News

KPK Janji Kaji Laporan Kasus Gibran dan Kaesang

Penulis: Setyo Aji Harjanto
Tanggal: 12 Januari 2022 - 16:47 WIB
Dua anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming, dan Kaesang Pangarep. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @kasesangp

Harianjogja.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menelaah laporan dugaan tindak pidana korupsi atau tindak pidana pencucian uang yang diduga melibatkan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan pihaknya tak pandang bulu dalam menindaklanjuti laporan dugaan korupsi. 

"KPK Akan Kemudian melakukan proses penelaahan lebih dahulu, jadi KPK tidak melihat anak siapa, tidak melihat bapaknya siapa, KPK akan menindak lanjuti sesuai prosedur ketentuan peraturan perundang-undangan maupun SOP di KPK untuk menelaah lebih lanjut," kata Ghufron, dikutip Rabu (12/1/2022).

Ghufron mengatakan dari penelaahan tersebut nantinya akan dilihat apakah laporan dugaan korupsi oleh Gibran dan Kaesang itu layak disidiki atau tidak. 

"Setelah kemudian dilidik baru kemudian naik ekspos untuk Sidik atau tidak, lidik baru naik ke penuntutan atau tidak, putusan, sidang dan selanjutnya," kata Ghufron.

Ghufron memastikan KPK akan melakukan proses sesuai ketentuan perundang-undangan dan SOP. "Tidak karena siapa yang dilaporkan dan siapa yang melaporkan," katanya 

Sementara itu, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan proses vetifikasi dan telaah penting sebagai pintu awal apakah pokok aduan tersebut sesuai UU yang berlaku, termasuk ranah tindak pidana korupsi dan menjadi kewenangan KPK atau tidak. 

Ali memastikan lembaga antirasuah juga secara proaktif akan menelusuri dan melakukan pengumpulan berbagai keterangan serta informasi tambahan untuk melengkapi aduan yang dilaporan.

"Apabila aduan tersebut menjadi kewenangan KPK tentu akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ucap Ali.

Diketahui, Akademisi Ubedilah Badrun melaporkan Gibran dan Kaesang ke KPK pada Senin (10/1/2022). Keduanya dilaporkan terkait dugaan tindak pidana korupsi atau tindak pidana pencucian uang relasi bisnis anak presiden dengan grup bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan.

Ubedilah menyebut laporannya bermula pada 2015 PT SM yang menjadi tersangka pembakaran hutan dan sudah dituntut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan senilai Rp7,9 triliun.

Diduga hal itu terjadi karena pada Februari 2019 anak presiden membuat perusahaan gabungan dengan anak petinggi perusahaan PT SM.

Menurutnya, patut diduga ada praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) terkait dengan adanya suntikan dana penyertaan modal dari perusahaan ventura. Penyebabnya, PT SM disebut mendapat kucuran dana sekitar Rp99,3 miliar dalam waktu yang singkat.

Berita Terkait

Diduga Sewenang-Wenang Gunakan Fasilitas SMS, Eks Pegawai KPK Laporkan Firli Bahuri
Lagu Mars & Hymne KPK Ciptaan Istri Firli Bahuri Dicibir, Mantan Penyidik Singgung soal Prestasi
KPK Tindak Lanjuti Laporan Kasus Gibran dan Kaesang

Berita Lainnya

  1. Mensos Kunjungi Richie, Bocah Klaten Penderita Infeksi Selaput Otak
  2. Cabuli Santri 9 Kali, Ustaz Ponpes Magelang Terancam 15 Tahun Penjara
  3. Dorong Kreativitas Mahasiswa, ITS Surabaya Tumbuhkan Semangat Kompetisi
  4. Balik ke Persis Solo, Ikhwan Ciptady Rindu Bermain di Stadion Manahan

Berita Terbaru Lainnya

Catat! Mulai Tahun Depan NIK Berfungsi Jadi NPWP
Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Pramugari, Ini Kata Elon Musk
Bakal Ada Badai Meteor Langka, 31 Mei 2022
Kenali Gejala dan Cara Pencegahan Cacar Monyet atau Monkeyprox
Alasan Bill Gates Enggan Punya Mata Uang Kripto
Sea Games 2021: Christopher/Aldila Pertahankan Emas Ganda Campuran Tenis
Kasus Covid-19 Terkini: Kasus Positif 250, Meninggal 3 Orang
Kenali 10 Fakta Virus Hendra yang Bisa Menular ke Manusia
Perang Rusia vs Ukraina: Rudal Rusia Hancurkan Ratusan Fasilitas Militer Ukraina
Kabar Baik! Satgas Covid-19 Sebut Jumlah Kasus Aktif Terus Tunjukan Tren Menurun