HomeNews

Azis Syamsuddin Dituntut 4 Tahun 2 Bulan Penjara, Hak Politik Dicabut

Oleh:Jaffry Prabu Prakoso
24 Januari 2022 - 13:27 WIB

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin memakai rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (25/9/2021). KPK resmi menahan Azis Syamsuddin sebagai tersangka setelah dijemput paksa oleh tim penyidik atas kasus dugaan suap penanganan perkara di Kabupaten Lampung Tengah. ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga

Harianjogja.com, JAKARTA-Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dituntut empat tahun dua bulan penjara dan hak politiknya dicabut selama lima tahun. Putusan tersebut dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jaksa KPK Lie Putra mengatakan bahwa Azis terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Dia menyuap mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan pengacara bernama Maskur Husain dengan total Rp3,6 miliar.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Azis Syamsuddin selama empat tahun dua bulan serta pidana denda Rp250 juta subsider enam bulan kurungan,” kata Jaksa saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat, Senin (24/1/2022).

Bukan hanya itu, KPK juga memberikan tambahan hukuman kepada Azis. Hak politik, politisi Partai Golkar ini juga dicabut selama lima tahun.

“Menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun terhitung sejak terdakwa selesai menjalani pidana pokok,” jelas Alvin.

Baca juga: KPK Telisik Modus Transaksi Duit Suap Azis Syamsuddin ke Penyidik Robin

Setidaknya ada beberapa hal yang membuat Azis dituntut demikian. Alvin menuturkan bahwa hal yang meringankan adalah Azis belum pernah dituntut sebelumnya. Adapun, yang memberatkan adalah perbuatan Azis tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi.

“Perbuatan terdakwa merusak citra dan kepercayaan masyarakat pada DPR. Terdakwa tidak mengakui kesalahannya. Terdakwa berbelit-belit,” ucapnya.

Sebelumnya, Azis didakwa memberikan suap sekitar Rp3,6 miliar ke mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan Maskur Husain.

“Terdakwa telah memberi uang secara bertahap yang seluruhnya berjumlah Rp3.099.887.000 dan US$36.000 [Rp520 juta] atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara yaitu kepada Stepanus Robin Pattuju selaku penyidik KPK dan Maskur Husain,” kata Jaksa KPK Lie Putra saat membaca dakwaan, Senin (6/12/2021).

Lie menjelaskan bahwa suap tersebut agar Robin dan Maskur membantu mengurus kasus yang melibatkan terdakwa dan Aliza Gunado terkait penyelidikan KPK di Lampung Tengah.

Perbuatan Azis merupakan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 5 ayat 1 huruf a UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Azis juga didakwa memberi duit dengan total Rp3,6 miliar tersebut kepada Stepanus dan Maskur sebagai hadiah atau janji atas jabatan atau kedudukan mereka.

“Perbuatan terdakwa merupakan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 13 UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP,” jelas Lie.

Sumber: bisnis.com Tag: korupsi Editor: Bernadheta Dian Saraswati

Artikel Terkait
Mafia Minyak Goreng, Lin Che Wei Ternyata Pernah Bagikan Uang ke Sejumlah pihak 15 hours ago
Penyelidikan Korupsi Dana Desa di Gunungkidul Berlanjut, Pelaku Lain Diburu 1 day ago
Keputusan Belum Inkrah, Korupsi di Getas Hambat Pencairan Dana Desa 2 days ago
4 Mafia Minyak Goreng Terancam Hukuman Mati 3 weeks ago
Geram dengan Korupsi Ekspor Minyak Goreng, Politikus PDIP: Sikat Siapapun yang Terlibat! 4 weeks ago

Berita Pilihan

Pengamat: Koalisi Golkar, PAN dan PPP Tinggal Tentukan Capres dan Cawapres Golkar, PPP, dan PAN Sepakat Perangi Politik Identitas Pelaku LGBT & Zina Dijerat Hukum? Mahfud MD Beri Jawaban Hore! Google Translate Tambah 24 Bahasa Baru Arus Balik, Cek Syarat Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh
Berita Terbaru
Elon Musk Disebut Bakal Investasi di Indonesia, Sektor Apa? 49 minutes ago
Airlangga Hartarto: Halal Bihalal Golkar Momen Persiapkan Kemenangan 2024 1 hour ago
Ratusan UMKM Halal Bakal Ikuti Pameran di JEC 2 hours ago
Prakiraan Cuaca 19 Mei 2022: Jogja Hujan Disertai Petir 2 hours ago
THR Karyawan Dunkin Donuts Nunggak 2 Tahun 2 hours ago

Terpopuler

Aturan Terbaru Terbit! Pelaku Perjalanan Luar Negeri Wajib Pakai Masker 3 Lapis Parah! India Dihantam Gelombang Panas 49,2 Derajat Celcius Ini Syarat Terbaru Naik Pesawat Menurut Aturan Kemenhub Pengamat Prediksi Nasdem Gabung Koalisi Indonesia Bersatu Ini Aturan Baru Naik KRL dan Kereta Api yang Berlaku Mulai Sekarang
19 Mei 2022: Harga Emas Pegadaian Mulai Rp514.000 3 hours ago
Erick Sebut Transformasi Kultural Jadi Kunci Menangkan Persaingan 3 hours ago
Erick: BUMN Harus Kembali ke Khittah sebagai Perusahaan yang Sehat dan Berdaya Saing 4 hours ago
Beri Kuliah Umum di UNS, Menteri Investasi/ Kepala BKPM RI : Saya Dulu “Konglomelarat” 5 hours ago
Hasil Survei: Skema KPR Masih Favorit Masyarakat Indonesia untuk Beli Rumah 13 hours ago