemerintah patut ditunggu dalam mengatasi berbagai pasal karet di UU ITE. Surat presiden dan draf revisi UU ITE blm pemerintah serahkan kpd DPR. Pemberian amnesti kpd dosen Univ Syiah Kuala, Banda Aceh kembali menguatkan ada penegakan hukum yang keliru dlm penerapan UU ini,” cuitnya melalui akun Twitter @MardaniAliSera, Jumat (15/10/2021).

Menurutnya, revisi UU ITE semakin mendesak karena SKB pedoman penerapan penanganan UU ITE tidak bisa menghalau pemidanaan dengan UU ITE.

Data dari Paguyuban Korban UU ITE memperlihatkan, sampai saat ini ada 23 kasus bertentangan dgn UU ITE yg proses hukumnya tetap dijalankan,” cuitnya kemudian.

Mardani memerinci, 18 kasus di antaranya kini di tahap penyelidikan serta penyidikan, sedangkan 5 sisanya sudah masuk ke tahap persidangan.

Dengan fakta tersebut, kata Mardani, revisi UU ITE harus disegerakan karena penafsiran aparat kerap subyektif dan cenderung menjadikannya alat mengriminalisasi korban.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi telah menyetujui draft pedoman implementasi yang disusun oleh tim kajian yang dibentuk Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) dan kementerian terkait lainnya untuk merevisi sejumlah pasal dalam Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Adapun, draft pedoman implementsi yang disetujui Kepala Negara adalah pertama revisi terbatas UU ITE yang menyangkut substansi yaitu pada Pasal 27, 28, 29, 36, dan 45c.

Menurut Jokowi, revisi itu dilakukan untuk menghilangkan multitafsir, pasal karet, dan kriminalisasi yang banyak disampaikan masyarakat sipil, tanpa mencabut undang-undang tersebut.

Sumber: JIBI/Bisnis.com Tag: UU ITE Editor: Budi Cahyana

Artikel Terkait
Setelah Dipenjara 11 Bulan, Buni Yani Bebas dengan Cuti Bersyarat 1 year ago
Sanksi untuk Peltu YNS Menunggu Keputusan Pimpinan TNI AU 2 years ago
Polisi Siap Tangani Kasus istri Anggota Satpom TNI AU Terkait Ujaran Kebencian 2 years ago
Polisi Tangkap Penculik Relawan Jokowi 2 years ago
Ubah Pancasila Jadi "Pancagila", Seorang Pemuda Ditangkap Polisi 2 years ago

Berita Pilihan

Cegah Covid-19, TNI Bagi-bagi Masker ke Warga Papua Hasil Survei: Kepercayaan Publik ke Polri Tertinggi Sedekade Terakhir Masyarakat Diajak Lakukan 4T untuk Mencegah Stunting Tak Ada Kasus Positif saat Uji Petik Antigen, Sekolah di Klaten Diklaim Aman Waspada, Omicron Semakin Dekat! Singapura Sudah Catatkan 2 Orang Positif
Berita Terbaru
Jaga Pemulihan Ekonomi, Ekonom Ungkap Strategi Jinakkan Omicron 30 minutes ago
Mengais Batu & Kerikil Semeru, Risma Dikritik Merepotkan Banyak Orang 41 minutes ago
Soal Semeru, Mbah Rono Minta Risma Tidak Perlu Marah-Marah 1 hour ago
Dampak Omicron Bisa Bahayakan Ekonomi Indonesia 1 hour ago
Pemerintah Batal Terapkan PPKM Level 3 Seluruh Indonesia saat Nataru 3 hours ago

Terpopuler

Pemberontak Myanmar Serang Kantor Polisi dan Bunuh Belasan Anggota Keamanan Warga Magelang Jadi Tersangka Penerbangan Balon Udara Berisi Petasan KECELAKAAN LION AIR: Angkasa Pura I Selidiki Arahan ATC JT 960 5 Mapala UMY Taklukkan Gunung Elbrus Kesadaran Berasuransi Mulai Meningkat saat Pandemi
Mahasiswa Korban Pelecehan Seksual Dosen Unsri Bertambah Jadi 4 Orang 4 hours ago
Komisaris KSI Tantang Erick Thohir Taruhan Rp1 Miliar 4 hours ago
Satgas Covid-19 Sebut Tingkat Kepatuhan Memakai Masker & Menjaga Jarak Membaik 5 hours ago
Begini Curhat Pilot Pesawat yang Terbang di Sekitar Gunung Semeru 7 hours ago
Bantuan Mulai Berdatangan, Warga Terdampak Semeru Diharapkan Segera Bangkit 7 hours ago