News

Varian Omicron Sudah Menyebar hingga ke Jepang

Penulis: Feni Freycinetia Fitriani
Tanggal: 30 November 2021 - 21:47 WIB
Penumpang memakai alat pelindung diri (APD) dikawal oleh pegawai perusahaan penerbangan di Bandara Internasional Narita, timur Tokyo, Jepang, Selasa (1/6/2021). - Antara

Harianjogja.com, JAKARTA - Jepang melaporkan kasus pertama Covid-19 varian Omicron pada Selasa (30/11/2021). Laporan tersebut didapat kurang dari sehari setelah negara itu memberlakukan pembatasan besar-besaran pada perjalanan dari luar negeri. 

Menteri Kesehatan Shigeyuki Goto mengatakan proses skrining genomik telah mendeteksi varian Omicron pada seorang diplomat pria Namibia berusia 30 tahun. Pria tersebut telah mendarat di Tokyo pada Minggu (28/11/2021) dari Namibia, salah satu dari sembilan negara Afrika di mana kasus Omicron awalnya dilaporkan.

"71 penumpang di pesawat yang sama dengan individu semuanya diperlakukan sebagai kemungkinan kontak," kata Goto seperti dilansir dari Japan Times, Selasa (30/11/2021). 

Goto menuturkan 71 orang tersebut akan dikarantina selama 10 hari di fasilitas yang ditunjuk pemerintah Jepang. Semua suspek, lanjutnya, bakal dilacak dari jarak jauh melalui aplikasi berkemampuan GPS yang dioperasikan oleh kementerian kesehatan. 

Selain itu, pemerintah Jepang menegaskan suspek juga akan menjalani tes Covid-19 setiap dua hari sekali selama isolasi.

Meskipun dia tidak menunjukkan gejala ketika tiba di Bandara Narita pada hari Minggu, Goto mengatakan pria asal Namibia mengalami demam pada hari berikutnya.

"Pria tersebut sudah divaksin sebanyak dua kali," ungkap Goto. 

Dalam upaya untuk menghindari varian Omicron, negara-negara di seluruh dunia memutuskan koneksi perjalanan dengan Afrika Selatan dan negara Eropa lainnya.

Dalam waktu kurang dari seminggu, varian Omicron asal Afrika Selatan telah menyebar ke seluruh Eropa, Australia dan Hong Kong. Menurut NHK, varian Omicron telah dilaporkan di 17 negara dan wilayah di luar Jepang. 

Pemerintah Jepang mengambil pendekatan yang lebih keras dengan melarang pelancong asing dari setiap negara di dunia selama sebulan mulai Selasa (30/11/2021). Sementara warga negara Jepang dan penduduk asing, termasuk pasangan dan anak-anak mereka, masih dapat masuk kembali ke Jepang selama mereka dikarantina selama tiga hingga 10 hari di fasilitas yang ditunjuk pemerintah. 

Semua wisatawan baru, termasuk siswa pertukaran pelajar, magang, dan mereka yang bepergian untuk tujuan bisnis, akan ditolak masuk ke Jepang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Berita Terkait

WTP 13 Kali Berturut-turut, Pemkot Jogja Terima Penghargaan dari Kemenkeu RI
Penataan Kawasan Kumuh di Sungai Gajah Wong Dapat Apresiasi Bank Dunia
YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia
IDI Ingatkan Pemerintah Tak Buru-Buru Nyatakan Pandemi Berakhir
Bos Pfizer Positif Covid-19 Lagi, Dia Ungkap Alasan Belum Disuntik Booster Bivalent
Status Pendemi Hanya Bisa Dicabut oleh WHO
Kemenkes Tegaskan Pandemi Covid-19 Belum Berakhir

Video Terbaru

Advertisement

Berita Lainnya

  1. Jenazah Sekeluarga Ditemukan Dicor dalam Septic Tank di Lampung
  2. Dies Natalis ke-60 Fakultas Biologi UKSW Wujudkan Biology for a Better Life
  3. PT Kliring Berjangka Catatkan Barang Resi Gudang Capai Rp1,04 Triliun
  4. Damkar Boyolali Buka Layanan Hotline Laporan Kebakaran, Catat Ini Nomornya!

Berita Terbaru Lainnya

BPOM Tarik 41 Obat Tradisional dan 16 Kosmetik Mengandung Kimia
Dukungan Akbar Tanjung untuk Anies Maju Capres Perlu Dilihat Konteksnya
16 Budaya Asal Jateng Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda 2022
Raja Charles III Sampaikan Dukacita Atas Tragedi Kanjuruhan
Top 7 News Harianjogja.com Kamis, 6 Oktober 2022
Waketum Golkar Sebut Pernyataan Pak Akbar Tandjung Soal Anies Hanya Ucapan Selamat
Kakek Memasang 9 AC di Apartemen, Tetangganya Mengeluh
BPJS Ketenagakerjaan Bidik 912.000 Pekerja Informal untuk Jadi Peserta
PEMILU 2024: Muhammadiyah Bantah Dukung Anies Baswedan Jadi Capres
Brigjen NA Tembaki Kucing di Sesko, Panglima TNI: Lanjutkan Proses Pidananya!