News

Terungkap! Ini Temuan Sementara Investigasi Kecelakaan Balikpapan

Penulis: Rahmi Yati
Tanggal: 24 Januari 2022 - 12:07 WIB
Lokasi kejadiaan truk tronton di lampu merah Balikpapan. - Istimewa

Harianjogja.com, JAKARTA – Hasil temuan sementara dari investigasi kecelakaan maut truk tronton di Simpang Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur, menyatakan bahwa ada perpanjangan Rear Over Hang (ROH), dan perubahan konfigurasi pada sumbu ban, sehingga tidak sesuai dengan spesifikasi asli kendaraan.

“Dari hasil temuan sementara, adanya tambahan ROH dan perubahan konfigurasi sumbu ban dari 1-1 menjadi 1-2-2 pada truk tersebut,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, Minggu (23/1/2022).

Meski begitu, dia mengaku, sampai saat ini Kemenhub masih berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan pihak Kepolisian, karena penyebab pastinya masih dalam tahap investigasi.

Dengan adanya kejadian tersebut, Budi berharap dan meminta para pengusaha truk dan pemilik kendaraan logistik untuk mengutamakan aspek keselamatan, serta menghindari muatan dan dimensi yang berlebih.

“Kejadian ini tentu berkaitan dengan ODOL [Over Dimension Over Loading]. Maka itu rencana ke depan, mobil yang bermuatan berat akan dialihkan atau dilakukan transfer muatan untuk dibawa ke pelabuhan dengan kendaraan yang lebih kecil,” ucapnya.

Baca juga: Kecelakaan Maut Balikpapan: Sopir Truk Tronton Ditetapkan Jadi Tersangka

Kemenhub, lanjut Budi, juga bakal melakukan pembatasan operasional kendaraan barang. Pembatasan itu akan dilakukan pada pukul 22.00 hingga 05.00 yang mengacu pada peraturan Wali Kota Balikpapan.

“Kondisi jalan dengan elevasi kurang lebih 10 persen memang kurang baik untuk turunan panjang, kondisi ini sama seperti di Kertek, Wonosobo, dan Bumiayu. Maka, perlu dilakukan langkah mitigasi perbaikan, seperti pembatasan operasional kendaraan angkutan barang,” ujarnya.

Menurutnya, perlu ada langkah mitigasi dalam menyikapi kejadian kecelakaan truk tronton yang mengangkut kontainer. Terpenting, adalah mitigasi untuk penanganan selanjutnya seperti apa.

Budi mengaku akan mengadakan rapat koordinasi dengan Ditjen Bina Marga dan Kementerian PUPR terkait dengan perubahan rekayasa yang akan dilakukan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

“Jangka pendek yaitu dengan pembangunan jalur evakuasi sementara di sebelah kiri jalan, dan jangka panjang yaitu usulan pembangunan fly over dari APBD Provinsi,” imbuh Budi.

Tak hanya itu, dia juga menyebut bahwa pihaknya sudah melakukan pelatihan bagi para pengemudi truk angkutan barang dan akan melakukan peningkatan pelatihan, terutama pada kota prioritas dengan pelabuhan-pelabuhan besar.

Menurut dia, upaya yang dilakukan merupakan bentuk penanganan yang komprehensif untuk mengutamakan keselamatan, namun juga tetap menjaga perekonomian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : bisnis.com

Berita Terkait

Motor Hantam Bus di Simpang Kotagede, Pengendara Tewas
Truk Terguling Tutup Dua Jalur di Turunan Silayur Semarang
Kecelakaan Maut Kereta Kelinci di Karanganyar, Seorang Ibu Meninggal
Remaja Bandungan Tewas Tenggelam di Rawa Pening Saat Liburan Keluarga

Video Terbaru

Berita Lainnya

  1. Panduan Lengkap Slot Online di JendelaToto
  2. Panduan Lengkap Main di Jendelatoto
  3. Main Slot Gacor Mudah Menang 2025
  4. Best Strategies for Togel Players

Berita Terbaru Lainnya

Trump Akui Negosiasi AS-Iran Ada di Jalan Buntu
Visa Petugas Haji Sempat Terkendala Kini Sudah Tuntas
Kasus Ketua Ombudsman Melebar, Muncul Desakan Usut Dugaan Suap Lain
KPK Sebut 8 Titik Rawan Korupsi Muncul di Program MBG
Bakal Ditarif, Selat Hormuz Jadi Sumber Cuan Iran, Nilainya Fantastis
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Didorong Masuk Peradilan Umum
Menteri Hukum Serahkan Kasus Ketua Ombudsman ke Penegak Hukum
G20 Sepakat Bantu Negara Miskin Terdampak Konflik
Seluruh Korban Heli PK-CFX di Kalbar Ditemukan, Evakuasi Berlanjut
Polisi Ungkap Kronologi Kebakaran Tewaskan Satu Keluarga di Jakbar