HomeNews

Mulai 1 Januari 2022, Ini Kebijakan Pajak Penghasilan Terbaru

Oleh:Hadijah Alaydrus
02 Januari 2022 - 13:07 WIB

Sejumlah wajib pajak melakukan pelaporan SPT Pajak Tahunan di Kantor KPP Pratama Jakarta Kebayoran Baru I, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2019).ANTARA FOTO - Indrianto Eko Suwarso

Harianjogja.com, JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah mengesahkan Undang-undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) pada 7 Oktober 2021.

Dengan bergantinya tahun, sebagian aturan dalam UU No.7/2021 akan resmi berlaku. Salah satunya adalah pajak penghasilan (PPh) yang akan diterapkan per 1 Januari 2022.

Seperti diketahui, pemerintah menempatkan satu lagi lapisan penghasilan orang pribadi (bracket) yang dikenai tarif pajak penghasilan (PPh).

Pemerintah menambah layer PPh orang pribadi sebesar 35% untuk penghasilan kena pajak di atas Rp5 miliar.

Dengan demikian, orang-orang kaya akan membayar pajaknya lebih mahal.

Namun, di sisi lain, pemerintah juga menaikkan tarif pajak penghasilan terendah 5% menjadi Rp60 juta dari sebelumnya Rp50 juta.

Alhasil, wajib pajak orang pribadi dalam negeri adalah sebagai berikut:

1. WP dengan penghasilan kena pajak sampai dengan Rp60 juta membayar tarif pajak 5%
2. WP dengan penghasilan di atas Rp60 juta sampai Rp250 juta dikenakan tarif pajak 5%
3. WP dengan penghasilan kena pajak Rp250 juta hingga Rp500 juta dikenakan tarif 25%
4. WP dengan penghasilan kena pajak Rp 500 juta hingga Rp 5 miliar dikenakan tarif 30%
5. WP dengan penghasilan di atas Rp5 miliar dikenakan tarif pajak 35%

Kemudian, pemerintah telah menetapkan tarif PPh Badan naik sebesar 22% untuk tahun pajak 2022 dan seterusnya.

Adapun, kenaikan ini sejalan dengan tren perpajakan global yang mulai menaikkan penerimaan dari PPh.

Lebih lanjut, pemerintah juga akan mengenakan pajak atas fasilitas karyawan, baik berupa barang dan penghasilan.

WP orang pribadi yang menerima natura wajib melaporkan di dalam SPT Tahunan mereka.

Tidak hanya itu, mulai 1 Januari 2022, pelaku UMKM atau pengusaha dengan omzet maksimal Rp500 juta setahun tidak akan dikenakan PPh. Kemudian, pemerintah juga memulai Program Pengungkapan Sukarela (PPS) pada awal tahun ini.

PPS fokus pada dua hal. Pertama, program ini ditujukan untuk WP peserta tax amnesty 2016/2017, baik WP badan dan WP orang pribadi yang belum mengungkapkan harga per 31 Desember 2015. Mereka akan dikenakan tarif PPh final sebesar 6%-11%.

Kedua, program ini juga akan menjaring WP orang pribadi atas harta yang diperoleh pada 2016-2020 yang belum dilaporkan pada SPT tahunan 2020. WP orang pribadi tersebut akan dikenakan PPh final sebesar 12%-18%.

Sumber: Bisnis Indonesia Tag: pajak Editor: Galih Eko Kurniawan

Artikel Terkait
DJP DIY Sita Belasan Miliar Rupiah dan Barang Mewah 1 day ago
Ditjen Pajak Incar Warganet yang Cari Jodoh di Twitter 1 week ago
Pemkot Jogja Akan Surati Para Penunggak Pajak 3 weeks ago
Wow..101 Hari Tax Amnesty Jilid II, Pemerintah Raup PPh Rp6 Triliun 1 month ago
Sah! Aset Kripto Kena PPN dan PPh, Berlaku Mulai 1 Mei 2022 1 month ago

Berita Pilihan

Pengamat: Koalisi Golkar, PAN dan PPP Tinggal Tentukan Capres dan Cawapres Golkar, PPP, dan PAN Sepakat Perangi Politik Identitas Pelaku LGBT & Zina Dijerat Hukum? Mahfud MD Beri Jawaban Hore! Google Translate Tambah 24 Bahasa Baru Arus Balik, Cek Syarat Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh
Berita Terbaru
Elon Musk Disebut Bakal Investasi di Indonesia, Sektor Apa? 20 minutes ago
Airlangga Hartarto: Halal Bihalal Golkar Momen Persiapkan Kemenangan 2024 1 hour ago
Ratusan UMKM Halal Bakal Ikuti Pameran di JEC 1 hour ago
Prakiraan Cuaca 19 Mei 2022: Jogja Hujan Disertai Petir 1 hour ago
THR Karyawan Dunkin Donuts Nunggak 2 Tahun 2 hours ago

Terpopuler

Aturan Terbaru Terbit! Pelaku Perjalanan Luar Negeri Wajib Pakai Masker 3 Lapis Parah! India Dihantam Gelombang Panas 49,2 Derajat Celcius Ini Syarat Terbaru Naik Pesawat Menurut Aturan Kemenhub Pengamat Prediksi Nasdem Gabung Koalisi Indonesia Bersatu Ini Aturan Baru Naik KRL dan Kereta Api yang Berlaku Mulai Sekarang
19 Mei 2022: Harga Emas Pegadaian Mulai Rp514.000 2 hours ago
Erick Sebut Transformasi Kultural Jadi Kunci Menangkan Persaingan 3 hours ago
Erick: BUMN Harus Kembali ke Khittah sebagai Perusahaan yang Sehat dan Berdaya Saing 3 hours ago
Beri Kuliah Umum di UNS, Menteri Investasi/ Kepala BKPM RI : Saya Dulu “Konglomelarat” 4 hours ago
Hasil Survei: Skema KPR Masih Favorit Masyarakat Indonesia untuk Beli Rumah 13 hours ago