News

Vaksin Covid-19 Rutin Setahun Sekali Lebih Efektif daripada Booster

Penulis: Nindya Aldila
Tanggal: 24 Januari 2022 - 09:07 WIB
CEO dan Chairman Pfizer Albert Bourla. - Istimewa

Harianjogja.com, JAKARTA - Chief Executive Officer Pfizer Albert Bourla mengatakan vaksin Covid-19 tahunan akan lebih efektif daripada suntikan booster dalam memerangi pandemi virus Corona.

Vaksin Covid-19 produksi Pfizer-BioNtech telah terbukti efektif melawan penyakit parah dan kematian yang disebabkan oleh varian Omicron yang sangat bermutasi tetapi kurang efektif dalam mencegah penularan.

Dengan kasus yang melonjak, beberapa negara telah memperluas program penguat vaksin Covid-19 atau memperpendek jarak antar suntikan ketika pemerintah berjuang untuk menopang perlindungan.

Dalam sebuah wawancara dengan N12 News Israel, Bourla ditanya apakah dia melihat suntikan booster diberikan setiap empat hingga lima bulan secara teratur.

"Ini bukan skenario yang baik. Yang saya harapkan adalah bahwa kami akan memiliki vaksin yang harus dilakukan setahun sekali," kata Bourla.

"Setahun sekali - lebih mudah meyakinkan orang untuk melakukannya. Lebih mudah diingat orang," tambahnya, seperti dilansir oleh Channel News Asia.

"Jadi dari perspektif kesehatan masyarakat, ini adalah situasi yang ideal. Kami sedang melihat apakah kami dapat membuat vaksin yang mencakup Omicron dan tidak melupakan varian lain dan itu bisa menjadi solusi," kata Bourla.

Bourla mengatakan Pfizer siap mengajukan persetujuan untuk vaksin yang dirancang ulang untuk melawan Omicron, dan memproduksinya secara massal, segera setelah Maret.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Berita Terkait

Kemenkes Pastikan Vaksin Flu Efektif Hadapi Influenza H3N2
Edukasi Vaksin HPV Diperluas Lewat Gerakan Jaga Bersama
Uji Coba Vaksin HPV Anak Laki-Laki Dimulai 2026
Uji Klinis Vaksin Dengue Masuk Babak Baru dalam Riset Nasional

Video Terbaru

Berita Lainnya

Berita Terbaru Lainnya

Juan Pedro Franco, Mantan Manusia Terberat Dunia Meninggal
India Klaim Geser Jepang Jadi Ekonomi Terbesar Keempat Dunia
AS Hentikan Dana Penitipan Anak, Skandal Minnesota Terungkap
Penduduk China Terus Menurun, PBB Prediksi Minus 3,2 Juta
China Terapkan Tarif Impor Daging Sapi 55 Persen Mulai 2026
Ledakan Bar Resor Mewah Swiss, 10 Orang Dilaporkan Tewas
Arab Saudi Pecahkan Rekor Eksekusi Mati 2025, 356 Orang
20 Ribu Buruh Akan Demo Tolak UMP 2026 di Jakarta dan Bandung
Prabowo: Bencana Sumatera Tak Perlu Status Nasional
Prabowo: Bantuan Bencana Harus Lewat Mekanisme Resmi