News

Hipertensi Bisa Dikontrol dengan Aplikasi Ini

Penulis: Newswire
Tanggal: 22 Januari 2022 - 20:37 WIB
Ilustrasi hipertensi - istimewa

Harianjogja.com, JAKARTA -Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) merancang aplikasi bernama “AKSI (Aplikasi Kontrol Hipertensi)”.

"Aplikasi ini dirancang untuk memantau faktor-faktor risiko penyebab hipertensi, sehingga kegiatan pemantauan yang dilakukan di (Posbindu) dan Prolanis yang saat ini ditiadakan, dapat tetap dilaksanakan walaupun dengan cara yang berbeda," kata Ketua Pengmas FKM UI Dr. Atik Nurwahyuni dalam keterangannya, Sabtu (22/1/2022).

Pembuatan rancangan alat hipertensi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan untuk memantau para penderita hipertensi.

Penyakit ini adalah salah satu penyakit komorbid tertinggi penyebab Covid-19.

Aplikasi yang dikembangkan berbasis KoboToolbox tersebut dapat memberi pesan kesehatan secara otomatis pada akhir pengisian formulir penilaian mandiri, sehingga lansia dapat mengetahui apakah pola perilaku kesehatan mereka sudah baik atau belum.

Hal tersebut dapat memudahkan para lansia untuk mengontrol atau mengendalikan hipertensi melalui kontrol pola perilaku.

Aplikasi yang dirancang dapat digunakan secara offline, sehingga dapat digunakan tanpa internet.

Untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap para lansia dalam pengendalian hipertensi, tim Pengmas juga menyosialisasikan “Tips Centong Nasi (Langkah Centong untuk Mengendalikan Hipertensi)”. Aplikasi ini bisa digunakan untuk mengontrol hipertensi.

Kegiatan dilakukan melalui WhatsApp, poster, dan video.

Video intervensi berisi penjelasan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kontrol tekanan darah dan tips pengendaliannya melalui langkah Centong, yaitu cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok dan minuman alkohol, Nutrisi baik dengan makanan bergizi, Tidak makan makanan asin dan berlemak berlebihan, Olahraga atau aktivitas fisik secara teratur, Normalkan berat badan, dan Giat mengelola stres.

BACA JUGA: Update Informasi Stok Darah di PMI DIY 22 Januari 2022

"Para lansia semangat sekali mengikuti intervensi kami, bahkan ada lansia yang mengirimkan pesan kepada saya untuk memeriksa apakah beliau sudah memahami atau belum tentang gerakan Centong Nasi dan ada juga yang menyebarkan gerakan Centong Nasi melalui snap Whatsapp," ujar Dewi, salah seorang anggota Tim Pengmas.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian bagi lansia dalam mengendalikan faktor-faktor risiko hipertensi terutama pada masa pandemi.

Penyakit hipertensi tidak dapat disembuhkan secara total, namun dapat dikendalikan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Berita Terkait

Bupati Bantul: Kesehatan Jadi Fondasi Pembangunan Daerah
Membangun Kebiasaan Tidur Sehat pada Anak-Anak
Neuralink Siap Produksi Massal Implan Otak Mulai 2026
Kemenkes Siagakan Antibisa Ular di Wilayah Baduy

Video Terbaru

Berita Lainnya

Berita Terbaru Lainnya

KPK Belum Tahan Yaqut dan Gus Alex, Tunggu Proses Lengkap
Yaqut Resmi Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Segini Daftar Kekayaannya
KPK Terima Pengembalian Rp100 Miliar Terkait Kasus Kuota Haji
KPK Akui Yaqut Jadi Tersangka Korupsi Haji Sejak 8 Januari 2026
Kasus Kuota Haji: Yaqut dan Gus Alex Resmi Tersangka
Longsor Gunung Sampah di Cebu Filipina: 1 Tewas, 38 Hilang
Penembakan Agen Federal di Portland Picu Protes Tolak ICE
Empat WNA Tewas, Nakhoda dan ABK Kapal Labuan Bajo Jadi Tersangka
Senat AS Kunci Langkah Militer Trump ke Venezuela
Jenderal Paspampres Venezuela Dicopot Usai Penangkapan Maduro