News

Kabar Baik, Polis Nasabah Jiwasraya Dialihkan ke IFG Life

Penulis: Denis Riantiza Meilanova
Tanggal: 23 Desember 2021 - 15:17 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menyaksikan seremonial pengalihan polis hasil restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) ke PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), Rabu (22/12/2021) - Denis Riantiza M

Harianjogja.com, JAKARTA -- PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mulai mengalihkan portofolio aset dan polis hasil restrukturisasi kepada PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life). Selanjutnya, perseroan akan mengembalikan izin usahanya sebagai perusahaan asuransi jiwa kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Kepatuhan, Manajemen Risiko, dan Sumber Daya Manusia Jiwasraya, R. Mahelan Prabantarikso mengatakan, setelah izin operasional dikembalikan ke regulator, Jiwasraya pun hanya akan menjadi perusahaan non-asuransi yang menjalankan fungsi utang-piutang dari polis-polis yang tidak setuju direstrukturisasi.

"Jiwasraya nanti bukan beroperasi sebagai perusahaan asuransi lagi, tapi perusahaan biasa. Kami akan kembalikan izin operasionalnya ke OJK. Setelah itu perusahaan Jiwasraya masih tetapi tergantung dari pemegang saham, apakah selanjutnya dilikuidasi," ujar Mahelan ketika ditemui usai acara seremonial pengalihan polis Jiwasraya ke IFG Life, Rabu (23/12/2021).

Bila nantinya perseroan dilikuidasi, kata Mahelan, hasil dari likuidasi tersebut akan digunakan untuk membayarkan utang-piutang dari polis-polis yang tidak setuju direstrukturisasi. Namun, belum ada keputusan dari pemegang saham terkait waktu dari rencana tersebut.

"Rencana seperti itu, tapi timeline kan tidak secepat itu, harus ada proses dan diskusi," katanya.

Dia menyebut, total liabilitas polis hasil restrukturisasi yang ditransfer ke IFG Life mencapai sekitar Rp37 triliun - Rp38 triliun. Selain itu, Jiwasraya juga akan mengalihkan kurang lebih 90 persen dari total asetnya sekitar Rp12 triliun yang bersifat clean and clear atau berkualitas bagus kepada IFG Life. Jiwasraya akan mengelola sisa asetnya yang bersifat unclear and unclean.

Terhadap polis-polis nasabah, Mahelan menuturkan bahwa sejak awal perseroan telah menawarkan berulang-ulang secara persuasif opsi restrukturisasi. Bagi yang tidak setuju untuk direstrukturisasi dan mengajukan gugatan atau somasi, pihaknya menghormati keputusan tersebut.

"Ada pilihan, restrukturisasi, transfer, bail in. Nasabah akan mendapatkan haknya kira-kira kurang lebih 70-80 persen. Tapi kalau misalnya mereka menunggu keputusan likuidasi dan seterusnya, kemungkinan dapatnya sekitar kurang lebih maksimal 10 persen. Itu pilihan mereka. Kami sudah sampaikan dari awal, kami sampaikan di media dan sudah persuasif. Kami hormati keputusan pemegang polis," jelasnya.

Berita Terkait

Ini Jenis-jenis Asuransi yang Ada di Indonesia
Ini 5 Langkah Penting Sebelum Memilih Asuransi
Ini Tips Memilih Asuransi Kendaraan Bermotor

Video Terbaru

Advertisement

Berita Lainnya

  1. Resmi, Persijap Tunjuk Mantan Pelatih Persis Solo Gantikan Jaya Hartono
  2. Disnaker Wonogiri Bentuk Unit Layanan Disabilitas, untuk Apa?
  3. Pra Muktamar Muhammadiyah di Solo Digelar Akhir Mei, Ini Materinya
  4. Konsumen dan Aktivis Desak McDonald’s Asia Tinggalkan Kandang Baterai

Berita Terbaru Lainnya

Kenang Buya Syafii Maarif, Jokowi: Kader Terbaik Muhammadiyah
Rakernas IMA 2022, Membangun Kreativitas dan Inovasi di Tahun Endemi
Ini Profil Anak Ridwan Kamil, Emmeril Kahn yang Hilang di Sungai Bern Swiss
Buya Syafii Maarif Wafat, PGI Usulkan Pemerintah Kibarkan Bendera Setengah Tiang
Investasi TLKM di GOTO Sudah Untung Rp949 Miliar
Begini Kondisi Putra RIdwan Kamil Sebelum Hanyut dan Hilang di Sungai Swiss
Akhir April 2022, Realisasi Belanja APBN DIY Capai Rp6,28 Triliun 
Kabar Duka, Mantan Ketum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif Tutup Usia
Putra Ridwan Kamil Hilang Terseret Arus Sungai di Swis, Ini Kronologinya
Rapat ALCo Mei 2022: Menggamit Asa Geliatnya Perekonomian Regional DIY