HomeNews

Gempa Bali, 4 Orang Tertimbun Material

Oleh:Newswire
16 Oktober 2021 - 09:57 WIB

Salah satu dampak gempa magnitudo 4,8 yang terjadi pada Sabtu (16/10/202) yang menimpa rumah warga. - BPBD Bangli Karangasem.

Harianjogja.com, DENPASAR - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali I Made Rentin mengatakan empat orang tertimbun material di daerah Trunyan, Kabupaten Bangli, akibat gempa bermagnitudo 4,8 yang terjadi pada Sabtu (16/10/2021) pukul 04.18 Wita.

"Selain itu, kami juga menerima info awal ada satu warga di Kabupaten Karangasem yang mengalami patah tulang," kata Rentin dikonfirmasi dari Denpasar, Sabtu (16/10/2021).

Rentin bersama jajaran saat ini sedang menuju lokasi warga yang tertimbun di kawasan Trunyan, Kabupaten Bangli.

"Korban yang tertimbun saat ini masih dalam pencarian. Info dari rekan kami, dari empat orang yang tertimbun, baru satu orang yang diselamatkan dan dalam kondisi masih sadar," ucapnya.

Rentin menambahkan, untuk akses melalui darat tidak bisa dilakukan menuju lokasi kejadian di Trunyan dan hanya bisa melalui Danau Batur.

Sementara itu berdasarkan keterangan tertulis Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar Agus Wahyu Raharjo, gempa tektonik bermagnitudo 4,8 tersebut dengan episenter terletak pada koordinat 8,32° LS; 115,45° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 8 kilometer barat laut Karangasem, Bali, pada kedalaman 10 kilometer.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal," ujarnya.

Hingga pukul 04.42 Wita, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya dua aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 3,8 (dirasakan di Karangasem III MMI) dan magnitudo 2,7.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi BMKG Daryono dalam keterangan tertulisnya menambahkan, dengan memperhatikan sumber gempa di Bali yang bermagnitudo 4,8 tersebut, tampak gempa yang terjadi akibat aktivitas sesar/patahan aktif lokal, bukan akibat aktivitas Sesar Naik Flores.

Ada dugaan karena lokasi episenter di kompleks Gunung Api Agung-Batur, bisa jadi ada kaitan dengan migrasi magma yang mencetuskan aktivitas sesar lokal.

“Pusat gempa Karangasem pagi ini terletak di zona gempa swarm Komplek Gunung Agung dan Gunung Batur pada tahun 2017,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya.

Dia menjelaskan gempa swarm yang pernah terjadi pada bulan September-Oktober 2017 memiliki magnitudo terbesar 4,2. Selanjutnya pada 8 November 2017 terjadi gempa paling kuat dengan M4,9 yang juga menimbulkan kerusakan ringan.

Hasil monitoring BMKG hingga pukul 05.30 WIB tercatat tiga kali gempa susulan (aftershocks) pascagempa 4,8 yang merusak di Rendang, Karangasem, Bali.

Gempa dirasakan dengan kekuatan M3,8 (dirasakan di Karangasem III MMI), M2,7 dan M1,7 yang terjadi pukul 03.52 WIB.

Daryono mengatakan gempa di Rendang Karangasem Bali  magnitudo 4,8 yang terjadi tadi pagi tidak hanya berdampak menimbulkan kerusakan bangunan rumah, tetapi ternyata memicu dampak ikutan (collateral hazard) seperti longsoran dan runtuhan batu di beberapa tempat, ujar dia.

Sumber: Antara Tag: gempa bumi Editor: Budi Cahyana

Artikel Terkait
Gempa 6,3 SR Guncang Papua, Belum Ada Laporan Dampak Kerusakan 1 year ago
Gempa Guncang Pangandaran 1 year ago
Aceh Diguncang Gempa 6,4, Tak Berpotensi Tsunami 1 year ago
Pagi Hari, Wonosari Gempa 1 year ago
Waspada! Ini Perkiraan Potensi Bencana 2020 1 year ago

Berita Pilihan

Badai Matahari Diprediksi Hari Ini, Begini Dampaknya ke Bumi Bandara Kualanamu Dijual, Ini Profil Investor Asingnya Jelang Nataru, Menteri Muhadjir Beri Pesan untuk Umat Kristiani Musik Kondangan Terlalu Keras, Puluhan Ayam Mati Mendadak Soal UMP, Said Iqbal Akan Adukan Pemerintah ke ILO
Berita Terbaru
Begal Payudara Klaten Ditangkap Polisi, Mengaku Beraksi 10 Kali 8 minutes ago
Varian Omicron Sudah Menyebar hingga ke Jepang 19 minutes ago
Jokowi Rayu Menteri PUPR Beli Sepatu untuk Naik Motor 39 minutes ago
Viral Polisi Minta Durian Pengganti Tilang, Ini Reaksi Mabes Polri 49 minutes ago
Instagram Disdukcapil Ini Dibully Gara-gara Syaratkan Cetak Google Form 58 minutes ago

Terpopuler

Pemberontak Myanmar Serang Kantor Polisi dan Bunuh Belasan Anggota Keamanan Warga Magelang Jadi Tersangka Penerbangan Balon Udara Berisi Petasan KECELAKAAN LION AIR: Angkasa Pura I Selidiki Arahan ATC JT 960 5 Mapala UMY Taklukkan Gunung Elbrus Kesadaran Berasuransi Mulai Meningkat saat Pandemi
Kasus Covid-19 di Sejumlah Negara yang Ditemukan Omicron Naik, Kecuali Israel 1 hour ago
Bidik Potensi Pasar B2B dan UKM XL Axiata Business Solutions Perluas Layanan di Sumatra 1 hour ago
Presiden Serahkan DIPA K/L dan Daftar Alokasi TKDD 2022 untuk Pemulihan Ekonomi 3 hours ago
Ini Aturan Detail Perjalanan Darat saat Libur Nataru, Wajib Tes PCR? 3 hours ago
Penembak Misterius di Exit Toll Bintaro yang Tewaskan 1 Pria Ternyata Anggota Polda Metro Jaya 5 hours ago