HomeNews

Bangun Kerangkeng di Rumah, Bupati Langkat Diduga Memperbudak Pekerja Sawit

Oleh:Muhammad Khadafi
25 Januari 2022 - 06:47 WIB

Kerangkeng untuk manusia di halaman rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin. - Twitter @anishidayah

Harianjogja.com, JAKARTA — Migrant Care melaporkan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin alias Cana  kepada Komnas HAM atas dugaan perbudakan terhadap 40 orang pekerja sawit. Dugaan perbudakan terungkap terungkap saat petugas Komisioner Pemberantasan Korupsi (KPK) menindak Cana terkait kasus suap beberapa waktu lalu.

Di belakang rumah Bupati Langkat tersebut ada dua unit sel menyerupai kerangkeng yang terbuat dari besi. Bentuk kerangkeng tersebut nyaris menyerupai penjara lengkap dengan gembok. Setidaknya ada 40 orang yang sempat dikurung dalamnya.

Mereka diduga adalah para pekerja sawit yang diperlakukan secara tidak manusiawi. "Para pekerja yang dipekerjakan di kebun kelapa sawitnya, sering menerima penyiksaan, dipukuli sampai lebam-lebam dan sebagian mengalami luka-luka," kata Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant CARE Anis Hidayah, sebagaimana unggahannya di Twitter, Senin (24/1/2022).

Para pekerja tersebut dipekerjakan di kebun kelapa sawit Terbit selama 10 jam, dari jam 8 pagi sampai jam 6 sore. Setelah usai berkerja, mereka akan kembali dikurung di dalam kerangkeng tanpa akses komunikasi dari dan ke dunia luar.

Setiap hari mereka hanya diberi makan 2 kali sehari. Pun selama berkerja mereka tidak pernah menerima gaji.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Hadi Wahyudi membenarkan soal temuan penjara di rumah Bupati Langkat. "Informasi dilapangan betul [ada kerangkeng di rumah Bupati Langkat]," kata Hadi saat dihubungi Bisnis, Senin (24/1/2022).

Hadi mengatakan berdasarkan pengakuan sementara dari penjaga, kerangkeng tersebut digunakan untuk penampungan orang kecanduan narkoba. Menurutnya, tempat tersebut dibuat atas inisiatif Terbit. Penemuan kerangkeng itu saat tim KPK melakukan OTT di rumah Terbit.

Sebagaimana diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa. KPK juga menetapkan lima orang lainnya sebagai tersangka. Penetapan tersangka ini dilakukan setelah KPK melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Langkat, Sumatera Utara, Selasa (18/1/2022).

Adapun bila terbukti melakukan perbudakan, Terbit telah melanggar hak asasi manusia (HAM) sekaligus prinsip-prinsip pekerjaan layak berbasis HAM sesuai Undang-undang Nomor 5 Tahun 1998 serta Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perdagangan Manusia.

Sumber: JIBI/Bisnis.com Tag: Perbudakan Editor: Budi Cahyana

Artikel Terkait
Sejumlah Penghuni Kerangkeng Bupati Langkat Nonaktif Melarikan Diri 3 months ago
Begini Penjelasan Orang Tua yang Anaknya Dikerangkeng di Rumah Bupati Langkat 3 months ago
Seluas 6X6 Meter, Kerangkeng Milik Bupati Langkat Tampung 48 Orang 3 months ago
Bupati Langkat di Pusaran Suap dan Perbudakan Manusia 3 months ago

Berita Pilihan

Pengamat: Koalisi Golkar, PAN dan PPP Tinggal Tentukan Capres dan Cawapres Golkar, PPP, dan PAN Sepakat Perangi Politik Identitas Pelaku LGBT & Zina Dijerat Hukum? Mahfud MD Beri Jawaban Hore! Google Translate Tambah 24 Bahasa Baru Arus Balik, Cek Syarat Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh
Berita Terbaru
Elon Musk Disebut Bakal Investasi di Indonesia, Sektor Apa? 22 minutes ago
Airlangga Hartarto: Halal Bihalal Golkar Momen Persiapkan Kemenangan 2024 1 hour ago
Ratusan UMKM Halal Bakal Ikuti Pameran di JEC 1 hour ago
Prakiraan Cuaca 19 Mei 2022: Jogja Hujan Disertai Petir 1 hour ago
THR Karyawan Dunkin Donuts Nunggak 2 Tahun 2 hours ago

Terpopuler

Aturan Terbaru Terbit! Pelaku Perjalanan Luar Negeri Wajib Pakai Masker 3 Lapis Parah! India Dihantam Gelombang Panas 49,2 Derajat Celcius Ini Syarat Terbaru Naik Pesawat Menurut Aturan Kemenhub Pengamat Prediksi Nasdem Gabung Koalisi Indonesia Bersatu Ini Aturan Baru Naik KRL dan Kereta Api yang Berlaku Mulai Sekarang
19 Mei 2022: Harga Emas Pegadaian Mulai Rp514.000 2 hours ago
Erick Sebut Transformasi Kultural Jadi Kunci Menangkan Persaingan 3 hours ago
Erick: BUMN Harus Kembali ke Khittah sebagai Perusahaan yang Sehat dan Berdaya Saing 3 hours ago
Beri Kuliah Umum di UNS, Menteri Investasi/ Kepala BKPM RI : Saya Dulu “Konglomelarat” 4 hours ago
Hasil Survei: Skema KPR Masih Favorit Masyarakat Indonesia untuk Beli Rumah 13 hours ago